ANALISIS IMPLEMENTASI 30% RUANG TERBUKA HIJAU DI DKI JAKARTA

Panji Prakoso, Herdis Herdiansyah

Abstract


Pertambahan jumlah penduduk di DKI Jakarta berdampak pada proses pertumbuhan kota. Hal ini identik dengan kegiatan pembangunan kota secara masif yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakatnya. Akan tetapi terdapat permasalahan dalam pemenuhan syarat tentang keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) karena telah mengalami penurunan kualitas maupun kuantitas, yang seharusnya dalam Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 memiliki luas sebesar 30% dari luas wilayah administrasi. Persyaratan ini belum dapat dipenuhi oleh Pemerintah DKI Jakarta karena keberadaan RTH di DKI Jakarta kurang dari 10%. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan kebutuhan RTH DKI Jakarta secara kualitatif melalui pendekatan luas wilayah administrasi dan jumlah penduduk. Penelitian ini juga menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk merumuskan prioritas solusi kebijakan yang lebih tepat untuk dapat dilakukan oleh pengambil kebijakan terkait. Kebutuhan RTH DKI Jakarta melalui pendekatan peraturan perundangan adalah sebesar 198,70 km², sedangan jika dilakukan melalui pendekatan jumlah penduduk kebutuhan RTH sebesar 96,78 km². Berdasarkan hasil perhitungan AHP, prioritas kebijakan yang dapat diimplementasikan adalah dengan mewujudkan kolaborasi antar pemangku kepentingan (57,15%), meningkatkan partisipasi masyarakat (33,72%), dan melakukan penguatan regulasi (9,13%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa upaya memenuhi persyaratan RTH 30% perlu dilakukan perencanaan dan kerja sama dari berbagai pihak, yaitu kolaborasi antar pemangku kepentingan, peningkatan partisipasi masyarakat dan penguatan regulasi yang dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan. RTH sebagai ruang publik juga merupakan tempat berinteraksi yang mampu meningkatkan harmoni sosial sehingga keberadaannya mutlak ada dalam perencanaan tata ruang.

Keywords


land requirements; environment; population; green open space; spatial

Full Text:

PDF

References


Altunkasa, M. F., & Uslu, C. (2004). The Effects of Urban Green Spaces on House Prices in the Upper Northwest Urban Development Area of Adana (Turkey). Turkish Journal of Agriculture and Forestry, 28(3), 203–209.

Andriani, S., Waryono, T., & Thayib, M. H. (2014). Identifikasi Kawasan Peluang Pemenuhan Target Ruang Terbuka Hijau 30% di DKI Jakarta. Bumi Lestari, 14(2).

Anguluri, R., & Narayanan, P. (2017). Role of Green Space in Urban Planning: Outlook Towards Smart Cities. Urban Forestry & Urban Greening, 25, 58–65.

Asiani, Y. (2007). Pengaruh Kondisi Ruang Terbuka Hijau (RTH) pada Iklim Mikro di Kota Bogor. Depok. Universitas Indonesia.

Bird, W. (2007). Natural Thinking: Investigating the links Between The Natural Environment, Biodiversity and Mental Health. Royal Society for the Protection of Birds.

BPS. (2012). Jakarta dalam Angka. Jakarta: BPS Provinsi DKI Jakarta.

BPS. (2015). Statistik daerah provinsi DKI Jakarta 2015. Jakarta: Bidang Neraca Wilayah dan Analisis-BPS Provonsi DKI Jakarta.

Coutts, C. J., & Taylor, C. (2011). Guest Commentary: Putting the Capital “E” Environment Into Ecological Models of Health. Journal of Environmental Health, 74(4), 26–29.

Cox, W. (2012). World Urban Areas Population and Density: A 2012 Update | Newgeography.com. new geography. Retrieved from http://www.newgeography.com/content/002808-world-urban-areas-population-and-density-a-2012-update

Dennis, M., & James, P. (2016). User Participation in Urban Green Commons: Exploring The Links Between Access, Voluntarism, Biodiversity and Well Being. Urban Forestry & Urban Greening, 15, 22–31.

Estoque, R. C., Murayama, Y., & Myint, S. W. (2017). Effects of Landscape Composition and Pattern on Land Surface Temperature: An Urban Heat Island Study in The Megacities of Southeast Asia. Science of the Total Environment, 577, 349–359.

Haq, S. M. A. (2011). Urban Green Spaces and An Integrative Approach to Sustainable Environment. Journal of Environmental Protection, 2(5), 601.

Hassim, R. A. (2010). Pengaruh Pengetahuan Tentang Hukum Lingkungan dan Penilaian Atas Regulasi Pemerintah Terhadap Partisipasi Pelaku Industri Dalam Mengelola Kawasan Industri di Kota Singkawang. Jurnal Ilmiah Pendidikan Lingkungan dan Pembangunan, 11(2), 57–81.

Kautsar, L., & Waryono, T. (2017). The return of “Gasoline station-park” status into green-open space in DKI Jakarta Province. 1862, 30197. AIP Publishing.

Mantler, A., & Logan, A. C. (2015). Natural Environments and Mental Health. Advances in Integrative Medicine, 2(1), 5–12.

Mbele, M. F. B., & Setiawan, R. P. (2015). Kriteria Penyediaan Ruang Terbuka Hijau Publik Berdasarkan Kebutuhan Oksigen di Kota Malang. Jurnal Teknik ITS, 4(2), 1–3. http://doi.org/10.12962/j23373539.v4i2.10901

Mutiara, S., & Isami, K. (2012). Characteristic of public small park usage in Asia Pacific countries: case study in Jakarta and Yokohama City. Procedia-Social and Behavioral Sciences, 35, 412–419.

Novianty, R., Neolaka, A., & Rahmayanti, H. (2012). Evaluasi Mengenai Kuantitas dan Kualitas Ruang Terbuka Hijau Di Wilayah DKI Jakarta. Jurnal Menara, VII No. 1.

Paramesti, N. P. D. (2016). Implementasi Kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Administrasi Jakarta Selatan Provinsi DKI Jakarta. Jurnal Politikologi, 3, 1-10.

Rawung, F. C. (2015). Efektivitas Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dalam Mereduksi Emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di Kawasan Perkotaan Boroko. Media Matrasain, 12(2), 17–32.

Richardson, E., Pearce, J., Mitchell, R., Day, P., & Kingham, S. (2010). The Association Between Green Space and Cause-Specific Mortality in Urban New Zealand: An Ecological Analysis of Green Space Utility. BMC Public Health, 10(1), 240. http://doi.org/10.1186/1471-2458-10-240

Saaty, T. L. (1980). The Analytical Hierarchy Process, Planning, Priority. Resource Allocation. USA: RWS Publications.

Saaty, T. L. (2010). The Eigenvector in Lay Language. International Journal of the Analytic Hierarchy Process, 2(2). http://doi.org/10.13033/ijahp.v2i2.87

Subarudi, S., & Samsoedin, I. (2012). Kajian Kebijakan Hutan Kota: Studi Kasus di Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta (DKI). Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan.

Suwargana, N. (2005). Deteksi Ruang Terbuka Hijau Menggunakan Teknik Penginderaan Jauh (Studi Kasus: DKI Jakarta). Pertemuan Ilmiah Tahunan MAPIN XIV.

Triguero-Mas, M., Dadvand, P., Cirach, M., Martínez, D., Medina, A., Mompart, A., … Nieuwenhuijsen, M. J. (2015). Natural outdoor environments and mental and physical health: relationships and mechanisms. Environment International, 77, 35–41.

Villeneuve, P. J., Jerrett, M., Su, J. G., Burnett, R. T., Chen, H., Wheeler, A. J., & Goldberg, M. S. (2012). A cohort study relating urban green space with mortality in Ontario, Canada. Environmental Research, 115, 51–58.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-1.869

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License