ANALISIS AKURASI PEMETAAN MENGGUNAKAN DIRECT GEOREFERENCING

Danang Budi Susetyo, Herjuno Gularso

Abstract


Banyak tantangan yang harus dihadapi ketika melaksanakan survei
Ground Control Point (GCP). Salah satu upaya meminimalisir jumlah titik kontrol adalah melakukan pengukuran posisi dan orientasi foto udara tanpa GCP, atau disebut direct georeferencing . Penelitian ini menguji metode direct georeferenci ng terhadap data yang ada di Indonesia, sehingga nantinya dapat mengurangi jumlah penggunaan GCP. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah foto udara Palu yang diakuisisi dengan kamera RCD30, parameter Exterior Orientation (EO), dan titik Independen t Check Point (ICP). Jumlah ICP yang digunakan sebanyak 8 titik. Pengukuran langsung posisi dan orientasi sensor kamera kemudian dilakukan dengan data-data tersebut tanpa menggunakan GCP. Analisis dilakukan dari dua aspek, yaitu ketelitian hasil foto udara dan perbandingan nilai X, Y, Z antar model. Hasil statistik perataan menunjukkan nilai sigma naught = 2,7 mikron, sehingga masih masuk dalam toleransi 1 piksel. Hasil uji akurasi menunjukkan nilai 1,9 m untuk ketelitian horizontal (CE90) dan 3,6 m untuk ketelitian vertikal (LE90), sehingga ketelitian horizontal masuk pada skala 1:5.000 kelas 3 atau skala 1:10.000 kelas 1, dan ketelitian vertikal masuk pada skala 1:10.000 kelas 3 atau skala 1:25.000 kelas 1. Dilihat dari sisi konsistensi antar model stereo, rata-rata perbedaan koordinat dan elevasi pada setiap model stereo berada di bawah 0,5 m, di mana rata-rata ΔX = 0,1173 m, ΔY = 0,2167 m, dan ΔZ = 0,2793 m. Artinya, meski penggunaan metode direct georeferencing dapat mengurangi akurasi absolut, namun hal tersebut tidak berpengaruh terhadap konsistensi antar model stereonya.

Keywords


akurasi, foto udara, direct georeferencing

Full Text:

PDF

References


Badan Informasi Geospasial. (2013). Kerangka Acuan Kerja Pekerjaan Pemotretan Udara dan Pemetaan Rupabumi Indonesia Skala 1:10.000 Palu dan Kendari. Cibinong.

Badan Standardisasi Nasional. (2014). Spesifikasi Teknis Triangulasi Udara. Jakarta.

Badan Standardisasi Nasional. (2015). SNI Ketelitian Peta Dasar. Jakarta.

Cramer, M., Stallmann, D. & Haala, N. (2001). Direct Georeferencing Using GPS / Inertial Exterior Orientations for Photogrammetric Applications. In IAPRS, Vol. XXXIII. Amsterdam.

Gabrlik, P. (2015). The Use of Direct Georeferencing in Aerial Photogrammetry with Micro UAV. IFAC-Papers OnLine, 28(4), 380–385. https://doi.org/10.1016/j.ifacol.2015.07.064

Jacobsen, K. (2001). Exterior Orientation Parameters. Photogrammetric Engineering and Remote Sensing, 1321–1332. Retrieved from http://www.ipi.uni-hannover.de/uploads/tx_tkpublikationen/jac_ExterOr.pdf

Lumbantobing, M., Wikantika, K. & Harto, A. B. (2017). Peningkatan Akurasi Interpretasi Foto Udara Menggunakan Metode Pembobotan Berbasis Objek untuk Pembuatan Peta Skala 1 : 5000. Reka Geomatika, 2017(1), 1–11.

Octariady, J., Widyaningrum, E. & Fajari, K. (2016). Ortorektifikasi Citra Satelit Resolusi Tinggi Menggunakan Berbagai Metode Ortorektifikasi. In Seminar (pp. 1–6). Depok.

Octariady, J., Widyaningrum, E. & Prihanggo, M. (2016). Pengaruh Ketelitian DEM Terhadap Ketelitian Citra Terortorektifikasi pada Permukaan Datar dan Miring (Studi Kasus: Kota Surabaya dan Kota Tasikmalaya). In Seminar Nasional Penginderaan Jauh. Depok.

Rizaldy, A. & Firdaus, W. (2012). Direct Georeferencing: a New Standard in Photogrammetry for High Accuracy Mapping. ISPRS - International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, 39(September), 5–9. https://doi.org/10.5194/isprsarchives-XXXIX-B1-5-2012

Susetyo, D. B. & Gularso, H. (2017). Perbandingan Nilai Koordinat dan Elevasi Antar Model Stereo pada Foto Udara Hasil Triangulasi Udara. In Seminar Nasional Geomatika (pp. 1–10). Cibinong.

Susetyo, D. B., Lumban-gaol, Y. A. & Sofian, I. (2018). Prototype of National Digital Elevation Model in Indonesia. In ISPRS Technical Commission IV Symposium 2018. Delft, The Netherlands.

Susetyo, D. B. & Perdana, A. P. (2015). Uji Ketelitian Digital Surface Model (DSM) sebagai Data Dasar dalam Pembentukan Kontur Peta Rupabumi

Indonesia (RBI). In Seminar Nasional Penginderaan Jauh. Bogor: Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional.

Susetyo, D. B., Syetiawan, A. & Octariady, J. (2017). Perbandingan Ketelitian Geometrik Citra Satelit Resolusi Tinggi dan Foto Udara untuk Keperluan Pemetaan Rupabumi Skala Besar. In Seminar Nasional Penginderaan Jauh. Depok.

Tanathong, S. & Lee, I. (2014). Using GPS/INS Data to Enhance Image Matching for Real-time Aerial Triangulation. Computers and Geosciences, 72, 244–254. https://doi.org/10.1016/j.cageo.2014.08.003

Wagner, R. (2011). The Leica RCD30 Medium Format Camera: Imaging Revolution. Photogrammetric Week 2011, 89–95. Retrieved from http://www.ifp.uni-stuttgart.de/publications/phowo11/095Wagner.pdf

Widyaningrum, E., Fajari, M. & Octariady, J. (2016). Accuracy Comparison of VHR Systematic-ortho Satellite Imageries Against VHR Orthorectified Imageries Using GCP. International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences - ISPRS Archives, 2016–Janua(July), 305–309. https://doi.org/10.5194/isprsarchives-XLI-B1-305-2016

Widyaningrum, E., Lindenbergh, R. C., Gorte, B. G. H. & Zhou, K. (2018). Extraction of Building Roof Edges from LiDAR Data to Optimize the Digital Surface Model for True Orthophoto Generation. In ISPRS TC II Mid-term Symposium “Towards Photogrammetry 2020” (Vol. XLII). Riva del Garda.

Yuan, X. & Zhang, X. (2008). Theoretical accuracy of direct georeferencing with position and orientation system in aerial photogrammetry. The International Archives of the Photogrammetry, Remote Sensing and Spatial Information Sciences, 37, 617–622.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2018.24-1.826

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika