PENGAMATAN JANGKA PENDEK PERILAKU ARUS DAN KEKERUHAN RELATIF PADA KANAL ANTAR-TERUMBU PASCA-PASANG PERBANI

Poerbandono Poerbandono, Eka Djunarsjah, Wiwin Windupranata

Abstract


Makalah ini membahas perilaku jangka pendek arus dan kekeruhan relatif. Pembahasan didasarkan pada analisis data dari pengamatan lapangan di satu titik pada kedalaman sekitar 30 m. Titik pengamatan terletak di kanal antar-terumbu sekitar 600 m timur laut Pulau Pramuka ke arah Pulau Panggang. Acoustic Doppler Current Profiler (ADCP) berfrekuensi 614,4 kHz digunakan dalam pengukuran selama 25 jam dan 50 menit, sekitar dua hari setelah pasang perbani. ADCP mengukur profil arus dan hamburan balik dengan interval 1 m. Analisis dilakukan dengan menghubungkan saat perubahan kecepatan arus dengan pasut. Selain itu, kekeruhan relatif dihitung dari hamburan balik menggunakan persamaan kalibrasi empiris. Dari analisis, diperoleh korelasi positif antara tunggang pasut dengan kecepatan arus. Kecepatan arus tertinggi (yaitu 0,42 meter per detik) berkorelasi dengan saat air tinggi yang lebih rendah (lower high water). Kecepatan arus terdistribusi secara merata di sepanjang kolom air. Dibandingkan dengan di lapisan bawah, kecepatan arus di lapisan atas meningkat lebih cepat. Kekeruhan relatif yang dihitung dari hamburan balik menunjukkan bahwa material padat tersuspensi lebih banyak terkumpul di lapisan bawah. Peningkatan kekeruhan relatif diidentifikasi terjadi saat air rendah setelah air pasang tinggi (higher high water). Arah gerak arus saling berkebalikan dengan jumlah kejadian yang dua kali lebih banyak dan kecepatan arus yang dua kali lebih kuat ke arah ke arah 33° dibandingkan dengan ke arah 226°.


Keywords


pengamatan lapangan; arah arus; kecepatan arus; kekeruhan relatif; tunggang pasut

Full Text:

PDF

References


Brock, J. C., Palaseanu-Lovejoy, M., Wright, C. W., & Nayegandhi, A. (2008). Patch-reef morphology as a proxy for Holocene sea-level variability, Northern Florida Keys, USA. Coral Reefs, 27(3), 555–568. https://doi.org/10.1007/s00338-008-0370-y

Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta. (2002). Surat Keputusan Nomor 6310/Kpts-II/2002 tentang Penetapan Kawasan Pelestarian Aalam Perairan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu seluas 107.489 hektare di Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu Provinsi Daerah Khusus Ibu kota Jakarta, Tahun 2002.

Dyer, K. R. (1986). Coastal and Estuarine Sediment Dynamics (2nd Editio). John Wiley and Sons.

Gartner, J. W. (2004). Estimating suspended solids concentrations from backscatter intensity measured by acoustic Doppler current profiler in San Francisco Bay, California. Marine Geology, 211(3–4), 169–187. https://doi.org/10.1016/j.margeo.2004.07.001

Gordon, R. L. (1996). Acoustic Doppler Current Profiler: Principles of Operation. RD Instruments.

Hydrography Research Laboratory. (2019). ADCP survey in an inter-reef channel of Pramuka and Panggang cays 22-23 March 2019.

Krümmel, O. (1911). Handbuch der Ozeanographie: Die Bewegungsformen des Meeres. Verlag von J. Engelhorns Nachfolger.

Leon, J. X., & Woodroffe, C. D. (2013). Morphological characterisation of reef types in Torres Strait and an assessment of their carbonate production. Marine Geology, 338, 64–75. https://doi.org/10.1016/j.margeo.2012.12.009

Lohrmann, A. (2001). Monitoring sediment concentration with acoustic backscattering instruments. Nortek AS, 3(I), 1–5.

Munier, M. T., Soedharma, D., Prartono, T., & Damar, A. (2012). Analisis beban limbah dan pengayaan nutrien pada kegiatan keramba jaring apung di perairan Pulau Panggang dan Pramuka, Kabupaten Kepulauan Seribu. Omni-Akuatika, 11(14), 18–27.

Nurjanah, R. (2012). Studi persepsi dampak perubahan pemanfaatan lahan terhadap kunjungan wisata di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu. Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 23(2), 139–156.

Poerbandono. (2012). The seribu islands patch reef complexes: A geospatial revisit toward a compendium of risks on Indonesia’s small islands. 11th International Symposium and Exhibition on Geoinformation. Kuala Lumpur.

Poerbandono. (2018). Survei hidroakustik: Pengukuran dan deteksi kolom air di perairan dangkal. Penerbit ITB.

Poerbandono, & Mayerle, R. (2005). Effectiveness of acoustic profiling for estimating the concentration of suspended material. Die Kuste, 69, 393–407.

Pugh, D., & Woodworth, P. (2014). Sea level science: Understanding tides, surge, tsunamis, and mean sea-level changes. Cambridge University Press.

Rahardjo, P. (2013). Pendekatan ekosistem untuk mitigasi akibat perubahan iklim pada pulau kecil (Pulau Pramuka Kepulauan Seribu). Seminar Nasional Penataan Ruang Berkearifan Lokal Dalam Pembangunan Berkelanjutan. Denpasar.

Tomascik T., Mah A.J., Nontji A., M. M. K. (1997). The ecology of the Indonesian seas. Periplus Editions.

Windupranata, W., & Hayatiningsih, I. (2011). Optimization of mariculture sites in the tourism area of Seribu Islands, Java Sea, Indonesia. Tourism in Marine Environments, 7(3–4), 133–140.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2020.26-2.1071

Article Metrics

Abstract view : 100 times
PDF - 55 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika