PRIORITAS PENGEMBANGAN KAWASAN PERKEBUNAN TEBU DI KABUPATEN SERAM BAGIAN TIMUR

Prima Jiwa Osly, Widiatmaka Widiatmaka, Bambang Pramudya, Kukuh Murtilaksono

Abstract


Lahan merupakan salah satu faktor produksi yang sangat penting dalam pengusahaan perkebunan, karena lahan merupakan media tumbuh bagi tanaman. Pemanfaatan sumber daya lahan perlu disesuaikan dengan kondisi agroekologinya, agar usaha pertanian dapat berkelanjutan. Usahatani tebu merupakan praktek penggunaan lahan komersial monokultural yang sering menyebabkan penurunan keanekaragaman hayati pertanian (agrobiodiversity). Penelitian ini difokuskan pada pemilihan lahan yang tepat dan diprioritaskan untuk penanaman tebu. Integrasi pendekatan Multi Criteria Decision Making (MCDM) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) menyediakan sistem pendukung keputusan spasial yang kuat dan efisien untuk menghasilkan peta kesesuaian lahan dan prioritas pengembangan kawasan serta untuk menganalisis data spasial dan membangun proses untuk pendukung keputusan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis prioritas pengembangan kawasan perkebunan tebu dan melakukan analisis ketersediaan lahan untuk kawasan perkebunan Tebu. Penelitian ini menggunakan metode Multi Criteria Decision Making (MCDM) berbasis Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan bantuan Sistem Informasi Geografis (SIG). Berdasarkan hasil analisa total areal yang berpotensi dimanfaatkan untuk kawasan perkebunan tebu tersebut adalah sebesar 121.484,83 ha atau 21,48% dari total daratan Kabupaten Seram Bagian Timur. Total areal tersebut terbagi pada kelas Prioritas I sebesar 76.751,79 ha (63,18%), kelas Prioritas II sebesar 41.807,84 ha (34,41%) dan kelas Prioritas III sebesar 2.925,21 ha (2,41%).
Kata kunci: Tebu, MCDM, AHP, SIG, Prioritas

ABSTRACT
Land is one of the most important production factors in plantation industry, because the land is a growing medium for plants. Utilization of land resources needs to be adapted to its agro-ecology conditions, in order to be sustainable. Sugarcane farming is a monoculture commercial land use practices that often lead to a decrease in agricultural biodiversity. This study focused on the selection of appropriate land and prioritized for planting sugarcane. Integration of Multi Criteria Decision Making (MCDM) and Geographic Information System (GIS) provides a powerful and efficient spatial decision support system to produce land suitability maps and regional development priorities as well as to analyze spatial data and build process for decision support system. The purpose of this study is to analyze the regional development priorities of sugarcane plantations and analyze the availability of land for sugarcane plantation area. This study uses the Multi Criteria Decision Making (MCDM) based Analytical Hierarchy Process (AHP) with the help of Geographic Information System (GIS). Based on analysis of the total area that could potentially be used for sugarcane plantation area amounted to 121,484.83 ha (21.48%) of the total land area in Seram Bagian Timur Regency. The total area was divided to the class Priority I of 76,751.79 ha (63.18%), class Priority II at 41,807.84 ha (34.41%) and class Priority III of 2,925.21 ha (2.41%).
Keywords: Sugarcane, MCDM, AHP, GIS, Priority


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 277 times
PDF - 464 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License