STRATEGI PENGOLAHAN PENGAMATAN GPS TITIK DEFORMASI DENGAN MENGGUNAKAN TITIK IKAT CORS BIG DAN IGS

Muhammad Hudayawan Nur Lail, Ayu Nur Safii, Moehammad Awaluddin, Sidik Tri Wibowo

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan pengolahan data pengamatan menggunakan data titik ikat global dari stasiun IGS dan titik ikat regional dari stasiun CORS BIG. Titik pengamatan stasiun CSEM, CPBL, CMGL, CPKL dengan titik ikat global menggunakan XMIS, BAKO, DARW, PIMO, PBRI, HYDE, COCO dan titik ikat regional menggunakan stasiun CPWD, CTGL, CCLP, CKBM. Hasil penelitian ini menunjukkan penggunaan titik ikat global (stasiun IGS) menghasilkan koordinat lebih teliti jika dibandingkan dengan pengolahan yang menggunakan titik ikat regional (stasiun CORS BIG) dengan nilai rata-rata standar deviasi komponen X pada strategi I dengan nilai 0,03331275 m. Komponen Y strategi I dengan nilai 0,061878417 m. Komponen Z nilai rata-rata standar deviasi strategi I 0,018297083 m. Hasil resultan kecepatan horizontal strategi I yang menggunakan titik ikat global sebelum direduksi dari Blok Sunda mencapai rentang 25-28 mm per tahun. Asumsi strategi II, penggunaan titik ikat regional tidak mendapat pengaruh dari blok yang ada menunjukkan hasil resultan kecepatan horizontal strategi II sebesar 1-3 mm pertahun. Hasil akhir nilai resultan kecepatan horizontal pada strategi pengolahan yang dilakukan, penggunaan titik ikat regional dapat mereduksi adanya pengaruh dari rotasi blok.

Keywords


blok sunda; deformasi; kecepatan; titik ikat global; titik ikat regional

Full Text:

PDF

References


Abidin, H. Z., Andreas, H., Meilano, I., Gamal, M., Gumilar, I., & Abdullah, C. I. (2009). Deformasi Koseismik dan Pascaseismik Gempa Yogyakarta 2006 dari Hasil Survei GPS. Jurnal Geologi Indonesia, 4(4), 275–284.

Andriyani, G., Kahar, S., Awaluddin, M., & Meilano, I. (2012). KAJIAN Regangan Selat Bali Berdasarkan Data Gnss Kontinu. Jurnal Geodesi Undip, 1(1), 1–12.

Artini, S. R. (2014). Penentuan Koordinat Stasiun GNSS CORS GMU1 dengan Kombinasi Titik Ikat GPS Global dan Regional. Jurnal Teknik Sipil, 10(1), 37–44.

Bahlefi, A. R., Awaluddin, M., Yuwono, B. D., & Aisyah, N. (2013). Analisis Deformasi Gunung Merapi Tahun 2012 Dari Data Pengamatan GPS. Jurnal Geodesi Undip, 2(4).

Bock, Y. (2003). Crustal Motion in Indonesia from Global Positioning System Measurements. Journal of Geophysical Research, 108(B8). http://doi.org/10.1029/2001JB000324, 2003.

Geospatial Information Agency. (2017). Site overview of CORS.

Hadi, A. L., Anjasmara, I. M., & Yusfania, M. (2016). Analisa Kecepatan Pergeseran di Wilayah Jawa Tengah Bagian Selatan Menggunakan GPSCORS Tahun 2013-2015. Jurnal Teknik ITS, 5(2), c70–c74.

Hajri, A., Yuwono, B. D., & Sasmito, B. (2017). Kajian Penentuan Posisi Jaring Kontrol Horizontal dari Sistem Tetap (DGN-95) ke SRGI. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 48–56.

Hapsari, W., Yuwono, B. D., & Ammarohman, F. J. (2016). Penentuan Posisi Stasiun GNSS CORS UNDIP Epoch 2015 dan Epoch 2016 Berdasarkan Stasiun IGS dan SRGI Menggunakan Perangkat Lunak GAMIT 10.6. Geodesi Undip, 5, 243–253.

Kuncoro, H. (2013). Estimasi Parameter Rotasi Euler Blok Sunda Berdasarkan Data Pengamatan GPS Kontinyu dan Episodik di Regional Asia Tenggara. Institut Teknologi Bandung.

Lail, M. H. N., Awaluddin, M., & Sasmito, B. (2018). Hitungan Kecepatan Pergeseran Titik Pengamatan Deformasi Dengan Gps Menggunakan Titik Ikat Regional Dan Global. Jurnal Geodesi Undip, 7(1), 100–108.

Laksana, I., Yuwono, B. D., & Awaluddin, M. (2014). Penentuan Posisi Stasiun GNSS CORS UNDIP Pada Tahun 2013 dan 2014 Menggunakan Software GAMIT. Jurnal Geodesi Undip, 3(4), 193–201.

Panuntun, H. (2012). Penentuan Posisi Anjungan Minyak Lepas Pantai dengan Titik Ikat GPS Regional dan Global. Gadjah Mada : Yogyakarta.

Purba, E. S., Y, B. D., & Sabri, L. M. (2013). Penentuan Koordinat Definitif Epoch 2013 Stasiun Cors Geodesi Undip Dengan Menggunakan Perangkat Lunak Gamit 10.04. Jurnal Geodesi Undip, 2(4), 85–106.

Sunantyo, T. A. (2009). GNSS Infrastructure and Standard in Indonesia. In 7th FIG Regional Conference. Hanoi.

Wibowo, S. T. (2016). Penentuan Metode Pemodelan Deformasi Komponen Secular Wilayah Indonesia Berdasarkan Data Pengamatan Geodetik. Institut Teknologi Bandung.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2018.24-2.768

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 JURNAL ILMIAH GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika