KARAKTERISTIK POLA SPEKTRAL PADA LAHAN TAMBANG TIMAH BERBASIS CITRA

Nanik Suryo Haryani, Hana Listi Fitriana, Iskandar Effendy

Abstract


Obyek yang berada di permukaan bumi mempunyai nilai spektral yang berbeda, sehingga setiap obyek yang terekam dalam citra satelit pada setiap panjang gelombang elektromagnetik akan mempunyai nilai spektral yang berbeda pula. Permasalahan yang muncul pada lahan bekas tambang ini adanya lahan terbuka yang secara visual terlihat adanya beraneka ragam kenampakan. Kondisi ini menarik untuk dilakukan penelitian masalah karakteristik spektral pada obyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik spektral pada lahan bekas tambang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan data citra Landsat tahun 2005, 2010, dan 2015, dengan mengkonversi nilai digital menjadi nilai reflektansi, selanjutnya melakukan konversi ke spektral radiansi Top of Atmosphere (ToA), konversi ke reflektansi ToA, dan konversi spektral radiansi ke temperatur kecerahan. Karakteristik pola spektral pada lahan bekas tambang yang dihasilkan berdasarkan reflektansi yang diperoleh dari citra tersebut. Hasil karakteristik pola spektral yang diteliti dari obyek pada lahan bekas tambang yang dikelaskan menjadi 4 kelas yaitu daerah terbuka secara visual berwarna abu-abu, putih terang, coklat dan kolong (bekas lahan tambang berbentuk cekung yang terisi air) yang secara visual berwarna biru. Perbedaan spektral yang terlihat jelas adalah pola spektral pada band 1, band 2, dan band 5, sedangkan band 3 dan band 4 mempunyai pola yang hampir sama. Korelasi antara nilai spektral hasil pengolahan citra terhadap nilai spektral hasil pengukuran di lapangan pada lahan terbuka bekas tambang timah mempunyai nilai korelasi terbesar pada obyek timah coklat dengan nilai korelasi sebesar 83,70%, sedangkan nilai korelasi terkecil pada obyek kolong dengan nilai korelasi sebesar 67,90%.


Keywords


Karakteristik; spektral; penginderaan jauh; lahan tambang

Full Text:

PDF

References


BPLHD. (2016). Jenis Tanah dan Batuan. Provinsi Bangka Belitung.

Charou, E., Stefouli, M., Dimitrakopoulos, D. Vasileiou, E. & Mavarantza, O.D (2010). Using Remote Sensing to Assess Impact of Mining Activities on Land and Using Remote Sensing to Assess Impact of Mining Activities on Land and Water Resources. Mine Water and Environtment, 29(1), 45-52 https://doi.org/10.1007/s10230-010-0098-0

De Filho, F. J. B.O., & Metzger, J. P. (2006). Thresholds in landscape structure for three common deforestation patterns in the Brazilian Amazon. Landscape Ecology, 21(7), 1061–1073. https://doi.org/10.1007/s10980-006-6913-0

Fernández-Manso, A., Quintano, C., & Roberts, D. (2012). Evaluation of potential of multiple endmember spectral mixture analysis (MESMA) for surface coal mining affected area mapping in different world forest ecosystems. Remote Sensing of Environment, 127, 181–193. https://doi.org/10.1016/j.rse.2012.08.028

Green, E. P. (2000). Note on this pdf version. In Alasdair J. Edward (Ed.), Remote Sensing Handbook for Tropical Coastal Management (3rd ed., pp. 109–120).

Kariyawasam, N., Raval, S., & Shamsoddini, A. (2014). Incorporating Remote Sensing as a Tool to Assist Rehabilitation Monitoring in a Dolomite Mining Operation in South Australia Incorporating Remote Sensing as a Tool to Assist Rehabilitation Monitoring in a D olomite Mining Operation in South Australia, (June 2014), 1–13.

Novera, Y. (2008). Analis Vegetasi , Karakteristik Tanah dan Kolonisasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Lahan Bekas Tambang Timah. Mathematics and Natural Science.

Petropoulos, G. P., Partsinevelos, P., & Mitraka, Z. (2013). Change detection of surface mining activity and reclamation based on a machine learning approach of multi-temporal Landsat TM imagery. Geocarto International, 28(4), 323–342. https://doi.org/10.1080/10106049.2012.706648

Santos, S. D, M. P., Camara, G., Escada, M. I. S., & Modesto de Souza, R. C. (2008). Remote-sensing image mining: Detecting agents of land-use change in tropical forest areas. International Journal of Remote Sensing, 29(16), 4803–4822. https://doi.org/10.1080/01431160801950634

Schroeter, L., & GläÄer, C. (2011). Analyses and monitoring of lignite mining lakes in Eastern Germany with spectral signatures of Landsat TM satellite data. International Journal of Coal Geology, 86(1), 27–39. https://doi.org/10.1016/j.coal.2011.01.005

Subardja, D., Ritung, S., Anda. M., Sukarman., Suryani, E., & Subandiono, R. E. (2014). Petunjuk Teknis Klasifikasi Tanah Nasional. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Penelitian dan pengembangan penelitian, Bogor.

Subowo, G. (2011). Penambangan Sistem Terbuka Ramah Lingkungan Dan Upaya Reklamasi Pasca Tambang Untuk Memperbaiki Kualitas Sumberdaya Lahan Dan Hayati Tanah. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(2), 83–94.

Suresh, M., & Jain, K. (2013). Change Detection and Estimation of Illegal Mining using Satellite Images. In Proceedings of 2nd International conference of Innovation in Electronics and communication Engineering (ICIECE-2013)., 246–251.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-1.846

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License