APLIKASI METODE VALUASI KONTINGEN DALAM UPAYA PENINGKATAN KEBERSIHAN SUNGAI CIKAPUNDUNG KOTA BANDUNG

Luthfan Jatnika, Benno Rahardyan

Abstract


Saat ini Sub-DAS Cikapundung mengalami pencemaran sampah yang sangat tinggi. Untuk memperbaiki keadaan tersebut harus dengan melibatkan keinginan masyarakat untuk menjaga lingkungannya agar tetap bersih. Keinginan masyarakat ini dapat diketahui dengan metode valuasi kontingen (CVM). Penelitian ini dilakukan di bulan September 2012 sampai dengan November 2012 di Kota Bandung. Sub-DAS Cikapundung menghasilkan 3.018,4 m3 sampah setiap minggu, sementara TPS yang mengakomodir daerah di Sub-DAS Cikapundung hanya ada 22 TPS dengan total daya tampung sebesar 2.768,4 m3/minggu sehingga masih tersisa 8,5% atau 250 m3/minggu (1.000 m3/bulan) sampah yang tidak masuk TPS yang berpotensi masuk mencemari Sungai Cikapundung. Hasil penelitian menyebutkan 56,7% masyarakat (208 responden) masih membuang sampah ke sungai, berarti ada 1.500 m3/minggu sampah yang masuk sungai. Hal itu disebabkan oleh beberapa variabel yang berpengaruh terhadap pola hidup masyarakat dan secara tidak langsung berdampak pada pencemaran sungai oleh sampah. Setidaknya terdapat empat variabel yang berpengaruh, yaitu penghasilan, sampah bikin banjir, lama tinggal, orang lain yang membuang sampah ke sungai, dengan sampah bikin banjir dan lama tinggal menjadi variabel yang paling berpengaruh.
Kata kunci: polusi sampah, keinginan masyarakat, metode kontingen valuasi

ABSTRACT
Currently, Cikapundung sub-watershed is highly polluted by waste. Involvement of the community willingness to take care of their environment is needed in order to remedy this situation. This research measured the willingness value using Contingent Valuation Method (CVM). This research was conducted in September 2012 to November 2012 at Bandung City. Every week Cikapundung sub-watershed produce 3018.4 m3 waste, while there are only 22 polling stations which accommodate the Cikapundung sub-watershed with a total capacity of 2768.4 m3/week. Thus, there are 8.5% or 250 m3/week (1000 m3/month) of the remaining garbage which is potentially polluting the Cikapundung River. The result showed that 56.7% of citizens (208 respondents) still throw garbage into the river, so that there are 1500 m3/week of the garbage have been drowning into the stream. It is caused by several variables that correlated to the lifestyle of the citizens and indirectly impact to garbage pollution at river. There are at least four significant variables, namely Income, Waste Make Flood, Length of Stay, and People who Throw Garbage into the river, with the Waste Make Floods and Length of Stay is the most influential variable.
Keywords: waste pollution, community willingness, contingent valuation meth


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 210 times
PDF - 660 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License