PENILAIAN SPASIAL SEBARAN PENDUDUK MISKIN DI PROVINSI JAWA BARAT

Bambang Riadi

Abstract


Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki posisi mereka serta dapat disajikan informasinya secara spasial. Untuk mengukur kemiskinan, Badan Pusat Statistik menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan. Minimnya jaringan jalan dan topografi yang berelief menjadikan Jawa Barat Bagian Selatan memiliki indikasi paling banyak penduduk miskin dibandingkan Jawa Barat Bagian Tengah dan Jawa Barat Bagian Utara. Terbukanya isolasi dengan dibangunnya infrastruktur jaringan jalan yang menghubungkan beberapa wilayah pesisir di Jawa Barat Bagian Selatan pada Tahun 2011 memiliki andil yang kuat terhadap menurunnya persentase penduduk miskin. Penduduk miskin di Jawa Barat Tahun 2009 mencapai 13,09% dan pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi 10,98%.
Kata Kunci : kemiskinan, integrasi data, korelasi, pendidikan, indikator

ABSTRACT
Poverty is one of fundamental problems that become a central attention of government in any countries. One important aspect to support poverty reduction strategies is the availability of accurate data on poverty and target. Good poverty data can be used to evaluate government policies on poverty, comparing poverty across time and regions, as well as determining the target of the poor people with the aim to improve their position and presented in spatial information. To measure the poverty, BPS uses a concept of ability to meet basic needs (basic need approach). With this approach, poverty is seen as an economic inability to meet the basic needs of food and non-food as measured from expenditure. The poor are people who have an average monthly per capita expenditure below poverty line. The lack of road network and topography made southern part of West Java region was indicated to have most poor people compared to central and northern parts of West Java. The construction of road infrastructure network that connected several coastal areas in the southern part of West Java in 2011 opened the area‟s insulation and contributed strongly to the declining of the percentage of poor people. The poor people in West Java in 2009 reached 13.09%, while in 2011 decreased to 10.98%.
Keywords: poverty, data integration, correlation, education, indicator


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 152 times
PDF - 214 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika