PENDEKATAN METODE NORMALIZED DIFFERENCE VEGETATION INDEX (NDVI) DAN LYZENGA UNTUK PEMETAAN SEBARAN EKOSISTEM PERAIRAN DI KAWASAN PESISIR TELUK BENOA, BALI

Aprizon Putra

Abstract


Perubahan secara spasial pada ekosistem pesisir yang terjadi di kawasan pesisir Teluk Benoa Bali seperti tutupan mangrove telah berubah menjadi lahan untuk tambak, pelabuhan, permukiman, pembangunan tol laut serta reklamasi pulau. Dimana perubahan tutupan lahan berdampak pada ekosistem pesisir, hal tersebut menyebabkan terjadinya degradasi lingkungan seperti sedimentasi, intrusi air laut dan banjir pasang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan sebaran ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang menggunakan citra Spot-6 tahun 2006, 2012 dan 2015 serta citra Landsat 7+ETM tahun 1997. Metode untuk laju perubahan didapat dari analisis secara overlay menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Dimana untuk perubahan sebaran mangrove yaitu dengan membedakan objek mangrove dengan non mangrove dengan analisis Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), sedangkan perubahan sebaran terumbu karang yaitu dengan persamaan algoritma Lyzenga untuk ekstraksi informasi dasar perairan. Pemetaan ekosistem pesisir di kawasan Teluk Benoa dengan memanfaatkan citra resolusi tinggi Spot-6 dan di dukung dengan citra Landsat 7+ETM sangat membantu memberikan kenampakan mencakup wilayah lebih luas dibandingkan dengan pengamatan langsung di lapangan. Adapun hasil analisis perubahan sebaran mangrove yaitu: 1) tahun 2006 ke tahun 2012 dengan perubahan -89,98 ha; dan 2) tahun 2012 ke tahun 2015 dengan perubahan -60,62 ha. Sedangkan perubahan kondisi terumbu karang yaitu: 1) tahun 1997 ke tahun 2006 dengan perubahan -69,07 ha; 2) tahun 2006 ke tahun 2012 dengan perubahan -90,51 ha; dan 3) tahun 2012 ke tahun 2015 dengan perubahan 112,47 ha. Sebaran terumbu karang dominan berada di luar Teluk Benoa.


Keywords


Perubahan, Ekosistem Pesisir, NDVI, Lyzenga, Teluk Benoa.

Full Text:

PDF

References


Asballah, R. (2002). Hubungan Reklamasi Pantai dengan Komponen Perkembangan Kawasan. BAB I - Tesis. Yogyakarta: Master of Urban and Regional Planning Universitas Gadjah Mada.

Arief, M. (2013). Pengembangan Metode Lyzenga untuk Deteksi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu dengan Menggunakan Data Satelit AVNIR-2. J. Statistika, 13(2). 55 - 64.

Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir Dan Laut [BPSPL]. Penyusunan Paket Sumberdaya Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil ProvinsiBali. Denpasar: Laporan Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan Pulau - Pulau Kecil, Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Baolei, Z. (2012). China. Environmental impacts of sea reclamation in Jiaozhou Gulf, Shandong province of China. J. Natural Hazards. 63 (2). 1269 – 1272.

Burel, F and J. Baudry. (2004). Landscape Ecology Concepts, Methods and Application. United States of America: Science Publishers.

Franklin, S.E. (2001). Remote Sensing for Sustainable Forest Management. Florida: CRC Press LLC.

Jaelani, M.L., N. Lalli dan Y. Marini. (2015). Pengaruh Algoritma Lyzenga dalam Pemetaan Terumbu Karang Menggunakan Worldview - 2, Studi Kasus: Perairan PLTU Paiton Probolinggo. J. Penginderaan Jauh 12 (2). 123 132.

Michaud, J. (2001). Anthropologie, Tourisme Et Sociétés Locales Au Fil Des Textes. J. Antropogie et Societes. 25 (2). 15 - 33.

Oktavia, A.R., F. Fauzia., C. Irma dan N. Kusumawardani. (2014). Analisis Peraturan Presiden No. 51 tahun 2014 mengenai Reklamasi Teluk Benoa. Makalah Politik Kebijakan Publik. Depok. FISIP Universitas Indonesia.

Pusat Teknologi dan Data (PUSTEKDATA). (2014). Spesifikasi Data SPOT-6 dan SPOT-7,http://pustekdata.lapan.go.id/index.php/subblog/read/2014/2631/Spesifikasi-Data-Spot-6-dan-Spot-7/litbang-pengolahan-data (diakses tanggal 19 Desember 2016).

Putra, A dan S. Husrin. (2017). Kualitas Perairan Pasca Cemaran Sampah Laut di Pantai Kuta Bali. J. Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis. 9(1). 57-66.

Reddy, M. A. (2008). Remote Sensing and Geographical Information Systems Third Edition. Hyderabad: BS Publications.

Richards, J. A. (1999). Remote Sensing Digital Imagery Analysis, Berlin: Springer-Verlag.

Sudiarta, K., I.G. Hendrawan., K.S. Putra dan I.M.I. Dewantama. (2013). Kajian Modeling Dampak Perubahan Fungsi Teluk Benoa untuk Sistem Pendukung Keputusan (Decision Support System) dalam Jejaring KKP Bali. Jakarta. Laporan Conservation International Indonesia (CII).

Tanto, T.A., U.J. Wisha., G. Kusumah., W.S. Pranowo., S. Husrin., Ilham dan A. Putra. (2017). Karakteristik Arus Laut Perairan Teluk Benoa – Bali. J. Geomtika. 23(1). 37-48.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2017.23-2.729

Article Metrics

Abstract view : 705 times
PDF - 2105 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika