PEMANTAUAN AREA GENANGAN AIR PADA RAWA LEBAK MENGGUNAKAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN JAUH

Muchamad Wahyu Trinugroho

Abstract


Karakteristik hidrologis lahan rawa lebak yang dinamis menuntut penyajian data secara spasial secara luas dan cepat. Sedangkan melakukan survey terestris akan membutuhkan waktu yang lama dengan biaya yang tinggi. Tujuan kajian ini adalah menyajikan teknik penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk memantau area genangan secara temporal selama 4 tahun dari tahun 2010-2013. Citra satelit Landsat digunakan untuk mendapatkan gambaran lokasi secara on top. Teknik interpretasi secara visual dilakukan untuk mendelineasi genangan air. Koreksi sensor SLC – off pada citra dilakukan untuk mendapatkan tampilan secara visual yang optimal tanpa ada gangguan gap. Delineasi area genangan berdasarkan interpretasi  secara visual di kombinasikan dengan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil yang diperoleh menunjukkan kondisi maksimum area genangan sebesar 45,053 ha pada tahun 2011, sedang trend yang terjadi penurunan luas genangan dalam periode tersebut. Disamping itu genangan air maximum mencapai 27% dari total tutupan lahan yang berada di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Sedangkan genangan minimum pada tahun 2013 dengan prosentase sebesar 0,04%. Faktor curah hujan mempunyai hubungan linear dengan luas genangan yang terjadi. Info tersebut berguna bagi pemangku kepentingan terutama ketika genangan surut untuk budidaya lahan pertanian

Keywords


Genangan, Rawa Lebak, Penginderaan Jauh

Full Text:

PDF

References


Badan Meteorologi, K. dan G. (2013). Laporan Data Iklim Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru.

Badan Pusat Statistik. (2011). Kalimantan Selatan Dalam Angka. Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan. Banjarbaru.

Kementerian Pekerjaan Umum. (2013). Buku informasi statistik. Jakarta.

Martono, D. N. (2008). Aplikasi Teknologi Penginderaan Jauh Dan Uji Validasinya Untuk Deteksi Penyebaran Lahan Sawah Dan Penggunaan/Penutupan Lahan. In Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi (SNATI) (Vol. 1 No. 1).

Naranjo, L. (2007). Satellite Monitors Rains that Trigger Landslides.

Noor, M, A. S., & Muslihat, L. (2007). Identifikasi dan evaluasi potensi sumberdaya lahan untuk mendukung Prima Tani: Desa Desa Sei Durait, Kecamatan Babirik, HSU, Kalimantan Selatan. Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor: Badan Litbang Pertanian.

Somantri, L. (2008). Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh untuk Mengidentifikasi Kerentanan dan Risiko Banjir. Jurnal Geografi Gea, 8(2).

Suwargana, N., & Santo, J. (2008). Updating Informasi Spasial Tutupan Lahan Propinsi Kalimantan Selatan Dengan Menggunakan Citra Landsat-7/ETM +. LAPAN, Jalan LAPAN.

The NCDC Climate Services Branch (CSB). (2013). Global summary of day data for 18 surface meteorological. Retrieved from http://disc2.nascom.nasa.gov/Giovanni/tovas/TRMM_V7.3B43.2.shtm

Wakhid, N., & Syahbuddin, H. (2013). Peta Kalender Tanam Padi Lahan Rawa Lebak Di Kalimantan Selatan Di Tengah Perubahan Iklim Global. JURNAL ILMIAH GEOMATIKA, 19(1), 32–39.

Waluyo, W., Suparwoto, S., & Sudaryanto, S. (2008). Fluktuasi Genangan Air Lahan Rawa Lebak dan Manfaatnya Bagi Bidang Pertanian di Ogan Komering Ilir. Jurnal Hidrosfir Indonesia, 3(2).

Widjaja-Adhi, I. P. ., Nugroho, K., Suriadikarta, D. A., & Karama, A. S. (1992). Sumber Daya Lahan Rawa: Potensi Keterbatasan dan pemanfaatan. In Pengembangan Terpadu Pertanian Lahan Rawa Pasang Surut dan Lebak Risalah Pernas Pengembangan Pertanian di Lahan Rawa Pasang Surut dan Lebak (pp. 3–4).




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2017.23-2.716

Refbacks



Copyright (c) 2018 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika