PENENTUAN JENIS CITRA SATELIT DALAM INTERPRETASI LUASAN EKOSISTEM LAMUN MENGGUNAKAN PENGOLAHAN ALGORITMA CAHAYA TAMPAK

Resha Christian Yanuar, Rizki Hanintyo, Anggi Afif Muzaki

Abstract


Peran dan manfaat ekosistem lamun secara ekologis merupakan hal yang harus diamati secara terperinci, terlebih potensi kerusakan yang dapat terjadi. Pemantauan kondisi ekosistem tersebut dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh. Dalam penelitian ini, algoritma Lyzenga digunakan untuk mengolah nilai piksel yang ada pada citra satelit Landsat-8 dan Sentinel-2. Aplikasi algoritma Lyzenga akan menghasilkan nilai yang menunjukkan identitas dari objek yang terdapat di perairan pesisir. Hasil tersebut kemudian diproses melalui pengkelasan terbimbing dengan dilakukannya pemotongan kerapatan dalam rentangan Lyzenga, yang kemudian dihitung akurasinya. Hasil perhitungan akurasi menunjukkan angka 60,81% untuk citra Landsat-8 terkoreksi Top of Atmosphere (ToA) dengan titik acuan berjarak 30 meter, dan 60,18% untuk citra Sentinel-2 terkoreksi ToA dengan titik acuan berjarak 10 meter. Kedua nilai akurasi tersebut menunjukkan bahwa kedua jenis citra satelit mampu digunakan sebagai data untuk pemantauan objek pesisir, namun dengan kriteria acuan yang berbeda.

Keywords


Matriks Klasifikasi; Lyzenga; Citra Sentinel-2; Citra Landsat; Ekosistem Lamun

Full Text:

PDF

References


Adi, W. (2015). Kajian Perubahan Luasan Padang Lamun dengan Penginderaan Jauh di Pulau Lepar Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Maspari Journal, 7(1), 71–78.

Al-Doski, J., Mansor, S., & Shafri, H. (2013). Image Classification in Remote Sensing. Journal of Environment and Earth Science, 3(10), 141–147.

Baboo, S., & Devi, R. (2010). An Analysis of Different Resampling Methods in Coimbatore, District. Global Journal of Computer Science and Technology, 10(15), 61–66.

Beisl, U., Telaar, J., & Schönermark, M. v. (2008). Atmospheric Correction, Reflectance Calibration And Brdf Correction For Ads40 Image Data. In The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences. Vol. XXXVII. Part B7 (pp. 7–12).

Blakey, T., Melesse, A., & Hall, M. O. (2015). Supervised Classification of Benthic Reflectance in Shallow Subtropical Waters Using a Generalized Pixel-Based Classifier across a Time Series. Remote Sensing, 7(5), 5098–5116.

EPA (Environment Protection Agency). (1998). Changes in Seagrass Coverage and Links to Water Quality off the Adelaide Metropolitan Coastline. Adelaide South Australia: Environment Protection Agency.

European Space Agency (ESA). (2017). Sentinel-2 - ESA Operational EO Missions. Retrieved from https://earth.esa.int/web/guest/missions/esa-operational-eo-missions/sentinel-2

Gu, J., Congalton, R. G., & Pan, Y. (2015). The Impact of Positional Errors on Soft Classification Accuracy Assessment: A Simulation Analysis. Remote Sensing, 7(1), 579–599.

Hedley, J., Russell, B., Randolph, K., & Dierssen, H. (2016). A physics-based method for the remote sensing of seagrasses. Remote Sensing of Environment, 174, 134–147.

Jan, A. (1993). Fundamental of Photointerpretation and Photogrammetry. Peshawar: Pictorial Printers (Pvt) Ltd.

Kawaroe, M., Nugraha, A. H., Juraij, J., & Tasabaramo, I. A. (2016). Seagrass biodiversity at three marine ecoregions of Indonesia: Sunda Shelf, Sulawesi Sea, and Banda Sea. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 17(2), 575–591.

KLH (Kementrian Lingkungan Hidup). (2008). Status Lingkungan Hidup Kota Denpasar Tahun 2008. Denpasar.

Kurniawan, A., Taufik, M., & Yudha, I. (2015). Pengaruh Jumlah Dan Sebaran Gcp Pada Proses Rektifikasi Citra Worldview Ii (Studi Kasus : Kota Kediri, Jawa Timur). Geoid, 11(1), 67–74.

LAPAN. (2015). Pedoman Pengolahan Data Penginderaan Jauh Landsat-8 untuk MPT. Jakarta.

McKenzie, L. J., Yoshida, R. L., Mellors, J. E., & Coles, R. G. (2009). Seagrass-watch. In Proceedings of a Workshop for Monitoring Seagrass Habitats in Indonesia. The Nature Concervancy, Coral Triangle Center, Sanur, Bali (ID).

McKenzie, L., Yoshida, R., Unsworth, R., & Coler, R. (2013). Seagrass-Watch Magazine Issue 47. Seagrass-Watch HQ.

Prayuda, B. (2014). Panduan Teknis Pemetaan Habitat Dasar Perairan Laut Dangkal. Jakarta: CRITC COREMAP II LIPI.

Rahayu, & Candra, D. (2014). Koreksi Radiometrik Citra Landsat-8 Kanal Multispektral Menggunakan Top of Atmosphere (ToA) untuk Mendukung Klasifikasi Penutupan Lahan. In Seminar Nasional Penginderaan Jauh: Deteksi Parameter Geobiofisik dan Diseminasi Penginderaan Jauh (pp. 762–767).

Rauf, A., & Yusuf, M. (2004). Studi Distribusi dan Kondisi Terumbu Karang dengan Menggunakan Teknologi Penginderaan Jauh di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan. ILMU KELAUTAN: Indonesian Journal of Marine Sciences, 9(2), 74–81.

Rokni, K., Ahmad, A., Selamat, A., & Hazini, S. (2014). Water Feature Extraction and Change Detection Using Multitemporal Landsat Imagery. Remote Sensing, 6(5), 4173–4189.

Sagawa, T., Komatsu, T., Boisnier, E., Mustapha, K., Hattour, A., Kosaka, N., & Miyazaki, S. (n.d.). Satellite Derived Bathymetry and Water Column Correction. Retrieved from http://www.watercolumncorrection.com/documents/Sagawa-et-al.188.pdf

Supriatna, W., & Sukartono. (2002). Teknik Perbaikan Data Digital (Koreksi dan Penajaman) Citra Satelit. Buletin Teknik Pertanian, 4–6.

Suwargana, N., & Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh-LAPAN. (2014). Analisis Citra Alos Avnir-2 untuk Pemetaan Terumbu Karang (Studi Kasus: Banyuputih, Kabupaten Situbondo). In Deteksi Parameter Geobiofisik dan Diseminasi Penginderaan Jauh (pp. 588–596).

United States Geological Survey. (2011). Citra Satelit Landsat. Retrieved from http://glovis.usgs.gov

USGS EROS. (2012). Landsat—A Global Land-Imaging Mission. South Dakota: USGS EROS.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2017.23-2.704

Article Metrics

Abstract view : 722 times
PDF - 2672 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika