ANALISA ASPEK LEGAL DAN GEOSPASIAL FORWARD POSITION BATAS MARITIM INDONESIA PADA PETA NKRI 2017 DI LAUT CINA SELATAN

I Made Andi Arsana, Helik Susilo

Abstract


Peta NKRI adalah peta resmi nasional Indonesia yang menggambarkan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Wilayah yang digambarkan dalam peta NKRI meliputi wilayah kedaulatan dan hak berdaulat beserta batasnya dengan negara-negara tetangga, baik yang sudah disepakati maupun yang masih memerlukan kesepakatan dengan negara tetangga. Peta NKRI telah mengalami beberapa kali pemutakhiran karena dinamika perkembangan wilayah kedaulatan dan hak berdaulat Indonesia. Setelah peta edisi 2015, peta NKRI kembali diperbaharui pada tahun 2017. Keputusan Permanent Court of Arbitration (PCA) tahun 2016 untuk kasus gugatan Filipina terhadap Republik Rakyat China (RRC) atas klaim nine dashed line di Laut China Selatan (LCS) berimplikasi pada status klaim maritim di kawasan tersebut. Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (Law of the Sea Convention, LOSC) 1982, kawasan hak berdaulat maritim Indonesia meliputi sebagian kawasan LCS, yaitu di sebelah utara Kepulauan Natuna. Di kawasan tersebut Indonesia, secara legal, mengklaim hanya berbatasan dengan Vietnam dan Malaysia. Meskipun RRC memiliki klaim nine dashed line yang tumpang tindih dengan hak maritim di LCS, Indonesia tidak mengakui klaim tersebut sehingga Indonesia tidak berbatasan dengan RRC. Posisi Indonesia ini diperkuat dengan putusan PCA yang membatalkan klaim nine dashed line RRC. Makalah ini menganalisis klaim batas ZEE Indonesia dengan Vietnam dan Malaysia pada peta NKRI 2017 di LCS paska putusan PCA atas kasus Filipina- RRC. Analisis ini melibatkan rekonstruksi garis batas ZEE Indonesia secara geospasial di kawasan LCS dengan mengacu pada LOSC 1982 dan keputusan PCA 2016 atas kasus LCS sebagai acuan legal.



Keywords


geospasial; peta NKRI; batas ZEE; Laut China Selatan; LOSC 1982

Full Text:

PDF

References


Arsana, I. M. A., Yuniar, F., & Sumaryo. (2010). Geospatial Aspects of Maritime Boundary Delimitation in the Singapore Strait involving Indonesia, Malaysia and Singapore. Facing the Challenges – Building the Capacity, FIG Congress, (April), 11–16.

Churchill, R. (2016). Dispute Settlement in the Law of the Sea: Survey for 2015—Part I. The International Journal of Marine and Coastal Law, 31(4), 555–582. http://doi.org/10.1163/15718085-12341420

Dong, M. (2009). Maritime delimitation between Vietnam and her neighboring countries. UN-Nippon Foundation Alumni Meeting.

Faizuddin, M., & Razali, M. (2017). Implication of South China Sea Arbritation to Malaysia ( Case Study : Philipina Versus China). 6th ICT International Student Project Conference (ICT-ISPC), 1–4.

Forbes, V. L. (2014). Indonesia ’ s Delimited Maritime Boundaries. London: Springer.

Kapoor, D. C. (2011). The Delimitation of Exclusive Economic Zones. Maritime Policy & Management, 4(5), 255–263. http://doi.org/10.1080/03088837700000002

Patmasari, T., & Artanto, E. (2016). Perkembangan Terakhir Batas Maritim Indonesia Dengan Negara Tetangga. Seminar Nasional Peran Geospasial Dalam Membingkai NKRI 2016: 03-21 Papua, 10, 3–21.

Permanent Court of Arbitration. (2016). In the Matter of South China Sea Arbitration between the Republic of the Philiphines and the People’s Republic of China. http://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004

Smith, R. W. (2010). Maritime delimitation in the South China Sea: Potentiality and challenges. Ocean Development & International Law, 41(3), 214–236.

United Nation. (2009). Communications received from the Permanent Mission of the Peope’s Republic of China with regard to the joint submission made by Malaysia and Viet Nam to the Commission on the Limits of the Continental Shelf.

Whomersley, C. (2016). The South China Sea : The Award of the Tribunal in the Case Brought by Philippines against China — A Critique. Chinese Journal of International Law, 15(2), 239–264. http://doi.org/10.1093/chinesejil/jmw011




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2018.24-2.815

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika