KELIMPAHAN DAN SEBARAN SPASIAL-TEMPORAL FITOPLANKTON DI ESTUARI SUNGAI SIAK KAITANNYA DENGAN PARAMETER OSEANOGRAFI

khairul amri, Asep Ma’mun, Asep Priatna, Ali Suman, Eko Prianto, Muchlizar Muchlizar

Abstract


Kelimpahan fitoplankton menunjukkan tingkat produktivitas perairan. Dalam upaya pemanfaatan sumberdaya hayati estuari Sungai Siak, diperlukan kajian kondisi komunitas dan kelimpahan fitoplankton serta hubungannya dengan kondisi oseanografi yang menggambarkan produktivitas perairannya. Untuk itu, telah dilakukan penelitian mengenai hubungan antara kelimpahan dan sebaran spasial-temporal fitoplankton dengan parameter oseanografi di estuari Sungai Siak. Penelitian ini dilakukan secara in-situ di 16 titik sampling pada April, Mei, Juni, Agustus, September, Oktober dan November 2015. Hasil penelitian menemukan 54 genera dari 3 kelas yaitu Chyanophyceae, Dinophyceae dan Bacilliriophycaea. Kelas Bacilliriophycaea merupakan yang dominan (85%) dengan jenis yang terbanyak dan selalu ditemukan di setiap stasiun adalah Chaetoceros dan Rhizosolenia. Kelimpahan fitoplankton tergolong sedang, dengan kelimpahan tertinggi pada Juni dan Oktober serta terendah April. Indeks keanekaragaman (H’) dan indeks keseragaman (E) tergolong tinggi masing-masing 4,39-5,46 dan 0,83-0,94, sementara indeks dominansi (D) termasuk kategori rendah (0,03-0,16). Indeks komunitas ini menunjukkan fitoplankton di perairan ini keanekaragaman dan kestabilan komunitasnya sedang dan tidak ada spesies yang mendominasi. Uji korelasi menunjukkan terdapat keterkaitan yang erat antara kelimpahan dengan Oksigen (0,667); salinitas (0,663), kecerahan (0,628); pH (0,472); arus (0,283); dan suhu (0,046). Komponen utama oseanografi perairan ini  mempengaruhi secara signifikan (75%) dengan selang kepercayaan 95%. Meskipun tingkat kecerahan perairan dan kandungan Oksigen  terlarut tergolong rendah, namun parameter oseanografi lainnya seperti suhu, salinitas dan pH masih berada pada kisaran yang masih dapat mendukung kehidupan fitoplankton di estuari Sungai Siak.


Keywords


Kelimpahan distribusi fitoplankton;estuari Sungai Siak;parameter oseanografi

Full Text:

PDF

References


Abidin, M., & Bintoro, A. (2017). Keanekaragaman Jenis dan Kelimpahan Fitoplankton di Muara Bakambat, Perairan Estuari DAS Barito, Kalimantan Selatan. Buletin Litkayasa, 15(2), 65–70.

Alianto. (2011). Kajian dinamika pertumbuhan fitoplankton dan keterkaitannya dengan variabilitas intensitas cahaya matahari dan nutrien inorganik terlarut di perairan Teluk Banten. Institut Pertanian Bogor.

Amri, K., Muchlizar, & Ma’mun, A. (2018). Variasi Bulanan Salinitas, pH dan Oksigen Terlarut di Perairan Estuari Bengkalis. Majalah Ilmiah Globe, 20(2 Oktober 2018), 58–67.

Amri, K., Priatna, A., & Muchlizar. (2018). Karakteristik Oseanografi Fisika Perairan Estuaria Bengkalis Berdasarkan Data Pengukuran In-Situ. Jurnal Segara, 14(1 April 2018).

Anonim. (2008). Laporan Akhir Kegiatan Identifikasi Potensi Sumberdaya Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bengkalis. Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bengkalis. Bengkalis. 247p.

Antoni, Mulyadi, A., & Siregar, S. H. (2017). Analisis Kandungan Minyak, Struktur Komunitas Plankton dan Makrozoobenthos di Perairan Sungai Liung, Kabupaten Bengkalis. Jurnal Ilmu Lingkungan, Program Studi Ilmu Lingkungan PPS Universitas Riau, 11(1), 86–97.

APHA. (1980). Standard Methods for the Examination of Water and Waste Water. New York: American Public Health Association Inc.

Asmawi, S. (1985). Ekologi Ikan. Fakultas Perikanan Universitas Lambung Mangkurat. Banjarbaru: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 108p.

Badylak, S., & Philips, E. S. (2004). Spatial and temporal patterns of phytoplankton composition in a subtropical coastal lagoon, the Indian River Lagoon, Florida, USA. Journal of Plankton Research., 26(10), 1229 1247.

Boyd, C. E. (1988). Water Quality in Warm water Fish Ponds (Vol. 4th Printi). Alabama, USA: Auburn University Agricultural Experiment Station.

Chandy, J. P., Al-Tisan, I., Munshi, H. A., & Reheim, H. A. El. (1991). Marine phytoplankton: A study on seasonal abundance and distribution in Al-Jubail. Issued as Technical Report No. SWCC (RDC) 17 in December, 1991.

D

avis, G. C. (1955). The Marine and Freshwater Plankton. Michigan, USA.: Michigan State University Press.

Dawes, C. J. (1981). Marine Botany. Florida. USA.: AWilley Interscience. Publ.

Djokosetiyanto, D., & Rahardjo, S. (2006). Kelimpahan dan Keanekaragaman Fitoplankton di Perairan Pantai Dadap, Teluk Jakarta. Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan Dan Perikanan Indonesia, 13(2), 135–141.

Dwirastina, M. (2013). Pengamatan Kelimpahan Zooplankton Daerah Marempan di Sungai Siak, Riau. Buletin Teknik Litkayasa (BTL), 11(1), 1–4.

Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan (lima). Yogyakarta: Kanisius.

Efrizal, T. (2006). Hubungan Beberapa Parameter Kualitas Air dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Pulau Penyengat Kota Tanjung Pinang Provinsi Kepulauan Riau. Pusat Penelitian Sumber Daya Pesisir Dan Lautan Universitas Maritim Raja Ali Haji (PPSPL UMRAH), 22.

Fajri, N. E., & Kasry, A. (2013). Kualitas Perairan Muara Sungai Siak ditinjau dari Sifat Fisik-Kimia dan Makrozoobentos. Berkala Perikanan Terubuk, 41(1), 37–52.

Hutabarat, S. (2001). Pengaruh kondisi oseanografi terhadap perubahan iklim, produktivitas dan distribusi biota Laut. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar Madya dalam Ilmu Oseanografi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro. Semarang.

Kadir, M. A., Damar, A., & Krisanti, M. (2015). Dinamika Spasial dan Temporal Struktur Komunitas Zooplankton di Teluk Jakarta. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 20(3), 247–256.

Kingsford, M. J., Leis, J. M., & Shanks, A. (2002). Sensory environments, larva abilities and local self-recruitment. Bull. Mar. Sci, 70(309–340).

Liu, H., Suzuki, K., & Saito, H. (2014). Community Structure and Dynamics of Phytoplankton in the Western Subarctic Pacific Ocean: A Synthesis. Journal of Oceanography, 60, 119–137.

Marlian, N. (2017). Hubungan Parameter Kualitas Air Terhadap Distribusi Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Teluk Meulaboh Aceh Barat. Journal of Aceh Aquatic Science, 1(18–31).

Masson, C. F. (1981). Biology of Fresh Water Pollution. New York: Longman Inc.

Merta, G. S., Suwarso, Wasilun, Wagiyo, K., Girsang, E. S., & Suprapto. (1999). Status populasi dan bio-ekologi ikan terubuk Tenualosa macrura (Clupeidae) di Propinsi Riau. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia, 5(3), 15–29.

Nybakken, J. W. (1992). Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis. Terjemahan dari Marine Biology: An Ecological Approach. Alih Bahasa: M. Eidman, Koesoebiono, D.G. Bengen dan Hutomo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Nybakken, J. W. (2005). Marine Biology : An Ecological Approach 6th Ed. Pearson Education, Inc.

Odum, E. P. (1993). Dasar-Dasar Ekologi (Edisi ke-3). Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Odum, E. P. (1998). Dasar-dasar Ekologi (Fundamentals of Ecology). Diterjemahkan oleh Tj. Samingan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Panggabean, L. S., & Prastowo, P. (2017). Pengaruh Jenis Fitoplankton Terhadap Kadar Oksigen Di Air. Jurnal Biosains, 3(2 (Agustus)), 81–85.

Pescod, M. D. (1973). Investigation of Rational Effluen and Stream Standards for Tropical Countries. Bangkok. 59p: Asian Institute Technology (AIT).

Pielou, E. C. (1975). Ecological Diversity. New York: John Wiley & Sons.

Radiarta, I. N., Erlania, & Haryadi, J. (2017). Kondisi Hidrografi Perairan dan Hubungannya dengan Kelimpahan Fitoplankton di Perairan Sedanau dan Pulau Tiga, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Jurnal Segara, 13(3), 169–180.

Rahayu, S., Efawani, & Yuliati. (2014). Diversity of Plankton in the Part of Upstream Siak River Palas Village, Pekanbaru City, Riau Province. JOM (Jurnal Online Mahasiswa), Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan, UNRI., 1(1), 15.

Raymon, J. E. G. (1980). Plankton and Productivity in Ocean. Vol.1: Phytoplankton. Newyork: Mc.Millan & Co.

Sachlan, M. (1982). Planktonologi. Correspondence Course Centre. Jakarta: Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.

Satrioajie, W. N. T., Peristiwady, & Pay., L. (2012). Keanekaragaman Ikan di daerah Padang Lamun Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Bawal, 4(1), 9–17.

Skaloud, P., & Rezacova, M. (2004). Spatial distribution phytoplankton in the eastern part of the North Sea. Copenhagen: Departemen of Phycology.Institute of Biology. University of Copenhagen.

Tomas, C. R. (1997). Indentifying marine phytoplankton. USA: Academic Press.

Wulandari, D. Y., Pratiwi, N. T. M., & Adiwilaga, E. M. (2014). Distribusi Spasial Fitoplankton di Perairan Pesisir Tangerang (Spatial Distribution of Phytoplankton in the Coast of Tangerang). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 19(3), 156 162.

Yamaji, C. S. (1979). Illustrations of the marine plankton of Japan. Japan: Hoikusha.

Yuliana, Adilaga, E. M., Haris, E., & Pratiwi, N. T. W. (2012). Hubungan antara Kelimpahan Fitoplankton dengan Parameter Fisik-Kimiawi Perairan di Teluk Jakarta. Jurnal Akuatika, 3(2), 169–179.

Yuliana, & Akhmad, F. (2017). Komposisi Jenis dan Kelimpahan Zooplankton di Perairan Teluk Buli, Halmahera Timur. Jurnal Ilmiah Agribisnis Dan Perikanan (Agrikan).UMMU, 10(2. Oktober), 45–50.

Yuliana, & Thamrin. (2006). Struktur komunitas dan kelimpahan fitoplankton dalam kaitanya dengan parameter fisika-kimia perairan di danau laguna ternate,Maluku utara. Prosiding Seminar Nasional Limnology. Pusat Limnology Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Jakarta, 200.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/MIG.2019.21-2.976

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 MAJALAH ILMIAH GLOBE

Majalah Ilmiah Globe Indexed by:

Copyright of Majalah Ilmiah Globe

Creative Commons License