VARIASI BULANAN SALINITAS, PH, DAN OKSIGEN TERLARUT DI PERAIRAN ESTUARI BENGKALIS

khairul amri, Muchlizar Muchlizar, Asep Ma'mun

Abstract


Salinitas, pH, dan oksigen terlarut (dissolved oxygen/DO) merupakan paramater oseanografi kimia yang memiliki peranan penting di suatu perairan. Pola dan nilai sebaran ketiga parameter tersebut berbeda antara di perairan estuari dengan di laut lepas. Informasi mengenai kondisi paramater oseanografi kimia perairan estuari Bengkalis penting diketahui karena merupakan habitat terubuk bengkalis (Tenualosa macrura), ikan endemik yang terancam punah akibat degradasi lingkungan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui variasi bulanan parameter kimia oseanografi khususnya salinitas, pH, dan oksigen terlarut perairan estuari Bengkalis, Riau. Penelitian dilakukan selama 7 bulan pada tahun 2015 yaitu bulan April, Mei, Juni, Agustus, September, Oktober, dan November. Metode yang digunakan adalah survei in-situ dengan kapal survei di 16 stasiun pengukuran di estuari Bengkalis. Hasil penelitian menunjukkan nilai sebaran rata-rata bulanan salinitas, pH dan DO di estuari Bengkalis berbeda berdasarkan lokasi dan waktu pengukuran. Nilai sebaran rata-rata bulanan salinitas, pH, dan DO memiliki rentang yang cukup lebar. Salinitas berkisar antara 6,5-30,7 psu; pH berkisar antara 5,9-8,4; dan DO berkisar antara 2,35-5,70 ppm. Nilai pH yang rendah (pH 5,9), dan DO rendah (2,35 ppm) tersebut ditemukan di muara Sungai Siak, ini menguatkan bukti terjadinya pencemaran di aliran sungai ini.

Keywords


variasi bulanan, salinitas, pH, DO, perairan estuari Bengkalis

Full Text:

PDF

References


Andrianto, T. (2005). Pedoman Praktis Budidaya Ikan Kerapu Macan. Yogyakarta: Absolut.

Bengen, D. G. (2004). Menuju Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu Berbasis Daerah Aliran Sungai (DAS), dalam Interaksi daratan dan Lautan: Pengaruhnya terhadap Sumber Daya dan Lingkungan. Prosiding Simposium Interaksi Daratan Dan Lautan.

Brown, A., & Rengi, P. (2014). Pelagic Fish Stock Estimation by Using the Hydroacoustic Method in Bengkalis Regency Waters. Berkala Perikanan Terubuk, 24(1), 21–34.

Dojlido, J. R., & Best, G. A. (1993). Chemistry of Water and Water Pollution. United Kongdom: Ellis Horwood Limited.

Dwirastina, M., & Abidin, M. (2014). Konstruksi dan Hasil Tangkapan Jaring Trammel yang Beroperasi di Estuari Sungai Musi, Sumatera Selatan. Bulletin Teknik Litkayasa, 11(1).

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan (lima). Yogyakarta: Kanisius.

Efizon, D., Djunaedi, O. S., Dhahiyat, Y., & Koswara, B. (2012). Kelimpahan Populasi dan Tingkat Eksploitasi Ikan Terubuk (Tenualosa Macrura) di Perairan Bengkalis, Riau. Berkala Perikanan Terubuk, 40(1), 52–65.

Fadli, F., Samiaji, J., & Amin, B. (2014). Profil Parameter Kimia Oseanografi Pantai Timur Sumatera. Jurnal April 2015 Agustus 2015 September 2015 Oktober 2015 November 2015 DO (mg/l) U DO Permukaan 2015 Majalah Ilmiah Globë Volume 20 No.2 Oktober 2018: 58-67 67 Online Mahasiswa Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Riau, 1(1).

Fajri, N. E., & Kasry, A. (2013). Kualitas Perairan Muara Sungai Siak ditinjau dari Sifat Fisik-Kimia dan Makrozoobentos. Berkala Perikanan Terubuk, 41(1), 37–52.

Gang-ji, Z. (2007). Hydrodinamic and Water Quality: Modelling Rivers, Likes and Estuaries. Wiley Online Library. https://doi.org/DOI:10.1002/9780470241066. Ginting, R. S., Elvira, R., & Yusfiati. (2015). Inventarisasi Jenis-jenis Ikan Buntal (Famili Tetraodontidae) di Muara Perairan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. JOM FMIPA, 2(1).

Gusriani, Y. (2014). Strategi Pengendalian Pencemaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Siak di Kabupaten Siak. Jurnal Online Mahasiswa (JOM) Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Universitas Riau, 1(1).

Hadikusumah. (2008). Variabilitas Suhu dan Salinitas di Perairan Cisadane. Makara Sains, 12(2), 82–88.

Hamzah, F., & Saputro, P. D. (2013). Pola Sebaran Logam Berat dan Nutrien pada Musim Kemarau di Estuari Perancak, Bali. Jurnal Segara, 9(2), 117– 127.

Merta, G. S., Suwarso, Wasilun, Wagiyo, K., Girsang, E. S., & Suprapto. (1999). Status populasi dan bioekologi ikan terubuk Tenualosa macrura (Clupeidae) di Propinsi Riau. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 5(3), 15–29.

Odum, E. P. (1971). Fundamentals of Ecology. 3rd Edition. Philadelphia: W.B. Saunders Company.

Patty, S. I. (2013). Distribusi Suhu, Salinitas dan Oksigen Terlarut di Perairan Kema, Sulawesi Utara. Jurnal Ilmiah Platax, 1(3), 148–157.

Patty, S. I. (2015). Karakteristik Fosfat, Nitrat dan Oksigen Terlarut di Perairan Selat Lembeh, Sulawesi Utara. Tropis, Jurnal Pesisir Dan Laut, 1(1), 1–7.

Pescod, M. B. (1973). Investigation of Rational Effluent and Stream Standard for Tropical Countries. London: AIT. Pritchard, D. W. (1967). What is an estuary: a physical viewpoint. American Association for the Advancement of Science, 83, 3–5.

Purba, N. P., & Khan, A. M. . (2010). Karakateristik FisikaKimia Perairan Pantai Dumai pada Musim Peralihan. Jurnal Akuatika, 1(1), 69–83.

Putri, N. A. D. (2011). Kebijakan Pemerintah dalam Pengendalian Pencemaran Air Sungai Siak (Studi Pada Daerah Aliran Sungai Siak Bagian Hilir). Jurnal Ilmu Politik Dan Ilmu Pemerintahan, 1(1), 68– 79.

Salmin. (2005). Oksigen Terlarut (DO) dan Kebutuhan Oksigen Biologi (BOD) Sebagai Salah Satu Indikator Untuk Menentukan Kualitas Perairan. Jurnal Oseana, 30(3), 21–26.

Sembiring, S. M. R., Melki, & Agustriani, F. (2012). Kualitas Perairan Muara Sungsang ditinjau dari Konsentrasi Bahan Organik pada Kondisi Pasang Surut. Jurnal Online Maspari Journal, 4(2), 238– 247. Retrieved from http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/maspari/article/ viewFile/1392/500

Supriadi, I. H. (2001). Dinamika Estuari Tropik. Jurnal Oseana, 26(4), 1–11.

Supriharyono. (2000). Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah Pesisir Tropis. Jakarta: Gramedia.

Sutamiharja, R. T. M. (1987). Kualitas dan Pencemaran Lingkungan. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Suwarso, & Merta, I. G. (2003). Penurunan Populasi dan Alternatif Pengelolaan Ikan Terubuk, Tenualosa macrura (Clupeidae), di Propinsi Riau. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 6(2), 25–36.

Wyrtki, K. (1961). The Physical Oceanography of South East Asian Waters. In Naga Report (Vol. 2). La Jolla. CA.: . University California Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2018.20-2.645

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License