PENGAYAAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL MENGGUNAKAN DATA DARI CROWD UNTUK TANGGAP DARURAT BENCANA

Arie Yulfa, Trias Aditya, Heri Sutanta

Abstract


Ketersediaan data spasial merupakan faktor penting bagi pelaku tanggap darurat dalam menjalankan misinya. Selama ini, sumber data utama adalah pemerintah, salah satunya melalui jaringan infrastruktur data spasial (IDS). Namun, realitanya menunjukkan bahwa pemerintah sering kesulitan dalam menyediakan data terkini pada masa tanggap darurat. Sementara itu, perkembangan teknologi Web 2.0 telah memungkinkan kerumunan daring (crowd) untuk menjadi sumber data alternatif. Kerumunan daring ada yang berkontribusi data secara aktif dan pasif. Penggabungan antara dua sumber data tersebut diyakini menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan data bagi petugas tanggap darurat bencana. Penelitian ini bertujuan untuk membuat sebuah usulan sistem yang dapat menggabungkan dua sumber data dari pemerintah dan kerumunan daring pada kegiatan tanggap darurat bencana. Metode untuk mencapai tujuan tersebut adalah melakukan studi pustaka, analisis kebutuhan, desain dan implementasi sistem berdasarkan rancangan skenario tanggap darurat bencana. Hasil yang diperoleh adalah sebuah rangkaian aplikasi yang mengikuti usulan sistem untuk menggabungkan data pemerintah dan kerumunan daring. Rangkaian aplikasi tersebut adalah aplikasi geoportal, aplikasi peranti bergerak, media sosial dan peta daring. Secara garis besar penelitian ini menunjukkan bahwa mengadopsi dua sumber data dapat mengatasi potensi kekurangan data pada saat tanggap darurat bencana, meskipun isu terkait kualitas data belum tuntas diatasi dalam penelitian ini. Penelitian ini dapat dimanfaatkan bagi petugas tanggap darurat bencana di Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana.

Keywords


infrastruktur data spasial; crowdsourcing; tanggap darurat bencana

Full Text:

PDF

References


Alexander, I. F., & Beus-Dukic, L. (2009). Discovering requirements: how to specify products and services. John Wiley & Sons.

Altay, N., & Green III, W. G. (2006). OR/MS research in disaster operations management. European Journal of Operational Research, 175(1), 475–493. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1016/j.ejor.2005. 05.016

Anderson-Tarver, C. (2015). Crisis Mapping the 2010 Earthquake in OpenStreetMap Haiti. University of Colorado at Boulder, Ann Arbor.

BNPB. (2012). Pedoman pusat pengendalian operasi penanggulangan bencana (Pusdalops-PB) (Vol. 15; B.-B. N. P. Bencana, Ed.).

BNPB. (2018a). Data Korban.

BNPB. (2018b). Kronologi Kejadian.

Brabham, D. C. (2013). Crowdsourcing. Mit Press.

Coppola, D. P. (2006). Introduction to international disaster management. Elsavier.

Dennis, A., Wixom, B. H., & Tegarden, D. (2015). Systems Analysis and Design: An Object-Oriented Approach with UML (5th ed.). John Wiley & Son.

Harris, T. M., & Lafone, H. F. (2012). Toward an informal spatial data infrastructure: voluntary geographic information, neogeography, and the role of citizen sensors. SDI, Communities and Social Media, 8, 8– 12.

Haworth, B. (2016). Emergency management perspectives on volunteered geographic information: Opportunities, challenges and change. Computers, Environment and Urban Systems, 57, 189–198. https://doi.org/10.1016/j.compenvurbsys.2016.02.0 09

Howe, J. (2006). The Rise of Crowdsourcing. Wired Magazine, 14(6), 1-4.

International Charter Space & Master Disaster. (2018). Earthquake and Tsunami in Indonesia. https://disasterscharter.org/web/guest/activations//article/earthquake-in-indonesia-activation-587-

KOMPAS. (2018). Masa Tanggap Darurat Bencana Sulteng Diperpanjang Sampai 26 Oktober 2018.

Kuncoro, A. K., Cubas, N., Singh, S. C., Etchebes, M., & Tapponnier, P. (2015). Tsunamigenic potential due to frontal rupturing in the Sumatra locked zone. Earth and Planetary Science Letters, 432, 311– 322. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.epsl.2015.1 0.007

Maguire, D. J., & Longley, P. A. (2005). The emergence of geoportals and their role in spatial data infrastructures. Computers, Environment and Urban Systems, 29(1), 3–14. https://doi.org/DOI: 10.1016/j.compenvurbsys.2004.05.012

Mansourian, A., Rajabifard, A., Zoej, M. V., & Williamson, I. (2006). Using SDI and web-based system to facilitate disaster management. Computers & Geosciences, 32(3), 303–315. https://doi.org/10.1016/j.cageo.2005.06.017 Merdeka. (2018). BNPB: Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong wilayah terparah (N. Habibie, Ed.).

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (2015). Geoportal Povinsi Sulawesi Tengah Vol. 2018. Retrieved from http://geoportal.sultengprov.go.id/ Presiden Republik Indonesia. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana.

See, L., Mooney, P., Foody, G., Bastin, L., Comber, A., Estima, J., … Rutzinger, M. (2016). Crowdsourcing, Citizen Science or Volunteered Geographic Information? The Current State of Crowdsourced Geographic Information. ISPRS International Journal of Geo-Information, 5(5), 55.

Soeryamihardia, R. D. (2016). Peranan IDS dalam Manajemen Bencana. Majalah Ilmiah Globe, 11(1).

Yulfa, A., Aditya, T., & Sutanta, H. (2017). Towards SDI services for crowdsourcing spatial data in disaster response. In 2017 7th International Annual Engineering Seminar (InAES), 1–6. https://doi.org/10.1109/INAES.2017.8068577




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-2.939

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License