PEMETAAN MULTIRAWAN BENCANA DI PROVINSI BANTEN

M. Khifni Soleman, Fitri Nurcahyani, Sri Lestari Munajati

Abstract


Peta rawan bencana sangat diperlukan karena dengan adanya informasi ini tindakan preventif terhadap kejadian bencana dapat dilakukan sehingga dapat mengurangi berbagai kerugian yang mungkin ditimbulkannya. Provinsi Banten merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang rawan bencana baik bencana alam maupun yang disebabkan oleh ulah manusia. Berbagai bencana yang terjadi di Provinsi Banten antara lain tsunami, banjir, longsor, abrasi, gempa, dan semburan lumpur panas. Berbagai jenis bencana tersebut bisa terjadi pada lokasi yang berlainan maupun pada lokasi yang sama. Oleh karena itu selain diperlukan pemetaan wilayah bencana secara individual, juga diperlukan pemetaan multirawan bencana. Metode yang digunakan di dalam penelitian ini adalah analisis data penginderaan jauh, Sistem Informasi Geografis (SIG) dan survei lapangan. Hasil pemetaan bencana banjir meliputi wilayah seluas 88.082,99 ha, wilayah rawan gempa seluas 344.126,59 ha dan wilayah rawan longsor seluas 3.015,90 ha. Sedangkan wilayah yang mengalami multirawan bencana mencakup 55,45 % dari total wilayah Provinsi Banten (934.826,73 ha) yaitu seluas 518.361,42 ha.

Kata Kunci : Pemetaan, Multirawan Bencana, SIG, Penginderaan Jauh, Provinsi Banten

 

ABSTRACT

Hazard map is crucially needed because the information contained would enable people to make a preventive action when an hazard turn to disaster, therefore the risk that may incur can be reduced. Banten Province is one of the province in Java Island that prone to several hazards such as tsunami, flood, landslide, coastal abrasion, earthquake, and volcano mudflow. Those types of hazard could occur at the different location as well as at the same location. Therefore, a multi-hazard mapping should be carried out, despite the individual hazard mapping. The method used in this research is a combination of remotely sensed data analysis, Geographical Information Systems (GIS), and field survey. The result shows that the area susceptible to flood was at 88,082.99 ha, earthquacke at 344,126.59 ha, and landslide at 3,015.90 ha. Meanwhile, the area succeptible for multi-hazard covered 55.45 % of the total area of Banten Province (934,826.73 ha), accounted for 518,361.42 ha.

Keyword : Mapping, Multihazard, GIS, Remote Sensing, Banten Province


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License