PENENTUAN PRIORITAS PEMBAHARUAN PETA MANGROVE INDONESIA MENGGUNAKAN MODEL FOREST CANOPY DENSITY Studi Kasus Delta Mahakam Kalimantan Timur (Priority Updating of Peta Mangrove Indonesia Using Forest Canopy Density Model)

Muhammad Sufwandika Wijaya, Prama Ardha Aryaguna, Aninda Wisaksanti Rudiastuti

Abstract


Deforestasi Mangrove menjadi salah satu perhatian karena dampak yang ditimbulkan tidak hanya merugikan ekosistem tetapi juga berdampak pada manusia. Fungsi ekosistem Mangrove yang hilang karena deforestasi seperti kemampuan untuk menahan erosi, meredam dan memecah ombak, menahan intrusi air laut, dan menyerap pencemaran. Peta Mangrove Indonesia merupakan salah satu produk dari Kebijakan Satu Peta (One Map Policy) yang dihasilkan melalui proses pemetaan yang melibatkan anggota Kelompok Kerja Mangrove Nasional. Namun  pembaharuan terhadap peta ini diperlukan untuk mengetahui perubahan kondisi Mangrove tersebut. Untuk itu diperlukan sebuah metode yang tepat dan cepat untuk mengkaji perubahan penutup Mangrove seperti Forest Canopy Density (FCD). Model FCD adalah pemodelan digital yang mampu memberikan informasi perubahan kerapatan vegetasi secara cepat. Hasil dari pemodelan FCD di delta sungai Mahakam dari tahun 2014 – 2016 menunjukkan bahwa kerapatan Mangrove mengalami penurunan signifikan yaitu 0 – 68%. Beberapa lokasi menunjukkan penurunan kerapatan kanopi lebih dari 50%, dimana pada penelitian ini dianggap mengalami tingkat deforestasi tinggi. Sebaran eksisting mangrove yang mengalami deforestasi tinggi hasil model FCD adalah lokasi prioritas untuk dilakukan pembaharuan Peta Mangrove Indonesia. Model FCD untuk penentuan prioritas pembaharuan Peta Mangrove Indonesia memiliki akurasi total 84%. 


Keywords


Mangrove; Forest Canopy Density; Delta Mahakam; Landsat OLI 8

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


Danoedoro, P. (2012). Pengantar Penginderaan Juh Digital. ANDI.

Deka, J., Tripathi, O. P., & Khan, M. L. (2013). Implementation of Forest Canopy Density Model to Monitor Tropical Deforestation. Journal of the Indian Society of Remote Sensing, 41(2), 469–475. https://doi.org/10.1007/s12524-012-0224-5

Godinho, S., Guiomar, N., & Gil, A. (2016). Using a stochastic gradient boosting algorithm to analyse the effectiveness of Landsat 8 data for montado land cover mapping: Application in southern Portugal. International Journal of Applied Earth Observation and Geoinformation, 49, 151–162. https://doi.org/10.1016/j.jag.2016.02.008

Hamdan, O., Khali Aziz, H., & Mohd Hasmadi, I. (2014). L-band ALOS PALSAR for biomass estimation of Matang Mangroves, Malaysia. Remote Sensing of Environment, 155, 69–78. https://doi.org/10.1016/j.rse.2014.04.029

Hartini, S., Saputro, G. B., Yulianto, M., & Suprajaka. (2010). Assessing the used of remotely sensed data for mapping mangroves Indonesia. In 10th WSEAS/IASME International Conference on Electric Power Systems, High Voltages, Electric Machines, POWER’10, 6th WSEAS International Conference on Remote Sensing, REMOTE’10 (pp. 210–215). Retrieved from http://www.scopus.com/inward/record.url?eid=2-s2.0-79958711646&partnerID=40&md5=3c56519f416a5d74051ac82be6d5687d

KKP. (2015). Menanam Mangrove, Memulihkan Delta Mahakam. Koran Kaltim, p. 1. Retrieved from http://news.kkp.go.id/index.php/menanam-mangrove-memulihkan-delta-mahakam/

Mon, M. S., Kajisa, T., Mizoue, N., & Yoshida, S. (2010). Degradation Monitoring Deforestation. Japan Society of Forest Planning, 15, 63–72.

Panta, M., & Kim, K. (2006). Spatio-temporal Dynamic Alteration of Forest Canopy Density based on Site Associated Factor. Korean Journal of Remote Sensing, 22(5), 11. Retrieved from koreascience.or.kr

Rikimaru, A., & Miyatake, S. (1997). Development of Forest Canopy Density Mapping and Monitoring Model using Indices of Vegetation, Bare soil and Shadow. In Presented paper for the 18th ACRS. Retrieved from http://ci.nii.ac.jp/naid/10007236104/en/

Rudiastuti, A., Wijaya, S. W., Setyawan, I. E., Yuwono, D. M., Widiastuti, R., Sulistyono, & Sandhi, R. H. (2015). Deskripsi Peta MANGROVE Sulawesi. (Nurwadjedi, A. Rusmanto, & G. H. Pramono, Eds.). Badan Informasi Geospasial.

Saptiani, G., Asikin, A. N., Ardhani, F., & Hardi, E. H. (2018). Mangrove plants species from Delta Mahakam , Indonesia with antimicrobial potency. Biodiversitas, 19(2), 466–471. https://doi.org/10.13057/biodiv/d190220

Setiawan, Y., Bengen, D. G., Kusmana, C., & Pertiwi, S. (2015). Estimasi Nilai Eksternalitas Konversi Hutan Mangrove Menjadi Pertambakan di Delta Mahakam Kabupaten Kutai Kartanegara. Jurnal Penelitian Hutan Tanaman, 12(3), 201–210.

Sukarna, R. M. (2008). Aplikasi Model Forest Canopy Density Citra Landsat 7 ETM untuk menentukan Indeks Luas Tajuk (Crown Area Index) dan Kerapatan Tegakan (Stand Density) Huta Rawa Gambut di DAS Sebangau Provinsi Kalimantan Tengah. Majalah Geografi Indonesia, 22(1), 1–21.

Sukarna, R. M., & Sahid, Y. (2016). FCD Application of Landsat for Monitoring Mangrove in Central Kalimantan. Indonesian Journal of Geography, 47(2), 160. https://doi.org/10.22146/ijg.9259

Umroh, Adi, W., & Sari, S. P. (2016). Detection of Mangrove Distribution in Pongok Island. Procedia Environmental Sciences, 33, 253–257. https://doi.org/10.1016/j.proenv.2016.03.076

White, J. C., Tompalski, P., Coops, N. C., & Wulder, M. A. (2018). Comparison of airborne laser scanning and digital stereo imagery for characterizing forest canopy gaps in coastal temperate rainforests. Remote Sensing of Environment, 208(January), 1–14. https://doi.org/10.1016/j.rse.2018.02.002




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2018.20-2.858

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License