ANALISIS HASIL PENETAPAN BATAS DESA DI KABUPATEN GUNUNGKIDUL PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Heri Sutanta, Imasti Dhani Pratiwi, Dedi Atunggal, Bambang Kun Cahyono, Diyono Diyono

Abstract


Batas administrasi desa memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai kegiatan pemerintahan. Batas desa di Kabupaten Gunungkidul didelineasi ulang pada tahun 2018 melalui kegiatan yang difasilitasi oleh Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Acuan utama untuk membuat Peta Kerja Batas adalah Peta Desa Lama skala 1:5.000 yang dibuat antara tahun 1932-1938. Batas desa pada Peta Desa Lama tersebut diinterpretasi dan didigitasi di Citra Tegak Resolusi Tinggi dari Badan Informasi Geospasial. Penelitian ini menganalisis perbedaan batas dalam hal karaksteristik segmen batas, pergeseran segmen batas, dan perubahan luas wilayah. Terdapat perubahan karakteristik segmen batas yang berupa titik temu, segmen berbatasan dan segmen tidak berbatasan. Pergeseran posisi segmen batas yang terjadi sampai 1.773 m pada Peta RBI, dan 997 m pada hasil identifikasi peta desa lama. Luas wilayah Kabupaten Gunungkidul mengalami penurunan dibandingkan dengan luas menurut Peta RBI sebesar 287,79 hektar, dan 269,22 hektar jika dibandingkan dengan data BPS. Dalam hal luas wilayah desa terdapat 71 desa mengalami penambahan luas wilayah dibandingkan dengan Peta RBI dan 67 desa jika dibandingkan dengan data BPS. Perbedaan sumber data, skala, dan metode pembuatan batas di Peta RBI dan hasil kesepakatan menghasilkan perbedaan karakteristik batas, posisi garis batas, dan luas wilayah. Berdasarkan hasil ini, batas desa definitif perlu disegerakan penyediaannya untuk menggantikan jenis batas lain yang terpaksa digunakan.

Keywords


penetapan batas; batas administrasi desa; pergeseran segmen; luas wilayah; Gunungkidul

Full Text:

PDF

References


Asadi, A. (1969). Penataan Batas Wilayah Administrasi Desa, Hambatan dan Alternatif Solusi dengan Pendekatan Geospasial. Jurnal Borneo Administrator, 12(2), 131–147. https://doi.org/10.24258/jba.v12i2.237

Badan Pusat Statistik Kabupaten Gunungkidul. Seri Publikasi Kecamatan Dalam Angka 2019 (18 Kecamatan). https://gunungkidulkab.bps.go.id

Bashit, N., Prasetyo, Y., Firdaus, H. S., & Amarrohman, F. J. (2019). Penetapan Batas Desa Secara Kartometrik Menggunakan Citra Quickbird. Jurnal Pasopati, 1(76), 9–15. https://doi.org/http://ejournal2.undip.ac.id/index.php/pasopati

Hasudungan, T. M. (2012). EVALUASI KEBIJAKAN PENETAPAN BATAS DESA, Jurnal Administrasi Pembangunan, Volume 1, Nomor 1, November 2012, 65–70.

Joyosumarto, S,. L. Hadiyatno, & H. Batubara., 2013. Akselerasi Penegasan Batas Daerah di Indonesia dengan Metode Kartometris, Prosiding Forum Ilmiah Tahunan Ikatan Surveyor Indonesia, UGM, Yogyakarta.

Joyosumarto, S., 2015. “Asesmen Peran Informasi Geospasial dalam Proses Boundary Making dan Sengketa Batas Daerah pada Era Otonomi Daerah di Indonesia”, Disertasi, Program Pascasarjana Teknik Geomatika UGM. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Mustofa, F. C., Aditya, T., & Sutanta, H. (2018). Evaluation of Participatory Mapping to Develop Parcel-Based Map for Village-Based Land Registration Purpose. International Journal of Geoinformatics, 14(2), 45–55.

Nadeak, H., Dalla, A., Nuryadin, D., & Hadi, A. (2015). Batas Wilayah Desa Pasca Berlakunya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa. Jurnal Bina Praja, 07(03), 239–250. https://doi.org/10.21787/jbp.07.2015.239-250

Nurwijayanti, A. (2016). Pembuatan Peta Batas Kelurahan Berdasarkan Keputusan Walikotamadya Daerah Tingkat II Semarang Nomor: 138/0539/Tahun 1994. Skripsi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta

Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 45 Tahun 2016 tentang Pedoman Penetapan dan Penegasan Batas Desa, Kementrian Dalam Negeri Jakarta.

Pratiwi. I,D. & Sutanta, H., 2017. Perubahan Jumlah Segmen Batas dan Luas Desa Hasil Penetapan di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Prosiding SIIG, Kode Makalah: SIIG-009, 54-62

Pribadi, C. B., Hariyanto, T., & Puspita, A. I. (2018). Pembuatan Peta Dasar Skala 1:5000 Menggunakan Citra Satelit Resolusi Tinggi (CSRT) Pleiades 1-a Sebagai Acuan Pembuatan Peta RDTR Pada Bagian Wilayah Perkotaan (BWP) Lumajang, Kabupaten Lumajang. Geoid, 12(2), 153–157. https://doi.org/10.12962/j24423998.v12i2.3629

Riadi, B., & Makmuriyanto, A. (2014). Kajian Percepatan dan Penegasan Batas. Majalah Ilmiah Globe, 16(2), 109–116.

Riadi, B. (2015). Implementasi Permendagri Nomor 76 Tahun 2012 Dalam Penetapan Dan Penegasan Batas Desa Secara Kartometris. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 2(1), 92–100. https://doi.org/10.15408/sd.v2i1.1352

Riadi. B,. & Makmuriyanto. R., 2015. “Kajian Percepatan Penetapan Dan Penegasan Batas Kecamatan/Distrik, Desa/Kelurahan Secara Kartometris”, Majalah Ilmiah Globe, 16, 109–116.

Trivinata, R. (2016). Perencanaan Tata Ruang Bagian Wilayah Perkotaan Kepanjen, Studi tentang Konsistensi Pelaksanaan Rencana Detail Tata Ruang Bagian Wilayah Perkotaan Kepanjen Tahun 2014-2034. Jurnal Ilmiah Administrasi Publik (JIAP), 2(1), 58–67.

Wibowo, T. W., Ambhika, N., & Pratama, A. P. (2019). Teknik Geovisualisasi untuk Percepatan Pemetaan batas Desa di Daerah berbukit (Studi Kasus di Desa Terong, Kecamatan Dlingo). Majalah Ilmiah Globe, 21(1), 35–44.

Williamson, I., Rajabifard, A., Kalantari, M., & Wallace, J. (2012). AAA Land Information: Accurate, Assured and Authoritative. Surveying towards Sustainable Development, 8th FIG Regional Conference 2012, (November), 26–29.

Zamrodi, H., Rofi, A., Anshori, M., & Widarto, M. (2019). Pemanfaatan teknologi gis & penginderaan jauh untuk membuat peta batas dusun partisipatif di desa sumber, kecamatan dukun, kabupaten magelang. (6), 136–145.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2020.26-2.1163

Article Metrics

Abstract view : 333 times
PDF - 53 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika