STUDI PENDAHULUAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK ANALISIS MEDAN SKALA TINJAU DI SEBAGIAN PROVINSI SUMATERA SELATAN

Heratania Aprilia Setyowati, Ratna Nurani, Sigit Heru Murti Budi Santosa

Abstract


Beragam cara dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik suatu wilayah, salah satunya adalah analisis medan yang merupakan studi sistematik yang memanfaatkan data penginderaan jauh untuk menggali asal muasal, riwayat geomorfologi, dan komponen suatu bentang lahan. Tujuan dari studi pendahuluan ini untuk mengetahui karakteristik medan yang ada di sebagian daerah Sumatera Selatan melalui analisis medan dengan pembuatan sekuen medan yang berbasis citra penginderaan jauh. Citra Landsat 8 digunakan untuk mendapatkan informasi tutupan lahan dan bentuk lahan. Citra SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) digunakan untuk menghasilkan data DEM (Digital Elevation Model), hillshade, dan slope yang selanjutnya diturunkan menjadi peta topografi. Peta Geologi digunakan untuk menurunkan informasi mengenai jenis tanah. Peta arah aliran dan akumulasi air digunakan untuk menurunkan informasi kondisi drainase. Selanjutnya semua peta dioverlay dan digunakan untuk menarik garis sekuen medan sebagai dasar identifikasi karakteristik medan. Berdasarkan hasil studi pendahuluan ini, dapat dikenali bahwa karakteristik medan sebagian Sumatera Selatan berbentuk lahan vulkanik, struktural dan fluvial dengan proses geomorfologi berupa erosi vertikal, transportasi, deposisi, dan sedimentasi. Aplikasi Penginderaan Jauh dan SIG dengan metode sekuen medan dapat digunakan untuk mengetahui karakteristik medan suatu wilayah.



Keywords


Penginderaan jauh, SIG, analisis medan, sekuen medan, karakteristik medan

Full Text:

PDF

References


Acharya, T. D., Lee, D. H., Yang, I. T., & Lee, J. K. (2016). Identification of water bodies in a landsat 8 OLI image using a J48 decision tree. Sensors (Switzerland), 16(7), 1–16. https://doi.org/10.3390/ rs16071075

Alban, J. D. T., Connette, G. M., Oswald, P., & Webb, E. L. (2018). Combined Landsat and L-band SAR data improves land cover classification and change detection in dynamic tropical landscapes. Remote Sensing, 10(2). https://doi.org/10.3390/ rs10020306

Ambodo, A. P. (2012). Aplikasi Penginderaan Jauh untuk Identifikasi Sebaran Batubara Permukaan di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Jurnal Bumi Indonesia, 1(3).

Andrew S. Goudie. (2003). Encyclopedia of Geomorphology. The Taylor & Francis E-Library, New York, 1. https://doi.org/10.4324/ 9780203381137

Arsy, R. F. (2010). Metode Survei Deskriptif untuk Mengkaji Kemampuan

Interpretasi Citra pada Mahasiswa Pendidikan Geografi FKIP Universitas Tadulako. FKIP Universitas Tadulako, 62–72.

Bemmelen, R. W., Van, R. W., & Bouter, E. A. de. (1970). The geology of Indonesia. In M. Nijhoff (Ed.) (2nd ed.). The Hague.

Bresnahan, P. C. (2011). Geolocation Accuracy Evaluations of WorldView-1 and WorldView-2. National Geospatial Intelligence Agency.

Bruin, S., Wielemaker, W. G., & Molenaar, M. (1999). Formalisation of soil-landscape knowledge through interactive hierarchical disaggregation. Geoderma (Vol. 91). https://doi.org/10.1016/S0016-7061(99)00004-X

Dolloff, J. T., & Theiss, H. J. (2014). The Specification And Validation Of Predicted Accuracy Capabilities For Commercial Satellite Imagery. In ASPRS 2014 Annual Conference.

Duantari, N., & Cahyono, B. (2017). Analisis Perbandingan DTM ( Digital Terrain Ranging ) dan Foto Udara dalam Pembuatan Kontur Peta Rupa Bumi Indonesia. Jurnal Teknik ITS, 6(2), 2337–3520 (2301–928X Print).

Iskandar, D. (2008). Teknik Pemrosesan Citra Digital ASTER Untuk Kajian Geomorfologi Studi Kasus di Sebagian Daerah Istimewa Yogyakarta. In PIT MAPIN XVII. Bandung.

Marfai, M.A, Sarastika,T., Trihatmoko,E., Rahantan,S., Sarihati,P., & Suriadi. (2018) Kajian Daya Dukung dan Ekosistem Pulau Kecil Studi Kasus Pulau Pari.Gadjah Mada University Press. ISBN : 987-602-386-163-7

Martiana, Dani Nur; Prasetyo, Yudo; dan Wijaya, Awan Putra (2017). Analisis Akurasi Dtm Terhadap Penggunaan Data Point Clouds Dari Foto Udara Dan Las Lidar Berbasis Metode Penapisan Slope Based Filtering Dan Algoritma Macro Terrasolid. Jurnal Geodesi Undip, 6, 293–302.

Priyono, Kuswaji Dwi. (2008). Integrasi Analisis Model Medan Digital dan Pedogeomorfik untuk Identifikasi Kejadian Bencana Longsorlahan. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah.

Phiri, D., & Morgenroth, J. (2017). Developments in Landsat land cover classification methods: A review. Remote Sensing, 9(9). https://doi.org/10.3390/ rs9090967

Pimple, U., Sitthi, A., Simonetti, D., Pungkul, S., Leadprathom, K., &

Chidthaisong, A. (2017). Topographic correction of Landsat TM-5 and Landsat OLI-8 imagery to improve the performance of forest classification in the mountainous terrain of Northeast Thailand. Sustainability (Switzerland), 9(2), 1–26. https://doi.org/10.3390/su9020258

Prabowo, I. A., & Isnawan, D. (2017). Identifikasi Bentuk lahan Berdasarkan Data Citra Penginderaan Jauh : Studi Kasus di Dome Kulonprogo. Jurnal Geografi, 313–321.

Hidayat, Pratama Irfan ; Subiyanto, Sawitri; dan Santoso, Bandi (2016). Analisis Kualitas DEM Dengan Membandingkan Metode Orthorektifikasi Memakai Citra Resolusi Tinggi (Studi Kasus: Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah). Jurnal Geodesi Undip, 5, 22–31.

Raharjo, P. D. (2010). Penggunaan Data Penginderaan Jauh dalam Analisis Bentukan Lahan Asal Proses Fluvial di Wilayah Karangsambung. Jurnal Geografi, 7(2), 146–152.

Richter, R., Kellenberger, T., & Kaufmann, H. (2009). Comparison of topographic correction methods. Remote Sensing, 1(3), 184–196. https://doi.org/10.3390/rs1030184

Smith, M. ., & Pain, C. . (2009). Applications of remote sensing in geomorphology. Sage Journals, 33(4), 568–582. https://doi.org/https://doi.org/10.1177/0309133309346648

Sola, I., González-Audícana, M., & Álvarez-Mozos, J. (2016). The added value of stratified topographic correction of multispectral images. Remote Sensing, 8(2). https://doi.org/10.3390/rs8020131

Storey, J., Choate, M., & Lee, K. (2014). Landsat 8 Operational Land Imager On-Orbit Geometric Calibration and Performance. Remote Sensing, 6(3), 11127–11152. https://doi.org/10.3390/rs61111127

Susetyo, D. B., & Perdana, A. P. (2017). Uji Ketelitian Digital Surface Model ( DSM ) sebagai Data Dasar dalam Uji Ketelitian Digital Surface Model ( DSM ) sebagai Data Dasar dalam Pembentukan Kontur Peta Rupabumi Indonesia ( RBI ). In Seminar Penginderaan jauh 2015 (pp. 299–306).

Sutanto, S. (1986). Penginderaan Jauh Jilid I. Yogyakarta: Fakultas Geografi. Universitas Gadjah Mada.

Thornbury, T. (1970). Principle Of Geomorfologi. New York: John Willey and Sons, INC.

Tufaila, M., Karim, J., & Syamsu Alam. (2012). Pemanfaatan Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk Pemetaan Bentuklahan di Das Moramo. Agroteknos, 2(1), 9–20.

Verstappen, H. T. (1983). Applied geomorphology : geomorphological surveys for environmental development. Amsterdam: Elsevier.

Voudouris, K. S., Christodoulakos, Y., Steiakakis, E., & Angelakis, A. N. (2013). Hydrogeological characteristics of hellenic aqueducts-like qanats. Water (Switzerland), 5(3), 1326–1345. https://doi.org/10.3390/w5031326

Wu, Q., Jin, Y., & Fan, H. (2018). Evaluating and comparing performances of topographic correction methods based on multi- source DEMs and Landsat-8 OLI data. International Journal of Remote Sensing, 37(19), 4712–4730. https://doi.org/10.1080/ 01431161.2016.1222101

Zuidam, R. A. (1979). Terrain analysis and classification using aerial photographs : a geomorphological approach ((No. 526.9, p. 310). Enschede, The Netherlands.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2018.24-2.847

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika