KESESUAIAN EKOWISATA DI PULAU PASUMPAHAN, KOTA PADANG

Try Al Tanto, Aprizon Putra, Fredinan Yulianda

Abstract


ABSTRAK

Pulau Pasumpahan terletak di Kecamatan Bungus Teluk Kabung, Kota Padang merupakan salah satu tempat tujuan wisata kepulauan. Tujuan penelitian ini yaitu menginventarisasi potensi sumber daya pesisir dan mengkaji kesesuaian kawasan dalam mendukung ekowisata Pulau Pasumpahan. Metode yang digunakan dalam kajian berupa pemetaan dan analisis kesesuaian kawasan ekowisata yang dilakukan dengan perhitungan skor dan bobot parameter yang digunakan. Hasil yang diperoleh adalah indeks kesesuaian ekowisata tertinggi terdapat pada potensi wisata pantai (rekreasi) yaitu sebesar 79,91% (sangat sesuai). Dari 9 sampel pengukuran yang tersebar di sekeliling pulau, 8 di antaranya menunjukkan nilai sangat sesuai, hanya satu titik yang menunjukkan sesuai bersyarat karena banyak sampah bertebaran di pantai dan perairan keruh. Untuk kesesuaian wisata snorkeling sebesar 51-68,13% (cukup sesuai) dan kesesuaian wisata selam sebesar 50-68,83% (cukup sesuai). Namun satu titik di sekitar pengukuran sebelah barat laut, sangat berpotensi dikembangkan untuk wisata selam menjadi lebih baik karena kondisi soft coral yang sangat indah berada pada kedalaman sekitar 6 m dengan dasar slope, cocok digunakan sebagai objek penyelaman. Sedangkan untuk wisata snorkeling pada lokasi barat laut tersebut tidak cocok, namun berpotensi untuk dikembangkan di sepanjang pulau yang memiliki pantai, melihat cukup lebar dan luasnya hamparan karang. Kesimpulan yang diperoleh adalah ekowisata bahari cukup potensi dikembangkan di Pulau Pasumpahan, di antaranya wisata pantai (rekreasi) (sebesar 79,91%/sangat sesuai), wisata selam, dan wisata snorkeling.

Kata kunci:    ekowisata bahari, kesesuaian kawasan, wisata pantai, wisata selam, wisata snorkeling, Pulau Pasumpahan - Kota Padang

ABSTRACT

Pasumpahan Island is located in the Bungus Teluk Kabung District, Padang City is one of the archipelago tourist destinations. The objective of the research is to inventory the potential of coastal resources and assess the regional suitability in supporting ecotourism of Pasumpahan Island. The method used in the study is the mapping and analysis of the suitability of ecotourism is done by calculating a score and weighting parameters used. The results obtained are the highest suitability index contained on coastal tourism potentials (recreation) is 79.91% (very suitable). 8 samples among 9 measurement points are around the island shows very suitable value, only one point showing the suitable conditional because a lot of trash were scattered on the beach and muddy waters. To suitability snorkeling by 51-68.13% (suitable enough) and diving by 50-68.83% (suitable enough). But one point around the northwest measurement is very likely to be developed for diving to be better because the conditions were very beautiful soft corals and a basic profile at a depth of 6 m started slope, suitable for use as a dive attraction. As for the snorkeling at the northwest location is not suitable, but has the potential to be developed along the island which has a coastal, looking quite a width and breadth of the reef flat. The conclusion are enough potential for marine ecotourism developed in Pasumpahan Island, such as coastal tourism (recreational) (amounting to 79.91% / very appropriate), diving and snorkeling ecotourism.

Keywords: marine ecotourism regional suitability, beach tourism, snorkeling, diving, Pasumpahan Island, Padang City


Keywords


Kesesuaian ekowisata; wisata pantai/rekreasi; wisata selam; wisata snorkeling; Pulau Pasumpahan; Kota Padang

Full Text:

PDF

References


Amir, S., F. Yulianda, D.G. Bengen, dan M. Boer. (2011). Optimalisasi Pemanfaatan Wisata Bahari Bagi Pengelolaan Pulau-Pulau Kecil Berbasis Mitigasi (Kasus Kawasan Gili Indah Kabupaten Lombok Utara Propinsi NTB). Jurnal Agrisains. Vol. 12 (3). 8 hlm.

ANTARA Sumbar. (2015). Bappenas: Potensi Pariwisata Kepulauan Rp. 4000 Triliun. http://www.antarasumbar.com/berita/pariwisata/j/9/384138/bappenas-potensi-pariwisata-kepulauan-rp4-000-triliun.html. [30 Januari 2015].

Armita, D. (2011). Analisis Perbandingan Kualitas Air di Daerah Budidaya Rumput Laut dengan Daerah Tidak Ada Budidaya Rumput Laut, Dusun Malelaya, Kabupaten Takalar. Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan. Jurusan Perikanan. Univiversitas Hasanuddin Makasar.

Barkauskiene, K. dan V. Snieska. (2013). Ecotourism As An Integral Part of Sustainable Tourism Development. Economics and Management Journal. Vol. 18 (3).

BSN [Badan Standardisasi Nasional]. (2010). Basis data spasial oseanografi: suhu salinitas, oksigen terlarut, derajat keasaman, turbiditas, dan kecerahan. Rancangan Standar Nasional Indonesia 3. 7644: 2010. 17 hlm.

Cahyanto, N. Priyo., H. Setiyono, E. Indrayanti. (2014). Studi Profil Pantai di Pulau Parang Kepulauan Karimunjawa Jepara. Jurnal Oseanografi UNDIP. Vol. 3 (2).

Disbudpar Kota Padang. (2013). Profil Pariwisata Kota Padang.

Hartoko, A. (2013). Oseanographic Characteristers and Plankton Resources of Indonesia. Penerbit: Graha Ilmu. Cetakan pertama. Hal 5. Yogyakarta.

Johan, Y., F. Yulianda, V.P. Siregar, dan I. Karlina. (2011). Pengembangan Wisata Bahari dalam Pengelolaan Sumber daya Pulau-Pulau Kecil Berbasis Kesesuaian dan Daya Dukung – Studi Kasus Pulau Sebesi Provinsi Lampung. Seminar Nasional “Pengembangan Pulau-Pulau Kecil Dari Aspek Perikanan Kelautan dan Perikanan”. Institut Pertanian Bogor. Prosiding. 11 hlm.

Kementerian Lingkungan Hidup. (2004). Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor: 51 Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut untuk Wisata Bahari dan Biota Laut, Jakarta.

Kordi, M.G.H.K. dan A. B. Tancung. (2007). Pengelolaan Kualitas Air dalam Budi Daya Perairan. Penerbit: Rineka Cipta. Cetakan pertama. Hal 58. Jakarta.

Natural Resources Conservation Service Soils - United States Department of Agriculture. https://www.nrcs.usda.gov/wps/portal/nrcs/detail/soils/ref/?cid=nrcs142p2_054253. [16 Februari 2017].

Supangat, A. dan Susanna. 2005. Pengantar Oseanografi. Pusat Riset Wilayah Laut dan Sumber daya Non-Hayati, BRKP-DKP.

Syaifullah, M. D. (2015). Suhu Permukaan Laut Perairan Indonesia dan Hubungannya dengan Pemanasan Global. Jurnal Segara. Vol. 11 (2). syHal 103-113.

TIES (The International Ecotourism Society). (2015). What is Ecotourism?. https://www.ecotourism.org/what-is-ecotourism. [5 Oktober 2015].

Tomczak, M. dan J.S. Godfrey. (2001). Regional Oceanography: An Introduction. Published online – pdf version.

Wood, M.E. (2002). Ecotourism: Principles, Practices & Policies For Sustainability. United Nations Environment Programme - The International Ecotourism Society. First edition.

Yulianda, F. (2007). Ekowisata Bahari Sebagai Alternatif Pemanfaatan Sumber daya Pesisir Berbasis Konservasi. Seminar Sain Departemen MSP, FPIK IPB. Bogor.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2017.19-2.606

Refbacks



Copyright (c) 2017 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License