ANALISIS PERUBAHAN GARIS PANTAI AKIBAT EROSI DI PESISIR KOTA SEMARANG

Fani Safitri, Suryanti Suryanti, Sigit Febrianto

Abstract


Semarang merupakan ibu kota Provinsi Jawa Tengah yang terletak di wilayah pesisir dan terjadi perubahan ekosistem pesisir akibat dampak dari pembangunan wilayah pantai serta perubahan lingkungan, khususnya di empat kecamatan pesisir yaitu Kecamatan Tugu, Semarang Barat, Semarang Utara, dan Genuk. Pada empat kecamatan tersebut terjadi erosi yang menyebabkan perubahan garis pantai serta menyebabkan wilayah tersebut menjadi rentan terhadap bencana seperti banjir rob, degradasi ekosistem, dan rusaknya fasilitas di wilayah pesisir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan garis pantai (luasan erosi dan akresi) dari tahun 2003-2018 dan mengetahui nilai kerentanan pesisir Kota Semarang menggunakan metode CVI (Coastal Vulnerability Index). Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling digunakan untuk penelitian yang memerlukan kriteria khusus, dimana teknik pengambilan sampel dengan sengaja berdasarkan suatu pertimbangan dan tujuan tertentu. Perhitungan luasan erosi dan akresi dilakukan dengan menumpangsusun citra satelit Landsat dan Sentinel 2. Diketahui luasan erosi terbesar di pesisir Kota Semarang terjadi pada tahun 2008 – 2013 dengan luasan 337,986 ha, sedangkan akresi terbesar terjadi pada tahun 2013-2018 dengan luasan 195,338 ha. Analisis kerentanan pantai dengan indeks kerentanan pantai atau CVI di pesisir Kota Semarang termasuk dalam kategori kerentanan sangat tinggi, dengan nilai setiap bobot kerentanan pada Kecamatan Tugu sebesar 32,27, Kecamatan Semarang Barat dan Semarang Utara sebesar 14,43, serta Kecamatan Genuk sebesar 28,87. Variabel yang paling dominan dan berperan dalam menentukan nilai kerentanan pantai pada penelitian ini yaitu geomorfologi, kemiringan pantai, dan erosi/akresi.


Keywords


Perubahan garis pantai, erosi, akresi, CVI, GIS, Kota Semarang

Full Text:

PDF

References


Anggraini, N., Marpaung, S., Hartuti, M. (2017). Analisis Perubahan Garis Pantai Ujung Pangkah dengan Menggunakan Metode Edge Detection Dan Normalized (Ujung Pangkah Shoreline Change Analysis Using Edge Detection Method and Normalized Difference Water Index). Jurnal Penginderaan Jauh, 14(2), 65–78.

Fajrin, F. M., Muskananfola, Max R., Hendrarto, B. (2016). Karakteristik Abrasi dan Pengaruhnya terhadap Masyarakat di Pesisir Semarang Barat. Diponegoro Journal of Maquares, 5(2), 43–50.

Hakim, B. A., Suharyanto, Hidajat, W. K. (2015). Pengaruh Kenaikan Air Laut pada Efektifitas Bangunan untuk Perlindungan Pantai Kota Semarang. https://doi.org/10.13140/RG.2.1.1457.2882

Hammar-klose, B. E. S., Pendleton, E. A., Thieler, E. R., Williams, S. J., Norton, G. A. (2003). Coastal Vulnerability Assessment of Cape Cod National Seashore ( CACO ) to Sea-Level Rise. Retrieved from http://pubs.usgs.gov/of/2002/of02-233/

Hartati, R., Pribadi, R., Astuti, R. W., Yesiana, R., H, Itsna Yuni. (2016). Kajian Pengamanan Dan Perlindungan Pantai Di Wilayah Pesisir Kecamatan Tugu Dan Genuk, Kota Semarang. Jurnal Kelautan Tropis, 19(2), 95–100. https://doi.org/10.14710/jkt.v19i2.823

Husnayaen, Rimba, A. B., Osawa, T., Parwata, I. N. S., As-syakur, R., Kasim, F., & Astarini, I. A. (2018). Physical Assessment of Coastal Vulnerability Under Enhanced Land Subsidence in Semarang, Indonesia, Using Multi-sensor Satellite Data. Advances in Space Research. https://doi.org/10.1016/j.asr.2018.01.026

Loinenak, F. A., Hartoko, A., & Muskananfola, M. R. (2015). Mapping of Coastal Vulnerability using the Coastal Vulnerability Index and Geographic Information System. International Journal of Technology, 5, 819–827.

Marques, J. N., & Khakhim, N. (2014). Kajian Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Landsat Multitemporal di Kota Semarang. Jurnal Bumi Indonesia, 5(2), 1–10.

Nugraha, W. A., Rochaddi, B., & Rifai, A. (2015). Studi Batimetri dan Berkurangnya Daratan Di Wilayah Pesisir Tugu Semarang. Jurnal Oseanografi, 4(2), 442–450.

Nugroho, S. H. (2013). Prediksi luas genangan pasang surut ( rob ) berdasarkan analisis data spasial di Kota Semarang , Indonesia The prediction of tidal inundation arrea ( rob ) based on spatial data analysis. Jurnal Lingkungan Dan Bencana Geologi, 4(1), 71–87.

Opa, E. T. (2011). Perubahan Garis Pantai Desa Bentenan Kecamatan Pusomaen, Minahasa Tenggara. Jurnal Perikanan dan Kelautan Tropis, VII(3), 109–114.

Panjaitan, R. A., Iskandar., & H. Alisyahbana, S. (2012). Hubungan Perubahan Garis Pantai terhadap habitat Bertelur Penyu Hijau (Chelonia Mydas) di pantai Pangumbahan Ujung Genteng, Kabupaten Sukabumi. Jurnal Perikanan Dan Kelautan, 3(3), 311–320.

Pendleton, E. A., Barras, J. A., Williams, S. J., & Twichell, D. C. (2010). Coastal Vulnerability Assessment of the Northern Gulf of Mexico to Sea-Level Rise and Coastal Change.

Pendleton, E. A., Thieler, E. R., & Williams, S. J. (2004). Coastal Vulnerability Assessment of Cape Hatteras National Seashore ( CAHA ) to Sea- Level Rise U . S . Department of the Interior.

Ramadhany, A. S., Anugroho Ds, A., & Subardjo, P. (2012). Daerah Rawan Genangan Rob di Wilayah Semarang. Journal of Marine Research, 1(2), 174–180.

Roziqin, A., & Gustin, O. (2011). Pemetaan Perubahan Garis Pantai Menggunakan Citra Penginderaan Jauh di Pulau Batam (Juli 26-27, 2017). Batam.

Sakka., Paharuddin, & Rupang, E. (2014). Analisis Kerentanan Pantai Berdasarkan Coastal Vulnerability Index (CVI) di Pantai Kota Makassar. Jurnal Ilmu Kelautan Dan Perikanan, 24(3), 49–53.

Sardiyatmo, Supriharyono, & Hartoko, A. (2013). Dampak Dinamika Garis Pantai Menggunakan Citra Satelit Multi Temporal Pantai Semarang Provinsi Jawa Tengah Study of the Dynamics of Image Using Satellite Beach Line Multi-Temporal Beach Semarang Central Java Province. Jurnal Saintek Perikanan, 8(2), 33–37.

Satriadi, A. (2012). Studi Batimetri dan Jenis Sedimen Dasar Laut di Perairan Marina, Semarang, Jawa Tengah. Buletin Oseanografi Marina, 1, 53–62.

Suhelmi, I. R. (2013). Pemetaan Kapasitas Adaptif Wilayah Pesisir Semarang dalam Menghadapi Genangan Akibat Kenaikan Muka Air Laut dan Perubahan Iklim. Forum Geografi, 27(1), 81–92.

Widjojo, S. (2010). Transportasi Sedimen Oleh Kombinasi Aliran Permanen Beraturan dan Gelombang Seragam. Media Teknik Sipil, 10(2), 75–80.

Wirasatriya, A., Hartoko, A., & Suripin. (2006). Kajian Kenaikan Muka Laut Sebagai Landasan Penanggulangan Rob di Pesisir Kota Semarang. Jurnal Pasir Laut, 1(2), 31–42.

Wuriatmo, H., Koesuma, S., & Yunianto, M. (2012). Analisa Sea Level Rise Dari Data Satelit Altimetri Topex / Poseidon , Jason-1 Dan Jason-2 Di Perairan Laut Pulau Jawa Periode 2000-2010. Indonesian Journal of Applied Physic, 2(7), 65–74




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2019.25-1.958

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika