ANALISIS EKONOMI KETERKAITAN PEHUBAHAN HUTAN MANGROVE DAN UDANG DI KECAMATAN BELAKANG PADANG KOTA BATAM

lrmadi Nahib

Abstract


Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem di wilayah pesisir yang mempunyai peran yang sangat penting dalam mendukung kegiatan produktivitas perikanan, sebagai tempat pembesaran dan tempat pemijahan berbagai jenis biota air, termasuk udang. Data penginderaan jauh merupakan data yang penting dalam penghitungan nilai ekonomi ekologi hutan mangrove, terutama untuk data luas hutan mangrove. Berdasarkan data luas hutan mangrove, kajian ini bertujuan menganalisis hubungan dinamik keterkaitan hutan mangrove dan udang dampak dari perubahan luas hutan mangrove. Berdasarkan hasil analisis data mangrove tahun 1994-2007 di wilayah Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, dengan menggunakan data luas hutan mangrove time series dari penutupan lahan ekosistem mangrove, menunjukkan adanya hubungan yang kuat antara luas hutan mangrove dengan produksi udang, dengan model persamaan h=0.0018988E(M)-0.000009197E2. Peningkatan luas hutan mangrove per km2 menyebabkan kenaikan produksi udang sebesar 4,057 ton. Berdasarkan hasil analisis simulasi dari efek kehilangan luas hutan mangrove pada kondisi open akses, areal mangrove yang mengalami penurunan marjinal per km2 akan menyebabkan kehilangan produksi udang sebesar 29 kg dan menyebabkan kehilangan pendapatan sebesar Rp. 4,871 juta.

Kata Kunci: Ekosistem Mangrove, Produksi Udang, Dinamika Ekologi-Ekonomi, Data Spasia

ABSTRACT

Mangrove ecosystem is one of coastal ecosystems which has very important role to support fishery productivity as habitat of nursery and spawning ground for aquatic biota including shrimp. Remotely sensed data is important data input for calculating economic value of mangrove ecology, especially for inventory of mangrove forest area. Based on spatial data, this study is directed to explore the dynamic interlink age between mangrove forest and shrimp as a result of mangrove forest degradation. The analysis of 1994-2007 data on mangrove at Belakang Padang District, Batam City, using time series of land cover data of mangrove ecosystem showed that there is strong relation between mangrove area and productivity of shrimp. The increasing area of mangrove per square km could improve productivity of shrimp by 4.057 ton. The decline of one km2 of mangrove reduced productivity of shrimp by 29 kg causing the loss of gross revenue of Rp. 4,871 billion.
l
Keywords : Mangrove Ecosystem, Shrimp Production, Dynamic of Ecology-Economic, Spatial Data


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 146 times
PDF - 86 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License