DINAMIKA SPASIAL TERUMBU KARANG PADA PERAIRAN DANGKAL MENGGUNAKAN CITRA LANDSAT DI PULAU LANGKAI, KEPULAUAN SPERMONDE

Nurjannah Nurdin, Hermansyah Prasyad, Muh. Akbar A.S.

Abstract


Pemanfaatan teknologi penginderaan jauh untuk mengevaluasi perubahan ekosistem dasar perairan dangkal secara multitemporal merupakan bagian dari informasi geospasial yang bermanfaat sebagai acuan dalam pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Indonesia. Kepulauan Spermonde memiliki tingkat keanekaragaman terumbu karang yang cukup tinggi. Namun dalam kurun waktu 12 tahun terakhir terjadi penurunan tingkat penutupan karang hidup dan keragaman jenisnya sebanyak 20%. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sebaran terumbu karang pada dasar perairan dangkal dan menganalisis perubahan luasannya dalam kurun waktu 14 tahun (1997-2011) di Pulau Langkai, Kepulauan Spermonde. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah citra Landsat (TM dan ETM+) akuisisi 24 Oktober 1997, 4 November 2004 dan 5 September 2011 dengan kondisi pasang surut yang sama. Pengolahan citra Landsat dilakukan dengan melakukan perbaikan citra (gap fill) pada citra Landsat ETM+ dengan menggunakan perangkat lunak Frame and Fill. Algoritma yang digunakan adalah Algoritma Lyzenga yang diintegrasikan dengan hasil pengecekan lapangan (ground truth) untuk menghasilkan citra baru. Persentase perubahan luas tutupan karang hidup di Pulau Langkai berdasarkan citra terklasifikasi yakni dari tahun 1997 ke tahun 2004 terjadi penurunan luas sebesar 24,27% sedangkan dari tahun 2004 ke tahun 2011 terjadi peningkatan luas sebesar 14,83%.
Kata Kunci : geospasial, landsat, perbaikan citra, Algoritma Lyzenga, terumbu karang

ABSTRACT
Utilization of multitemporal remotely sensed imageries to evaluate ecosystem changes in shallow waters is a useful geospatial information to be used as a reference in coastal areas and small islands management in Indonesia. Spermonde Archipelago has a high diversity of corals, however, during the last 12 years there has been a decreasing in the coverage of living coral cover and coral diversity at about 20%. The aims of this study were mapping the distribution of coral reefs in shallow water and analyzing the changes on coral reef during 14 years (1997-2011) in Langkai Island, Spermonde Archipelago. The data used were Landsat (TM and ETM+) with acquisition dates of 24th October 1997, 4th November 2004 and 5th September 2011. Landsat image processing included image gap filling for Landsat ETM+ image using Frame and Fill software and application of Lyzenga Algorithm combined with ground truth to obtain a new image. Based on the image classification in Langkai Island from 1997 to 2004, the percentage of living coral has reduced by 24.27 %, and then increased by 14.83% during the period of 2004 to 2011.
Keyword : geospatial, landsat, gap fill, Lyzenga Algorithm, coral reef


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 361 times
PDF - 634 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika