CITRA FORMOSAT-2 UNTUK MEMANTAU PENYEBARAN SUSPENDED SEDIMEN DI PESISIR KABUPATEN PANDEGLANG, PROPINSI BANTEN

Afiat Anugrahadi

Abstract


Selat Sunda memiliki arti penting sebagai lintasan air dari laut tertutup (Laut Jawa) dengan Laut Terbuka (Samudra Indonesia).  Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebaran suspended sedimen di pesisir laut Kabupaten Pandeglang, Propinsi Banten. Metoda penelitian menggunakan data penginderan jauh dan data insitu. Data citra berupa citra  Formosat-2 multitemporal yang di akuisisi pada bulan Agustus 2007 dan 2008, dilakukan Koreksi Geometrik, Koreksi Radiometrik dan Klasifikasi Terbimbing. Data insituberupa data lapangan dengan penentuan lokasi menggunakan GPS dan analisis konsentrasi sedimen untuk mengetahui proses sedimentasi, didukung oleh data Arus, Gelombang, Arah Angin, dan Bathimetri. Hasil penelitian diketahui bahwa jumlah dan penyebaran TSS (Total Suspended Sediment) di setiap lokasi pengamatan pada tahun 2007 relatif lebih banyak dibandingkan dengan jumlah TSS pada tahun 2008. Kemungkinan disebabkan karena faktor angin yang ditimbulkan relatif lebih kuat yang dapat berpengaruh pada kuat dan arah arus, dan tingginya gelombang, sehingga material sedimennya tertransportasi mengikuti arus dan gelombang yang ditimbulkan oleh angin tersebut. Terlihat bahwa arah penyebarannya relatif ke arah utara, diperkirakan karena faktor dari arah arus pada tahun 2007 relatif ke arah utara.

Kata kunci :Selat Sunda, suspended sedimen, citra Formosat-2.

 

ABSTRACT

Sunda Strait has significance as a water passage from the ocean closed (Java Sea) with open sea (Indian Ocean). The purpose of the study is to determine distribution of suspended sediments in coastal water of Pandeglang, Banten Province. The research method is used satellite remote sensing data and in situ data. Image multitemporal data of Formosat-2, which were acquisition in the August 2007 and 2008, are conducted geometric correction, radiometric correction and supervised classification. Field survey were conducted to determine the location using GPS and measure the sediment concentration  for analyzing sedimentation process that supported by current data, waves, wind direction, and bathymetry. The results showed that the number and distribution of TSS (Total Suspended sediment) at each observation site in 2007, relatively higher than the concentration of TSS in 2008. This may caused by the wind stress which is relatively more powerful in 2007 that can affect the speed and direction of flow and wave speed.Furthermore, the sediment material influenced the direction of currents as well as the waves generated by winds. It also shown that the direction of their spreading relative to the north, presumably because offactors from the current direction in 2007 relative to the north.

Keywords :  Selat Sunda, suspended sediment,  Formosat-2 image.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 220 times
PDF - 39 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika