ANALISIS POTENSI RAMBATAN TSUNAMI DI PANTAI UTARA DESA DULUKAPA DAN DEME 1 KABUPATEN GORONTALO UTARA UNTUK MITIGASI BENCANA TSUNAMI

Nurfitriani Nurfitriani, Gybert E Mamuaya, Rignolda Djamaluddin, Tatok Yatimantoro

Abstract


Secara tektonik, zona subduksi di utara Gorontalo berpotensi menimbulkan gempa bumi yang dapat mengakibatkan tsunami. Kajian statistik seismisitas menunjukkan adanya indikasi celah kegempaan di wilayah tersebut dengan Magnitudo maksimum sebesar 8,2 Mw. Pemodelan tsunami dilakukan untuk mengestimasi ketinggian run up tsunami di pesisir pantai dan luasan daerah genangan tsunami sebagai upaya mitigasi bencana tsunami di Desa Dulukapa dan Deme 1. Pemodelan tsunami menggunakan teori gelombang linier di laut dalam dan gelombang perairan dangkal pada perairan dengan kedalaman dangkal dan daerah landaan dengan grid yang konstan dengan bantuan aplikasi TUNAMI-N2. Gempa bumi yang digunakan untuk pemodelan merupakan skenario terburuk berdasarkan tatanan tektonik dan sejarah kegempaan wilayah penelitian. Data yang digunakan meliputi data batimetri GEBCO (General Bathymetric Chart Of The Ocean) grid 30 arc second dan topografi SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) grid 1 arc second yang dikeluarkan oleh USGS. Selanjutnya, data gempa bumi dan tsunami masing-masing diperoleh dari katalog gempa bumi Advanced Nasional Seismic System (ANSS) dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hasil penelitian menunjukkan waktu penjalaran gelombang dari episenter ke pantai utara Desa Dulukapa 18,2–13,8 menit dengan run up 9,8–13,8 m dan jarak terjauh landaan tsunami sejauh 800 m. Sementara itu, waktu tiba tsunami di Desa Deme 1 sekitar 18,8–23,83 menit dengan run up
10,76–15,1 m, dan jarak terjauh landaan tsunami sejauh 830 m. Luasan daerah landaan tsunami mencapai 1900 m² pada kedua desa tersebut. Kedua desa tersebut merupakan wilayah yang rawan terdampak tsunami sehingga perlu dilakukan upaya mitigasi bahaya tsunami untuk mengurangi resiko yang ditimbulkan.


Keywords


Potensi rambatan tsunami, pemodelan, TUNAMI-N2

Full Text:

767

References


Baeda, A. (2012). Kajian Potensi Tsunami Akibat Gempa Bumi Bawah Laut di Perairan Pulau Sulawesi. Jurnal Teknik Sipil, 19 (1), 75-82.

Bakar, A. A., Mardiatno, D., & Marfai, M. A. (2017). Study on potential tsunami by earthquake in subduction zone of Sulawesi Sea. Arabian Journal of Geosciences, 10 (24), 553. doi: 10.1007/s12517-017-3286-4

Basith, A., Kongko, W., & Oktaviani, N. (2012). Pemodelan Spasial Landaan Tsunami Menggunakan Variasi Lokasi Sumber dan Magnitud Gempa Studi Kasus Kota Padang. Proceeding of Conference on Geospatial Science and Engineering, Yogyakarta.

BMKG. (2012). Buku Pedoman Pelayanan Peringatan Dini Tsunami InaTEWS.

Chow, V. T. (1959). Open-Channel Hydraulics. MacGraw Hill Kogakusha, Ltd. Tokyo.

Daoed, D., Febriansyah, M. D., & Syukur, M. (2013). Model fisik arah aliran gelombang tsunami di daerah purus dan ulak karang padang. Jurnal Rekayasa Sipil (JRS-Unand), 9 (2), 20–30. doi: 10.25077/jrs.9.2.20-30.2013

Horspool, N., Pranantyo, I., Griffin, J., Latief, H., Natawidjaja, D., Kongko, W., … Thio, H. (2014). A Probabilistic Tsunami Hazard Assessment for Indonesia. Nat. Hazards Earth Syst. Sci., 14, 3105–3122. doi: 10.5194/nhess-14-3105-2014

Immamura, F., Yalciner, A. C., & Ozyurt, G. (2006). Tsunami Modelling Manual (TUNAMI Model).

Irsyam, M., Sengara, I. W., Aldiamar, F., Widiyantoro, S., Triyoso, W., Natawidjaja, D. H., … Ridwan, M. (2010). Development of Seismic Hazard Maps of Indonesia for Revision of Seismic Hazard Maps in SNI 03-1726-2002. (Research report submitted to the Ministry of Public Worksby the Team for Revision of Seismic Hazard Maps of Indonesia.).

Kaharuddin, Hutagalung, R., & Nurhamdan. (2011). Perkembangan Tektonik dan Implikasinya terhadap Potensi Gempa dan Tsunami di Kawasan Pulau Sulawesi. In Proceedings JCM Makassar. Makassar.

Lander, J. F., Whiteside, L. S., & Lockridge, P. A. (2013). Two Decades Of Global Tsunamis 1982-2002. Science of Tsunami Hazards, 21 (1), 3.

Latief, H., Puspito, N. T., & Imamura, F. (2000). Tsunami Catalog and Zones in Indonesia. Journal of Natural Disaster Science, 22 (1), 25–43.

Mardiatno, D. (2013). A proposal for tsunami mitigation by using coastal vegetations: some findings from southern coastal area of Central Java, Indonesia. Journal of Natural Resources and Development, 3. doi: 10.5027/jnrd.v3i0.07.

Mardiatno, D., Malawani, M., Wacano, D., & Ahmad, D. (2017). Review on Tsunami Risk Reduction in Indonesia Based on Coastal and Settlement Typology. The Indonesian Journal of Geography, 49 (2). doi: 10.22146/ijg.28406

Pujiastuti, D. (2010). Visualisasi Penjalaran Gelombang Tsunami Di Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat. Jurnal Ilmu Fisika Universitas Andalas, 2 (1).

Ulutas, E. (n.d.). Tsunami Simulation of the October 25, 2010, South Pagai Island, Sumatra earthquake. International Journal of Physical Sciences, 6 (3), 459–475.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2018.20-2.767

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License