APLIKASI PENGINDERAAN JAUH UNTUK PEMANTAUAN PERUBAHAN RUANG TERBUKA HIJAU STUDI KASUS: WILAYAH BARAT KABUPATEN PASURUAN

Ardiawan Jati

Abstract


Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) mempengaruhi pesatnya laju pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Pasuruan sehingga mengakibatkan perubahan lahan atau bentang alam menjadi kawasan terbangun. Hal tersebut membuat keberadaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang sering dianggap sebagai lahan cadangan tidak diperhatikan, padahal keberadaan RTH harus sesuai dengan peraturan yang ada bahwa proporsi ruang terbuka hijau pada wilayah kota paling sedikit 30 % dari luas wilayah kota (UU No.26 Tahun 2007). Dalam penelitian ini, pemantauan RTH dilakukan pada tahun 1993 dan 2009 yang dipetakan menggunakan metode penginderaan jauh. Data dasar yang digunakan adalah peta RBI digital dan citra satelit ALOS AVNIR-2. Selain itu juga digunakan algoritma NDVI untuk mendapatkan nilai kerapatan vegetasi dan klasifikasi terselia berdasarkan maximum likelihood (kemiripan maksimum) untuk mengidentifikasi kelas RTH beserta luasannya di Wilayah Barat Kabupaten Pasuruan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa luas ruang terbuka hijau Wilayah Barat Kabupaten Pasuruan pada tahun 1993 sebesar 26346,299 Ha dan pada tahun 2009 sebesar 15987,021 Ha. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa terjadi penyusutan luas ruang terbuka hijau sebesar 10359,278 Ha. Meski mengalami penyusutan, Wilayah Barat Kabupaten Pasuruan telah memenuhi persyaratan luas ideal wilayah perkotaan dengan jumlah persentase sebesar 46,846 persen. Selain itu, kawasan PIER juga memenuhi persyaratan kawasan industri dengan jumlah persentase sebesar 74,601 persen.

Kata Kunci: ALOS AVNIR-2, NDVI, Peta RBI Digital, PIER, Ruang Terbuka Hijau

ABSTRACT

Regions Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER) affect the rapid rate of growth on development in Pasuruan District resulting land change or nature be becoming a region woke. It is making existence Green Space that is often regarded as land-backup not payed, whereas existence of Green Space must be in accordance with existing regulations as listed in Law-Act No. 26 Year 2007 About Structuring The Space stating that the proportion green space on the region most city slightly 30 percent of the wide city. In this research, monitoring green space is performed in 1993 and 2009 with mapped using remote sensing methods. RBI digital map and satellite imagery ALOS AVNIR-2 are used as base data. Besides that, this research uses NDVI algorithm to get the vegetation density value and supervised classification based maximum likelihood to identify a class green space with that wide in Western Region Pasuruan District. Results of this research indicate us that extensive green space of the Western Region Pasuruan District in 1993 amounted to 26346.299 Ha and in the year 2009 amounted to 15987.021 Ha. Based on these results can be concluded that green space decrease amounted to 10359.278 Ha. Despite decrease, the Western Region Pasuruan District has been appropriate the requirements of widely ideal urbanized area by the number of percentage amounting to 46.846 percent. Besides it, PIER area is also appropriate the requirements industrial area by the number of percentage amounting to 74,601 percent.

Keywords: ALOS AVNIR-2, NDVI, RBI digital map, PIER, Green Space

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 441 times
PDF - 170 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika