DINAMIKA SPASIAL DAN TEMPORAL KERENTANAN SOSIAL TERHADAP DAMPAK BENCANA GEMPA BUMI STUDI KASUS: DUSUN JOGO

Acintya Nurmaya, Muhammad Anggri Setiawan, Taufik Hery Purwanto

Abstract


Peningkatan kepadatan penduduk dan permukiman berbanding lurus terhadap kerentanan sosial. Penelitian ini mengintegrasikan teknologi geoinformasi dalam penilaian kerentanan sosial secara spasial dan temporal dengan skala detail. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat kerentanan sosial secara spasial setiap unit rumah pada pagi, siang, sore, dan malam hari. Metode pengolahan data dengan teknik sensus untuk mendapatkan informasi anggota penghuni rumah. Interpretasi citra Quickbird dilakukan untuk menganalisis kenampakan tapak bangunan. Bobot dari tiap parameter kerentanan sosial menggunakan metode Analitycal Hierarchy Process (AHP). Dinamika spasial dan temporal kerentanan sosial terhadap gempa bumi di Dusun Joho didukung dengan hasil analisis data berupa nilai kerentanan tertinggi terdapat pada parameter penduduk lansia sebesar 41% dan parameter kerentanan sosial terendah adalah kepadatan penduduk sebesar 7%. Di antara 354 total bangunan, 126 rumah terklasifikasikan dalam tingkat kerentanan sosial rendah (36%) pada pagi dan siang hari. Kerentanan sosial sedang (39%) pada sore dan malam hari sebanyak 138 bangunan dan kerentanan sosial tinggi (51%) pada sore dan malam hari sebanyak 179 rumah.


Keywords


spasial-temporal; gempa bumi; kerentanan sosial; AHP; SIG partisipatif; peta interaktif

Full Text:

PDF

References


Ara, S. (2013). Analyzing population distribution and its effect on earthquake loss estimation in Sylhet, Bangladesh. University of Twente Faculty of Geo-Information and Earth Observation (ITC).

Cutter, S. L., & Finch, C. (2008). Temporal and spatial changes in social vulnerability to natural hazards. Proceedings of the National Academy of Sciences, 105(7), 2301–2306. http://doi.org/10.1073/pnas.0710375105

Frazier, T. G., Thompson, C. M., & Dezzani, R. J. (2014). A framework for the development of the SERV model : A Spatially Explicit Resilience-Vulnerability model. Applied Geography, 51, 158–172. http://doi.org/10.1016/j.apgeog.2014.04.004

Frigerio, I., Ventura, S., Strigaro, D., Mattavelli, M., De Amicis, M., Mugnano, S., & Bof, M. (2016). A GIS-based approach to identify the spatial variability of social vulnerability to seismic hazard in Italy, 74, 12–22. http://doi.org/10.1016/j.apgeog.2016.06.014

Giyarsih, S. R. (2001). Gejala Urban Sprawl Sebagai Pemicu Proses Densifikasi Permukiman di Daerah Pinggiran Kota (Urban Fringe Area). Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota.

Habibi, M., & Buchori, I. (2013). Model Spasial Kerentanan Sosial Ekonomi Dan Kelembagaan Terhadap Bencana Gunung Merapi. Teknik PWK (Perencanaan Wilayah Kota), 2(1), 1–10.

Hizbaron, D. R., Baiquni, M., Sartohadi, J., & Rijanta, R. (2012). Urban Vulnerability in Bantul District, Indonesia—Towards Safer and Sustainable Development. Sustainability, 4(9), 2022–2037. http://doi.org/10.3390/su4092022

Hizbaron, D. R., Rahmat, P. N., Setyaningrum, A., & Malawani, M. N. (2015). Kajian pola spasial kerentanan sosial, ekonomi dan fisik di wilayah rawan erupsi gunungapi merapi, yogyakarta. Jurnal Riset Kebencanaan Indonesia, 1(1), 16–24.

Khomarudin, M. R. (2010). Tsunami Risk and Vulnerability. Universität München.

Li, Y. Y., Su, G. F., & Yuan, H. Y. (2015). Statistical Analysis on Earthquake Fatality Vulnerability in China. In Proceedings of the World Congress on Engineering, 2, .3-6.

Mutaqin, B. W. (2011). Pemodelan Spasio Temporal Sebaran Penduduk untuk Penilaian Risiko Tsunami di Pacitan. Gadjah Mada University.

Naima, R., A., A. M., & Ishrat, I. (2015). GIS based mapping of vulnerability to earthquake and fire hazard in Dhaka city, Bangladesh. International Journal of Disaster Risk Reduction, 13, 291–300. http://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2015.07.003

Rudiarto, I., Pamungkas, D., Annisa, H., & Adam, K. (2016). Kerentanan Sosio-Ekonomi terhadap Paparan Bencana Banjir dan Rob di Pedesaan Pesisir Kabupaten Demak. Jurnal Wilayah Dan Lingkungan, 4(3), 153–170. http://doi.org/10.14710/jwl.4.3.151-170

Saaty, T. . (1990). How to make a decision: the analytic hierarchy process. European Journal of Operational Research, 48(1), 9–26. http://doi.org/10.1016/0377-2217(90)90057-I

Setyaningrum, A., Hizbaron, D. R., & Marfai, M. A. (2017). Kerentanan Sosial Terhadap Banjir Di Bantaran Sungai Bengawan Solo Pasca Relokasi Mandiri. Majalah Ilmiah Globe, 19(2), 105–112. http://doi.org/10.24895/mig.2017.19-2.467

Sofan, P., & Yulianto, F. (2014). Analisis Resiko Gunung Api Merapi Berdasarkan Data Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis. Bunga Rampai Pemanfaatan Data Penginderaan Jauh untuk Mitigasi Bencana. Jakarta: Maxymum.

Tiyansyah, A. F., Setiawan, M. A., Mei, E. T. W., & Sudibyakto. (2017). Analisis Spasial Tingkat Kerentanan Wilayah di Kawasan Rawan Bencana Piroklastik Gunungapi Kelud. Jurnal Dialog Penanggulangan Bencana, 8(2), 101–111.

Wibowo, N. B., & Sembri, J. N. (2016). Analisis Peak Ground Acceleration (PGA) dan Intensitas Gempabumi berdasarkan Data Gempabumi Terasa Tahun 1981 - 2014 di Kabupaten Bantul Yogyakarta. Indonesian Journal of Applied Physics, 6(01), 65–72. http://doi.org/10.13057/ijap.v6i01.1804

Wibowo, T. W., Putri, E. A. W., & Loekman, H. Y. (2015). Evaluasi Multi-Kriteria Keruangan untuk Pemetaan Kerentanan terhadap Bahaya Tsunami di Pesisir Kabupaten Bantul. In Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS (pp. 343–355). Solo. http://doi.org/10.13140/RG.2.1.5152.2723

Zolkafli, A., Liu, Y., & Brown, G. (2017). Bridging the knowledge divide between public and experts using PGIS for land use planning in Malaysia Bridging the knowledge divide between public and experts using PGIS for land use planning in Malaysia. Applied Geography, 83, 107–117. http://doi.org/10.1016/j.apgeog.2017.03.013




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-2.915

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License