ESTIMASI STOK KARBON BIOMASSA PADA EKOSISTEM MANGROVE MENGGUNAKAN DATA SATELIT DI PULAU NUNUKAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA

Authors

  • Marzuki Departemen Ilmu Kelautan, FIKP UNHAS
  • Nurjannah Nurdin Departemen Ilmu Kelautan, FIKP UNHAS
  • Inayah Yasir Departemen Ilmu Kelautan, FIKP UNHAS
  • Supriadi Mashoreng Departemen Ilmu Kelautan, FIKP UNHAS
  • Muhammad Banda Selamat Departemen Ilmu Kelautan, FIKP UNHAS

Keywords:

Landsat-8 OLI, mangrove, NDVI, penginderaan jauh, stok karbon

Abstract

Ekosistem mangrove mempunyai kemampuan yang sangat efektif dalam mengurangi konsentrasi gas karbon dioksida (CO2) di alam. Estimasi stok karbon dapat dilakukan menggunakan teknologi penginderaan jauh yang mengacu pada indeks vegetasi dari suatu area. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai Desember 2020 di Pulau Nunukan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi stok karbon permukaan (Above Ground Carbon) di Pulau Nunukan menggunakan citra Landsat-8 dan pengukuran in situ. Pengukuran nilai cadangan karbon di lapangan dengan menggunakan persamaan alometrik yang dihitung berdasarkan jenis vegetasi. Penggunaan citra Landsat-8 OLI dilakukan setelah pra-processing dengan koreksi geometrik dan radiometrik. Selanjutnya citra Landsat-8 OLI dilakukan klasifikasi unsupervised untuk menentukan batas wilayah sebaran mangrove, lalu ditransformasi ke persamaan Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Nilai NDVI dengan nilai stok karbon pada setiap titik sampel diuji dengan 3 jenis regresi. Dari 3 jenis uji regresi nilai R2 tertinggi ditetapkan sebagai persamaan untuk membangun model estimasi stok karbon permukaan. Dua jenis model estimasi stok karbon yang dibangun, yaitu model yang menggunakan seluruh jenis yang teridentifikasi sebagai sampel, dan model yang hanya menggunakan jenis dominan yang ditemukan pada wilayah kajian. Jenis mangrove yang mendominasi di Pulau Nunukan yaitu Rhizophora apiculata, sehingga jenis tersebut digunakan sebagai sampel dalam model estimasi stok karbon jenis dominan. Nilai R2 yang tertinggi dari persaaman regresi yang digunakan untuk mengestimasi stok karbon yaitu persamaan regresi kuadratik. Sehingga persamaan regresi kuadratik digunakan sebagai dasar model estimasi cadangan karbon. Nilai estimasi stok karbon permukaan (C) yang menggunakan model estimasi stok karbon seluruh jenis adalah 6.401.988,95 ton, sedangkan nilai estimasi stok karbon untuk model estimasi stok karbon jenis dominan adalah 5.616.404,46 ton.

References

Amira, S. (2008). Pendugaan biomassa jenis Rhizophora apiculata BI. di hutan mangrove Batu Ampar Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. In Skripsi (Tidak dipublikasikan). Fakultas Kehutanan. Institut Pertanian Bogor. Bogor.

BSN (Badan Standar Nasional). (2011). Pengukuran dan penghitungan cadangan karbon – Pengukuran lapangan untuk penaksiran cadangan karbon hutan (Ground based forest carbon accounting) (SNI 7724:2011). Badan Standardisasi Nasional. Jakarta.

Beze, H. & Suparjo, S. (2015). Analisa tutupan hutan Pulau Nunukan Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Jurnal Digit (Jurnal Ilmiah Digital of Information Technology), 5(1), 1-12. Diakses dari: https://jurnaldigit.org/index.php/DIGIT/article/view/56.

Chavez, P.S., Berlin, G.L. & Sowers, L.B. (1982). Statistical method for selecting Landsat MSS ratios. Journal of Applied Photographic Engineering, 8(1), 23-30. DOI: https://doi.org/10.1109/TGRS.1982.350424.

Chiraz, M.-C. (2013). Growth of young olive trees: Water Requirements in relation to canopy and root development. American Journal of Plant Sciences, 4(7), 1316-1344. DOI: https://doi.org/10.4236/ajps.2013.47163.

Dharmawan, I.W.E. & Pramudji. (2017). Panduan pemantauan komunitas mangrove. Edisi 2. CRITC Coremap CTI LIPI. Jakarta. 54 hlm.

Dharmawan, I.W.S. (2010). Pendugaan biomasa karbon di atas tanah pada tegakan Rhizophora Mucronata di Ciasem, Purwakarta. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(1), 50-56.

Dharmawan, I.W.S. & Siregar, C.A. (2008). Karbon tanah dan pendugaan karbon tegakan Avicennia marina (Forsk.) Vierh. di ciasem, Purwakarta. Jurnal penelitian hutan dan konservasi alam, 5(4), 317-328. DOI: https://doi.org/10.20886/jphka.2008.5.4.317-328.

Donato, D.C., Kauffman, J.B., Murdiyarso, D., Kurnianto, S., Stidham, M. & Kanninen, M. (2011). Mangroves among the most carbon-rich forests in the tropics. Nature Geoscience, 4(5), 293-297. DOI: https://doi.org/10.1038/ngeo1123.

Fitrah, M.N. (2019). Dinamika perubahan stok karbon biomassa pada ekosistem mangrove menggunakan data satelit dan pengukuran karbon permukaan di Pulau Bauluang. Tesis (Tidak diterbitkan). Pengelolaan Lingkungan Hidup. Sekolah Pascasarjana. Universitas Hasanuddin.. Makassar.

Hairiah, K., Sitompul, S.M., van Noordwijk, M. & Palm, C. (2001). Methods of sampling for sampling above and below-ground organic pools. International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF), Southeast Asian Regional Research Programme. Bogor. v, 24p.

Hendrawan, H., Gaol, J.L. & Susilo, S.B. (2018). Studi kerapatan dan perubahan tutupan mangrove menggunakan citra satelit di Pulau Sebatik Kalimantan Utara. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, 10(1), 99-109. DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jitkt.v10i1.18595.

Husna, V.N., Siregar V.P., Agus, S.B. & Arifin, T. (2018). Estimasi cadangan karbon biomassa di atas permukaan tanah pada mangrove menggunakan pengindraan jauh di Tongke-Tongke, Sulawesi Selatan. Journal of Natural Resources and Environmental Management, 9(2), 456-466. DOI: http://dx.doi.org/10.29244/jpsl.9.2.456-466.

Irsadi, A., Martuti, N.KT. & Nugraha, S.B. (2017). Estimasi stok karbon mangrove di Dukuh Tapak Kelurahan Tugurejo Kota Semarang. Sainteknol: Jurnal Sains dan Teknologi, 15(2), 119-128. DOI: -https://doi.org/10.15294/sainteknol.v15i2.12402.

Kauffman, J.B & Cole, T.G. (2010). Micronesian mangrove forest structure and tree responses to a severe typhoon. Wetlands, 30(2010), 1077-1084. DOI: https://doi.org/10.1007/s13157-010-0114-y

Kauffman, J.B., & Donato, D.C. (2012). Protocols for the measurement, monitoring and reporting of structure, biomass and carbon stocks in mangrove forests. Working Paper 86 CIFOR, Bogor. vii, 40p.

Kauffman, J.B., Heider, C., Cole, T.G., Dwire, K.A. & Donato, D.C. (2011). Ecosystem carbon stocks of micronesian mangrove forests. Wetlands, 31(2011), 343-352. DOI: https://doi.org/10.1007/s13157-011-0148-9.

KLH (Kementerian Lingkungan Hidup). (2004). Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 201 Tahun 2004 tentang Kriteria Baku dan Pedoman Penentuan Kerusakan Mangrove. Kementerian Lingkungan Hidup Jakarta.

Komiyama, A., Poungparn, S. & Kato, S. (2005). Common allometric equations for estimating the tree weight of mangroves. Journal of Tropical Ecology, 21(4), 471-477. DOI: https://doi.org/10.1017/S0266467405002476.

LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). (2015). Pedoman pengolahan data satelit multispektral secara digital supervised untuk klasifikasi. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional. Jakarta. Diakses dari: http://pusfatja.lapan.go.id/files_uploads_ebook/pedoman/000_Buku_Pedoman_Klasifikasi_final.pdf.

Manoppo, A. K., Anggraini, N., & Marini, Y. (2015). Identifikasi Mangrove Dengan Metode Optimum Index Factor (OIF) Pada Data SPOT 6 dan Landsat 8 di Pulau Lingayan. Prosiding Pertemuan Ilmiah Tahunan XX dan Kongres VI Masyarakat Ahli Penginderaan Jauh Indonesia (MAPIN): Perkembangan Penginderaan Jauh di Indonesia dan Pemanfaatannya untuk Perencanaan Wilayah, Pengelolaan DAS, dan Mitigasi Bencana Alam, 68-76. Institut Pertanian Bogor, Darmaga Bogor, 5-6 Feb 2015.

McLeod, E., Chmura, G.L., Bouillon, S., Salm, R., Björk, M., Duarte, C.M., Lovelock, C.E., Schlesinger, W.H. & Silliman, B.R. (2011). A blueprint for blue carbon: Toward an improved understanding of the role of vegetated coastal habitats in sequestering CO2. Frontiers in Ecology and the Environment, 9(10), 552-560. DOI: https://doi.org/10.1890/110004.

Nduru, R.E., Situmorang, M. & Tarigan, G. (2014). Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi hasil produksi padi di Deli Serdang. Saintia Matematika, 2(1), 71-83.

Nellemann, C., Corcoran, E., Duarte, C.M., Valdés, L., De Young, C., Fonseca, L. & Grimsditch, G. (Eds) (2009). Blue Carbon. A Rapid Response Assessment. United Nations Environment Programme, GRID-Arendal. www.grida.no. ix, 73p.

Noor, Y.R., Khazali, M. & Suryadiputra, I.N.N. (2006). Pengenalan mangrove di Indonesia. Cetakan Kedua. Ditjen PHPA-Wetlands International, Indonesia Programme (PHPA-WI-IP). Bogor. viii, 219hlm.

Pretzsch, H., Biber, P., Uhl, E., Dahlhausen, J., Rötzer, T., Caldentey, J., Koike, T., van Con, T., Chavanne, A., Seifert, T., du Toit, B. Farnden, C. & Pauleit, S. (2015). Crown size and growing space requirement of common tree species in urban centres, parks, and forests. Urban Forestry and Urban Greening, 14(3), 466-479. DOI: https://doi.org/10.1016/j.ufug.2015.04.006.

Rahadian, A. (2019). Model spasial pendugaan biomassa dan karbon mangrove di Indonesia. Tesis (Tidak diterbitkan). Prodi Pengelonaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan. Sekolah Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor.

Rahmawati, S., Irawan, A., Supriyadi, I.H. & Azkab, M.H. (2014). Panduan monitoring padang lamun. Di dalam M. Hutomo & A. Nontji (Ed.). Edisi Pertama. COREMAP-CTI. Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Sarana Komunikasi Utama. Bogor. viii, 37hlm.

Rakhmawati, M. (2012). Hubungan biomassa penutup lahan dengan indeks vegetasi di Kabupaten Mamuju Utara. Globe, 14(2), 157-169.

Roshetko, J.M., Delaney, M., Hairiah, K. & Purnomosidhi, P. (2002). Carbon stocks in Indonesian homegarden systems: Can smallholder systems be targeted for increased carbon storage?. American Journal of Alternative Agriculture, 17(3), 138–148. DOI: https://doi.org/10.1079/AJAA200116.

Savana, M.S. (2019). Profil stok karbon di area ekosistem mangrove Pulau Sangiang, Banten. Skripsi (Tidak diterbitkan). Ilmu dan Teknologi Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK). Institut Pertanian Bogor. Bogor.

Simpson, W.T. (1996). Method to estimate dry-kiln schedules and species groupings: Tropical and temperate hardwoods. Res. Pap. FPL–RP–548. Madison. Forest Products Laboratory, Forest Service. U.S. Department of Agriculture. Washington, DC. USA. 57 p.

Syukri, M., Mashoreng, S., Werorilangi, S., Isyrini, R., Rastina, R., Faizal, A., Tahir, A. & Gosalam, S. (2018). Kajian stok karbon mangrove di Bebanga Kabupaten Mamuju Sulawesi Barat. Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan, V(2018) 335-342. Diakses dari https://journal.unhas.ac.id/index.php/proceedingsimnaskp/article/view/4665.

van Noordwijk, M. Susswein, P.M., Tomich, T.P., Diaw, C. & Vosti, S. (Eds). (2001). Land use practices in the humid tropics and introduction to ASB benchmark areas. International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF). Southeast Asian Regional Research Programme. Bogor. v, 38p.

Winarso, G., Vetrita, Y., Purwanto, A.D., Anggraini, N., Darmawan, S. & Yuwono, D.M. (2015). Mangrove above ground biomass estimation using combination of Landsat 8 and ALOS PALSAR data. International Journal of Remote Sensing and Earth Sciences, 12(2), 85-96. DOI: https://doi.org/10.30536/j.ijreses.2015.v12.a2687.

Downloads

Published

2024-04-19

How to Cite

Marzuki, Nurjannah Nurdin, Inayah Yasir, Supriadi Mashoreng, & Muhammad Banda Selamat. (2024). ESTIMASI STOK KARBON BIOMASSA PADA EKOSISTEM MANGROVE MENGGUNAKAN DATA SATELIT DI PULAU NUNUKAN KABUPATEN NUNUKAN KALIMANTAN UTARA. ajalah lmiah lobe, 25(1), 63–76. etrieved from https://jurnal.big.go.id/GL/article/view/96