RESPONS WILAYAH PESISIR TERHADAP GELOMBANG PASANG AKIBAT SIKLON DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Mukhamad Ngainul Malawani, Muh Aris Marfai, Danang Sri Hadmoko, Mega Dharma Putra, Nicky Setyawan, Sigit Hadi Prakosa, Mardiyanto Mardiyanto, Brianardi Widagdo, Aldhila Gusta H. Yoga, Mohamad Haviz Damar Sasongko, Tiara Handayani

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji respons wilayah pesisir akibat kenaikan muka air laut atau gelombang pasang. Gelombang pasang dapat diakibatkan oleh berbagai faktor. Analisis pada penelitian ini hanya mencakup gelombang pasang yang diakibatkan oleh fenomena siklon. Secara alami wilayah pesisir dapat memiliki perbedaan dalam merespons kejadian gelombang pasang. Perbedaan respons tersebut dapat dipengaruhi oleh kondisi fisik pesisir seperti tipe pesisir, lebar gisik, dan kemiringan gisik. Lokasi sampel dalam penelitian ini ada di sembilan pantai di DIY. Pantai tersebut antara lain adalah Pantai Pasir Medit (bermangrove), Pantai Glagah (berlaguna), Pantai Trisik, Pantai Baru, Pantai Goa Cemara, Pantai Depok (lurus-landai), Pantai Baron (berteluk), Pantai Somandeng (bertebing), dan Pantai Pulang Syawal (ber-platform). Observasi dilakukan secara terstruktur mencakup pengukuran tinggi dan jangkauan genangan, pendataan kerusakan fasilitas (termasuk jenis kerusakan dan estimasi kehilangan dalam nilai rupiah). Observasi ini dilakukan hari ke-1 dan ke-2 setelah kejadian siklon tanggal 19 Juli 2018. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa berbagai jenis tipe pesisir yang ada di DIY memiliki respons yang berbeda-beda. Dengan membuat matriks dapat diketahui bahwa setiap tipe pesisir mempunyai dampak dan kerawanan yang berbeda-beda dari kejadian gelombang pasang. Matriks ini diharapkan dapat digunakan untuk penelitian selanjutnya guna menilai respons wilayah pesisir terhadap gelombang pasang dan dapat digunakan untuk kegiatan mitigasi bencana di wilayah pesisir.


Keywords


gelombang pasang; morfologi; pesisir; siklon

Full Text:

PDF

References


Almar, R., Marcchesielo, P., Almeida, LP., Thuan, HD., Tanaka, H., Viet, NT. (2017). Shoreline responsse to sequence of thypoon and monsoon events. Water. 9(364).

Dissanayake, P., Brown, J. Karunarathna, H. (2015). Impacts of storm chrolonogy on the morphological change of the Formby beach and dune system, UK. Nat. Hazard Earth Syst. Sci. 15. 1533-1543.

Freksi, Y. dan Srijono. (2013). Mekanisme abrasi pesisir di kawasan pesisir depok, bantul, daerah istimewa Yogyakarta. in Seminar Nasional Kebumian ke-6 (299-305). Yogyakarta.

Gracia, A., Rangel-Buitrago, N., Oakley, JA., Williams, AT. (2018). Use of ecosystem in coastal eosion management. Ocean & coastal management. 156. 277-280.

Haryani, NS. dan Zubaidah A. (2012). Dinamika siklon tropis diAsia tenggara menggunakan data penginderaan jauh. Teknologi. 29(324). 54-58.

Krismianto. (2015). Analisis pertumbuhan, pergerakan, dan intensitas sijlon tropis marcia berbasis data satelit MTSAT. Berita Diargantara. 16(1) 37-45.

Marasabessy, I., Fahrudin, A., Imran, Z., Agus, AB. (2018). Strategi pengelolaan berkelanjutan pesisir dan laut Pulau Nusa Manu dan pulau Nusa Leun di Kabupaten Maluku Tengah. Jour. of Regional and Rural Development Palnning. 2(1). 1-22

Mardiatno, D., Malawani, MN. Wacano, D. Annisa, DN. (2017). Review on Tsunami Risk Reduction in Indonesia Based on Coastal and Settlement Typology. Indonesian Journal of Geography. 49(2). 186-194.

Marfai, MA., King, L., Singh, LP., Mardiatno, D., Sartohadi, J., Hadmoko, DS., Dewi, A. (2008). Natural hazard in central Java province, Indonesia: an overview. Environ. Geol. 56. 335-352.

Marfai, M.A., Sekaranom, A.B., Cahyadi, A. (2015). Profiles of marine notch in the Baron coastal area - Indonesia. Arabian Jurnal of Geoscience. 8(1), 307-314.

Papageorgiou, M. (2016). Coastal and marine tourism: a challenging factor in marine spatial planning. Ocean & coastal management. 129. 44-48




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-2.953

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License