ARAHAN KEBIJAKAN MITIGASI BENCANA BANJIR BANDANG DI DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KURANJI, KOTA PADANG (Policy Direction on Flash Floods Disaster Mitigation in Kuranji Watershed, Padang City)

Yennie Pratiwi Putri

Abstract


Daerah aliran sungai (DAS) Kuranji merupakan merupakan DAS terluas dibandingkan 3 DAS yang ada di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat. Pada DAS tersebut pernah terjadi beberapa kali banjir bandang, sehingga perlu diwaspadai kejadian serupa di masa yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan, mengidentifikasikan tingkat bahaya, mengetahui kerentanan sosial, serta arahan kebijakan mitigasi bencana banjir bandang pada DAS Kuranji. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode penelitian kombinasi (Mixed Method). Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, metode analisis karakteristik lahan adalah metode scoring, dan tingkat bahaya menggunakan analisis data fisik. Arahan  kebijakan mitigasi menggunakan metode wawancara dan pengisian kuesioner, kemudian dianalisis dengan AHP (Analytical Hierarchy Process). Hasil penelitian menunjukkan terdapat tiga kelas karakteristik lahan di DAS Kuranji, yaitunya kategori baik (1), sedang (7), dan buruk (4). Tingkat bahaya banjir bandang terdapat 3 kelas, yaitu kelas rendah (2), sedang (6), dan tinggi (4). Tingkat kerentanan sosial bencana banjir bandang menurut rasio kelamin hanya terdapat 1 kelas yaitu tinggi, dan menurut kelompok umur terbagi 2 kelas yaitu kerentanan sedang dan kerentanan tinggi. Arahan kebijakan mitigasi bencana banjir bandang adalah rekayasa biofisik, pengelolaan DAS terpadu, penataan ruang berbasis bencana, dan pembangunan sistem peringatan dini.

 


Keywords


arahan kebijakan, banjir bandang, mitigasi, DAS kuranji

Full Text:

PDF

References


Adi, S., & Thamrin, J. M. H. (2013). Characterization Of Flash Flood Disaster In Indonesia Karakterisasi Bencana Banjir Bandang di Indonesia, 15(1), 42– 51.

Antomi, Y., & Iskarni, P. (2017). An Analysis of SocioEconomic Growth of Coastal Society in Belitung Regency, Bangka Belitung Islands Province, Indonesia. Sumatera Journal of Disaster, 78 – 82.

Awaliyah, N., Sarjanti, E., & Sarwono, S. (2014). Pengetahuan Masyarakat Dalam Mitigasi Bencana Banjir di Desa Penolih Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga. Geoedukasi, 3(2), 92–95.

Azmeri, Fatimah, E., Herawati, H., Sundary, D., & Isa, A. H. (2017). Analisis Spasial Risiko Banjir Bandang Akibat Keruntuhan Bendungan Alami pada DAS Krueng Teungku , Kabupaten Aceh Besar , Provinsi Aceh. Jurnal Teknik SIpil, 24(3), 229–236. http://doi.org/10.5614/jts.2017.24.3.6

Azmeri, & Sundary, D. (2013). Kajian Mitigasi Bencana Banjir Bandang Kecamatan Leuser Aceh Tenggara Melalui Analisis Perilaku Sungai Dan Daerah Aliran Sungai. In Konferensi Nasional Teknik Sipil 7 UNS (Vol. 2, pp. 1–7).

Darmanto, E., Latifah, N., & Susanti, N. (2014). Penerapan Metode Ahp (Analythic Hierarchy Process) Untuk Menentukan Kualitas Gula Tumbu. Simetris: Jurnal Teknik Mesin, 5(1), 75 – 82.

Dibyosaputro, S. (2016). Longsor Lahan di Daerah Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Majalah Geografi

Indonesia, 16(2), 13–34. http://doi.org/https://doi.org/10.22146/mgi.13232

Jariyah, N. A., & Pramono, I. B. (2013). Kerentanan Sosial Ekonomi Dan Biofisik Di DAS Serayu: Collaborative Management. Jurnal Penelitian Sosial Dan Ekonomi Kehutanan, 10(3), 141–156.

Kodoatie, J. R., & Sjarief, R. (2005). Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Yogyakarta: Andi Offset.

Marimin. (2004). Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Grasindo.

Maulana, E., & Wulan, T. (2015). Pemetaan Multi-Rawan Kabupaten Malang Bagian Selatan dengan Menggunakan Pendekatan Bentangalam. In Simposium Nasional Sains Geoinformasi. http://doi.org/10.13140/RG.2.2.33969.79208

Paimin, Sukresno, & Pramono, I. B. (2009). Teknik Mitigasi Banjir dan Tanah Longsor. Balikpapan. Balikpapan: Tropenbos International Indonesia. Retrieved from www. tropenbos. org/file. php/337/tehnik-mitigasi-dan-tanah-longsor

Rahardjanto, K. (2012). Bencana Alam Banjir Bercampur Sedimen di Daerah Situbondo Jawa Timur. In Simposium Nasional Penanggulangan Bencana (pp. 134 – 142).

Risma, Paharuddin, & Sakka. (2014). Analisis Spasial untuk Menentukan Zona Resiko Banjir Bandang (Studi Kasus: Kabupaten Sinjai). In Prosiding Seminar Nasional Geofisika (pp. 109 – 113). Makassar.

Rosyidie, A. (2013). Banjir : Fakta dan Dampaknya , Serta Pengaruh dari Perubahan Guna Lahan, 24(3).

Sahara, F., Istijono, B., & Sunaryo. (2013). Identifikasi Kerusakan Akibat Banjir Bandang di Bagian Hulu Sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Limau Manis. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(2), 72–81.

Savitri, M. A. D., & Taofiqurohman, A. (2012). Kajian Tingkat Kerentanan Lingkungan Fisik Pesisir Menggunakan Metode Ahp (Analitical Hirarchy Process) Di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Jurnal Perikanan Kelautan, 3(3), 301–310.

Sudamara, Y., Sompie, B. F., & Mandagi, R. J. (2012). Optimalisasi Penanggulangan Bencana Banjir di Kota Manado Dengan Metode AHP (Analytical Hierarchy Process). Jurnal Ilmiah Media Engineering, 2(4), 232–237.

Utama, Lusi. dan Naumar, A. (2015). Kajian Kerentanan Kawasan Berpotensi Banjir Bandang dan Mitigasi Bencana pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Kuranji Kota Padang. Jurnal Rekayasa Sipil, 9(1), 21–28.

Utomo, B. ., & Supriharjo, R. . (2012). Pemintakatan Risiko Bencana Banjir Bandang di. Jurnal Teknik ITS, 1(1), 58 – 62.

Wahyuni, E. F., & Azmeri. (2015). Analisis Tingkat Kerentanan Dan Kapasitas Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Bandang Kecamatan Celala Kabupaten Aceh Tengah. Jurnal Ilmu Kebencanaan, 2(3).




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2018.20-2.770

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License