KAJIAN PROTOTIPE PETA DESA MENGGUNAKAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI

Bambang Riadi, Tia Rizka N Rachma

Abstract


ABSTRAK

Peta desa merupakan peta tematik bersifat dasar yang menyajikan unsur-unsur alam dan unsur tema khusus yang pemilihan skalanya mempertimbangkan penyajian seluruh wilayah desa tersajikan dalam satu muka peta. Pengkajian prototipe peta desa bertujuan untuk menguji spesifikasi teknis pembuatan peta desa dan menyediakan peta desa yang dapat memenuhi keperluan masyarakat desa dan pengguna lainnya. Penelitian juga bertujuan untuk mengkaji hal-hal teknis dan non teknis terkait pembuatan peta desa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra tegak resolusi tinggi (CTRT) yang diperoleh dari Badan Informasi Geospasial (BIG). Metode yang digunakan terdiri dari dua tahap, yaitu tahap delineasi batas desa secara kartometrik dan tahap penyajian peta desa. Tahapan delineasi batas desa secara kartometrik mengacu pada Peraturan Menteri dalam Negeri (Permendagri) No. 45 Tahun 2016, sedangkan tahap penyajian peta desa sesuai spesifikasi yang tertuang dalam Peraturan Kepala BIG No. 3 tahun 2016. Selanjutnya peta yang sudah sesuai spesifikasi tersebut diuji melalui kegiatan wawancara dengan aparat desa dan masyarakat untuk mengetahui kebutuhan masyarakat desa akan unsur-unsur yang perlu ditampilkan pada peta. Hasil dari penelitian adalah prototipe peta desa, dengan studi kasus desa Karangligar. Prototipe peta desa mengusulkan penambahan dari spesifikasi penyajian peta yang tertuang dalam Peraturan Kepala BIG, yaitu dengan penambahan unsur kontur, penambahan daftar koordinat titik kartometrik hasil kesepakatan, serta pewarnaan yang disesuaikan  dengan warna dasar citra sebagai latar belakangnya. Selain itu, berdasar hasil wawancara dan diskusi dengan masyarakat desa, diketahui warga lebih mudah membaca dan menggunakan peta dalam bentuk peta garis daripada peta citra.

Kata kunci: desa, peta desa, batas desa, Karangligar, citra tegak resolusi tinggi

                                                                ABSTRACT

Village maps are included in the category of basic-thematic maps which presents natural features and special theme considering the scale, and all village area show in one map. Study of village maps prototype is intended to examine technical specification of village map that can fulfill the needs of rural communities and other users, as well as be reviewing the technical and non-technical matters related to making the village map. The data used in this study is orthorectified high-resolution satellite imagery, from Geospatial Information Agency. Method of this study divided into two parts. The first is a delineation of village border that refers to Indonesian Minister of Home Affairs’s Regulation (Permendagri No. 45/2016), then presenting the village map based on a specification of Head of Indonesian Geospatial Information Agency’s Regulation (Peraturan Kepala BIG No.3/2016). The map that fulfills the specification tested by a discussion with the villagers to confirm the villagers need of the map. The result of this research is Village map prototype in Karangligar Village. The prototype of village maps proposed additional elements to complete the village maps, such as adding contour elements, adding the list of coordinates of cartometric points (presented the border points), and modify the element colors adjusted to the color of satellite imagery as the base-map. Moreover, from discussion with villagers as map user, known that villagers more easily got information from a map if it presented in vector maps than imagery maps.

Keywords: village, village map, village border, Karangligar, high resolution satellite imagery


Keywords


Desa, Peta Desa, Citra Tegak Resolusi Tinggi

Full Text:

PDF

References


Adikresna P, P. R., dan Budisusanto, Y., (2014). Penentuan Batas Wilayah dengan Menggunakan Metode Kartometrik. Geoid, 9(2), 195-200.

BIG [Badan Informasi Geospasial]. (2016). Peraturan kepala BIG Nomor 3 tahun 2016 tentang Penyajian Peta Desa, bagian lampiran. BIG, Cibinong.

BSN [Badan Standarisasi Nasional]. (2010). Spesifikasi penyajian peta rupa bumi – Bagian 2: Skala 1:25.000. BSN, Jakarta.

Hamsa. (2013) . Identifikasi Luas Lahan Baku Sawah di Kecamatan Sinjai Borong Berdasarkan Citra Resolusi Tinggi (Worldview2). Skripsi Universitas Hasanuddin.

Handoyo, S. (2009). Kaidah Kartografis; Sebuah kontemplasi Profesi. Jakarta. Forum Teknik Atlas Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional.

Handayani, H. H., dan Cahyono, A. B. (2014). Pemetaan Partisipatif Potensi Desa (Studi Kasus: Desa Selopatak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Geoid, 10(1), 99-103.

Hidayat, F., Rachma, TRN., Amhar, F. (2016). Analisis Terhadap Desain Peta untuk Desa Adat

(Studi kasus Desa Kanekes/Baduy, Provinsi Banten). Prosiding FIT-ISI dan CGISE, 2016

Jamal, E. 2008. Kajian Kritis Terhadap Pelaksanaan Pembangunan Perdesaan di Indonesia. Jurnal Forum Penelitian Agro Ekonomi, Vol. 26 No.2 Desember 2008: 92-102

Kertanegara, U., Laila N, A., Sudarsono, B. (2013). Peninjauan Secara Kartografis dalam Pembuatan Peta Kampus Universitas Diponegoro. Jurnal Geodesi Undip, 2(4), 10-25.

Nadeak, H., Dalla, A. Y., Nuryadin, D., dan Hadi, A. S. (2015). Batas Wilayah Desa Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa. Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 7(3), 239-250.

Riadi, B (2015). Implementasi Permendagri Nomor 76 Tahun 2012 Dalam Penetapan Dan Penegasan Batas Desa Secara Kartometris. Sosio Didaktika, 2(1), 92-100.

Riadi, B., dan Makmuriyanto, A. (2014). Kajian Percepatan Penetapan dan Penegasan Batas Kecamatan/Distrik, Desa/Kelurahan Secara Kartometris. Majalah Ilmiah Globe, 16(2).

Rustiadi, E. Saefulhakim, S. Panuju, D.R. 2009. Perencanaan dan Pengembangan Wilayah. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia

Singgih, M. N., dan Nirwana, N. (2016). Perencanaan dan Pengembangan Desa Wisata Berbasis Masyarakat dengan Model Partisipatory Rural Appraisal (Studi Perencanaan Desa Wisata Gunungsari, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu). Jurnal Pariwisata Pesona, 1(1)

Suharyanto, S., dan Sofianto, A. (2015). Model Pembangunan Desa Terpadu Inovatif di Jawa Tengah. Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance, 4(4), 251-260.

Sumaryo. (2012). Aspek Geospasial dalam Sengketa Pulau Berhala. Prosiding Konferensi Teknik dan Sains Informasi Geospasial ke-1 Jurusan Teknik Geodesi Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. 247-256

Wang, X., Yu, Z., Cinderby, S., Forrester, J. (2008). Anhancing participation : Experiences of participatory geographic information system in Shanxi province, China. Applied Geography, 28 (2008), 96-100.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2017.19-2.605

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

 

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License