PEMBANGUNAN MODEL BASISDATA SPASIAL DARI FENOMENA PENURUNAN TANAH DI INDONESIA

Dinni Sanni Hafidzah, Hasanuddin Z Abidin, Heri Andreas, Akhmad Riqqi

Abstract


Indonesia merupakan salah satu negara yang kota-kota besarnya terkena dampak dari penurunan tanah. Fenomena penurunan tanah biasa terjadi di daerah-daerah yang memiliki tingkat urban development tinggi seperti DKI Jakarta, Bandung dan Semarang. Pemantauan fenomena penurunan tanah ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan metode geodetik yaitu survei sipat datar (levelling), survei GPS, survei gaya berat mikro dan Interferometric Synthetic Aperture Radar(InSAR). Informasi-informasi mengenai penurunan tanah ini dapat digunakan sebagai bahan perumusan kebijakan maupun pengambilan keputusan mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan masalah kebumian serta hal-hal lainnya apabila disimpan serta dipergunakan secara tepat guna. Data-data spasial serta informasi pendukung dari penurunan tanah di Indonesia ini belum memiliki suatu sistem sebagai media pengelolaan data. Tujuan penelitian ini adalah perancangan model basisdata untuk fenomena penurunan tanah yang terdiri dari tiga tahap yaitu perancangan basisdata konseptual, logikal dan fisikal. Hasil perancangan basisdata kemudian disimpan pada perangkat lunak PostgreSQL/PostGIS sebagaiDatabase Management System. Selain itu, dapat disimpulkan pula bahwa untuk membangun suatu model basisdata spasial membutuhkan tahapan yang panjang antara lain inventarisasi data, perancangan model basisdata, dan pembangunan basisdata.Pembangunan suatu basisdata spasial inidiharapkan dapat membantu dalam pengorganisasian data-data spasial dari fenomena penurunan tanah di Indonesia.

Kata kunci: penurunan tanah, DBMS, basisdata spasial

ABSTRACT

Indonesia’s big cities have been affected by land subsidence phenomenon. This land subsidence phenomenon usually occurs in areas that have a high urban development, such as DKI Jakarta, Bandung, and Semarang. Monitoring of land subsidence phenomenon can be done by utilizing the geodetic method such as levelling survey, GPS survey, micro-gravity survey, and Interferometric Synthetic Aperture Radar (InSAR). Information about land subsidence can be used as policy formulation and decision-making on various matters relating to the Earth issues and other matters if it stored and used properly. Spatial data and other information of land subsidence in Indonesia does not yet have a data management system. The purpose of this study is designing database models for land subsidence phenomenon which is consists of three stages: conceptual database design, logical, and physical. Results of the database design are stored in the PostgreSQL/PostGIS software as Database Management System. Moreover, it can be concluded that in order to build a model of spatial database requires a long stage include data inventory, data model design, and database development.Development of a spatial database model is expected to help in organizing the spatial data of land subsidence phenomenon in Indonesia.

Keywords: land subsidence, DBMS, spatial database


Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2015.21-1.462

Article Metrics

Abstract view : 497 times
PDF - 926 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2016 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika