ANALISIS BATIMETRI DAN PASANG SURUT DI MUARA SUNGAI KAMPAR: PEMBANGKIT PENJALARAN GELOMBANG PASANG SURUT UNDULAR BORE (BONO)

Guntur Adhi Rahmawan, Ulung Jantama Wisha, Semeidi Husrin, ilham ilham

Abstract


ABSTRAK

Tidal bore Bono merupakan fenomena yang unik dan hanya terdapat di beberapa negara. Keberadaan Bono bersifat merusak dan berpotensi menyebabkan abrasi di wilayah muara Sungai Kampar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gaya pembangkit Bono dan proses penjalarannya berdasarkan morfologi dasar serta sempadan Sungai Kampar. Metode yang digunakan adalah metode purposive kuantitatif. Pengukuran batimetri dilakukan dengan menggunakan alat Echotrack CVM Teledyne Odom Hydrographic Single Beam dari hulu hingga muara Sungai Kampar, sedangkan pengukuran pasang surut menggunakan alat Tide Master Valeport Automatic Tide Gauge yang dipasang di Pulau Mendol selama 30 piantan. Kedalaman Sungai Kampar bagian hulu berkisar 0,2-3 m, di sisi sebelah timur ke arah hilir mempunyai kedalaman yang bervariasi dengan kedalaman maksimal 12 meter. Di sisi sebelah selatan Pulau Muda mempunyai kedalaman 0,3–1,5 m. Hasil analisis pasang surut menunjukkan bahwa tipe pasut di muara kampar  adalah campuran condong harian ganda dengan nilai F=0,43 dan tidal range harian maksimal 4,2 m. Fluktuasi pasang surut, tidal range, serta kedalaman sungai berpengaruh terhadap pembangkitan tidal bore Bono dan penjalarannya di sepanjang Sungai Kampar. Selain itu, hal tersebut juga dipengaruhi oleh kondisi morfologi dan topografi dasar perairan. Gelombang Bono paling tinggi terjadi pada saat malam hari di Pulau Muda pada kedalaman 1,7 m dengan ketinggian Bono 4,3 m dan berangsur menghilang hingga ke Tanjung Mentangor.

ABSTRACT

 

Bono tidal bore is a unique phenomenon that only occured in some countries. The existence of Bono is destructive and potentially cause abrasion in the Kampar River estuary. The purpose of this study is to identify  Bono force and propagation process based on basic morphology of Kampar riverside. The method used in this reasearch is purposive quantitative method. Bathymetry measurement were performed using Echotrack CVM Teledyne Odom Hydrographic Single Beam from the upstream to the mouth of Kampar River, whereas tidal measurement using Tide Master Valeport Automatic Tide Gauge mounted on Mendol Island for 30 days. Kampar River depth ranges from 0.2-3 m in the upstream, on the east side to downstream has a varies depth with a maximum depth of 12 meters. South side of Muda Island has depth ranges from 0.3-1.5 m. Tidal analysis showed that tidal type in the estuary kampar is mixed semidiurnal, with value of F = 0.43 and maximum daily tidal ranges 4.2 m. Tidal fluctuations, tidal range, and river's depth affect the generation of tidal bore Bono and it's propagation along the Kampar River. Furthermore, it's also influenced by morphology and topography of the riverbed. The highest wave of Bono occurrs in the night at Pulau Muda with 1.7 m depth, 4.3 m wave height, and gradually disappear in Tanjung Mentangor.

 Key words: admiralty, bathymetry, bono, spatial analysis, tide


Keywords


Admiralty, Analisis Spasial, Batimetri, Bono, Pasang Surut

Full Text:

PDF

References


Adibrata, S. 2007. Tidal Analysis in Karampuang Island, West Sulawesi Province. Journal Akuatik. 1(1):1-6.

Badan Informasi Geospasial. 2014. Prediksi Pasang Surut 2014. Bidang Medan Gaya Berat dan Pasang Surut, Pusat Jaring Kontrol Geodesi dan Geodinamika. Badan Informasi Geospasial. Cibinong.

Banna, F. S. 2014. Pengaruh Periodik Pergerakan Bumi, Bulan, dan Matahari Terhadap Konstanta Pasang Surut dan MSL (Studi Kasus Stasiun Pasang Surut Surabaya, Jawa Timur).Skripsi Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Chanson, Hubert. 2009. Environmental, ecological and Cultural Impacts of Tidal Bores, Benaks, Bonos and Burros. IWEH, International Workshop on Environmental Hydraulics Theoretical, Experimental and Computational Solutions. Valencia, 29th, 30th, October 2009.

Chanson, H., Lubin, P., Simon, B. and Reungoat, D. 2010. Turbulence and Sediment Processes in the Tidal Bore of the Garonne River: First Observations. Hydraulic Model Report CH79/10. University of Queensland. Australia.

Chanson, Hubert. 2011. Current Knowledge in Tidal Bores and Their Environmental, Ecological and Cultural Impacts. Environ. Fluid. Mech.11: 77-98.doi: 10.1007/s10652-009-9160-5.

Khasanah, U., Heliani, L. S. 2014. Perhitungan Nilai Chart Datum Stasiun Pasang Surut Jepara Berdasarkan Periode Pergerakan Bulan, Bumi, Dan Matahari Menggunakan Data Pasut Tahun 1994 Sd 2013.Jurnal Geospasial Indonesia,ISSN 2222-2863.

Ongkosongo, O. S. R. dan Suyarso. 1989. Pasang Surut. Pusat Penelitian dan Pengembangan Oseanologi (P3O) LIPI. Jakarta. 257 hlm.

Poerbandono dan Djunarsjah, E. 2005. Survei HIdrogafi.Refika Aditama. Bandung

Satriadi, Alfi. 2012. Studi Batimetri dan Jenis Sedimendasar laut di perairan Marina Semarang Jawa Tengah. Bulletin Oseanografi Marina.vol 1.hal 53-62.

Simanjuntak, B. L., G., Handoyo, D.S., Nugroho. 2012. Analisis Batimetri dan Komponen Pasang Surut untuk Penentuan Kedalaman Tambahan Kolam Dermaga di Perairan Tanjung Gundul Bengkayang – Kalimantan Barat. Jurnal Oseanografi. 1(1). 1-8.

Soeprapto., 1993, Pasang Surut Laut dan Chart Datum, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Soeprapto. 2001, Bahan Ajar Survei Hidrografi, Jurusan Teknik Geodesi, Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Stoker, J. J. 1946. The Formation of Breaker and Bores: The Theory of Nonlinier Wave Propagation in Shallow Water and Open Channels. Institute for Mathematics and Mechanics of New York University Under a Contract with the Office of naval Research of the U.S Navy. USA.

Triatmodjo, B. 1999. Teknik Pantai. Beta Ofsett. Yogyakarta. 297 hlm.

Wisha, U. J., Aida, H. 2016. Analysis of Tidal Range and Its Effect on Distribution of Total Suspended Solid (TSS) in The Pare Bay Waters. Journal of Marine Science and Technology. 9(1): 23-31.

Yulistiyanto, B., 2009. The Phenomenon of Bono Rising Wave in Kampar River Estuary. Dinamika Teknik Sipil, 9(1):19-26.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2016.22-2.573

Article Metrics

Abstract view : 853 times
PDF - 462 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika