ALGORITMA PENENTUAN DAN REKONTRUKSI ARAH KIBLAT TELITI MENGGUNAKAN DATA GNSS

Irwan Gumilar, Nur Fajar Trihantoro, Brian Bramanto, Heri Andreas, Hasanuddin Zainal Abidin, Mohamad Gamal

Abstract


Kiblat merupakan arah yang dituju umat Muslim ketika melakukan ibadah shalat. Terdapat beberapa dalil baik Al-Quran ataupun As-Sunnah yang mewajibkan ibadah shalat untuk menghadap kiblat. Perkembangan teknologi penentuan posisi dan algoritma pengukuran arah sangat memungkinkan untuk menentukan arah kiblat secara teliti, sekalipun untuk daerah yang tidak memungkinkan untuk melihat Kakbah. Tujuan penelitian ini yaitu menentukan mekanisme perhitungan arah kiblat dan rekonstruksinya menggunakan teknologi GNSS. Metodologi yang dilakukan yaitu dengan menerapkan beberapa metode penentuan posisi menggunakan GNSS untuk menentukan arah kiblat dan perhitungan arah kiblat di atas bidang elipsoid menggunakan metode Vincenty. Rekontruksi arah kiblat dilakukan dengan menerapkan irisan koreksi normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode statik, RTK, dan RTPPP GNSS dapat digunakan untuk menentukan arah kiblat. Penerapan metode Vincenty di atas bidang elipsoid untuk penentuan azimut memperlihatkan arah yang tepat ke arah Kakbah. Untuk keperluan rekonstruksi arah kiblat, pemberian koreksi normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal dapat meningkatkan ketelitian sekitar 2 menit. Khusus untuk pengukuran titik backsight dengan RTK, azimut yang didapatkan berbeda sekitar 2 menit dibandingkan dengan metode statik. Perbedaan 2 menit ini menyebabkan arah Kakbah bergeser sekitar 3,6 km, walaupun masih tetap berada di kota Mekah. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan ketelitian yang tinggi untuk pengukuran tepat ke arah kiblat maka harus digunakan metode penentuan posisi statik, menggunakan metode Vincenty di atas elipsoid untuk pengukuran azimutnya, serta menerapkan koreksi irisan normal geodesik, koreksi skew normal, dan koreksi defleksi vertikal untuk rekonstruksinya.


Keywords


RTK; RTPPP; azimuth; reduksi

Full Text:

PDF

References


Abidin, H. Z., Subarya, C., Muslim, B., Adiyanto, F. H., Meilano, I., Andreas, H., & Gumilar, I. (2010). The applications of GPS CORS in Indonesia: status, prospect and limitation. FIG Congress 2010. Sydney.

Bramanto, B., Gumilar, I., Abidin, H. Z., Prijatna, K., & Adi, F. S. (2017). Assessment of the BeiDou Data Quality and the Positioning Performance: A Perspective from Bandung, Indonesia. Journal of Aeronautics, Astronautics and Aviation, 49(3), 191–204.

Bramanto, B., Gumilar, I., & Kutjoro, W. (2015). RT-PPP: Concept and Performance in Indonesia Region. FIT ISI 2015. Batu.

Brills, W. K. (1987). Encyclopedia of Islam, Vol. 3.

Gao, Y., & Chen, K. (2004). Performance Analysis of Precise Point Positioning using Real-Time Orbit and Clock Products. Journal of Global Positioning System, 3(1–2), 95–100.

Gumilar, I., Pamungkas, A. I., Abidin, H. Z., Bramanto, B., & Adi, F. S. (2017). Contribution of BeiDou Positioning System for Accuracy Improvement: A Perspective from Bandung, Indonesia. Journal of Aeronautics, Astronautics and Aviation, 49, 171–184.

Hambali, S. (2013). Ilmu Falak Arah Kiblat Setiap Saat. Yogyakarta: Pustaka Ilmu Yogyakararta.

Hoffman-Wellenhof, B., Lichtenegger, H., & Wasle, E. (2007). GNSS – Global Navigation Satellite Systems. Wien: Springer-Verlag.

Iman, I. R. (2017). Peranan Arah Kiblat Terhadap Ibadah Shalat. Jurnal Syari’ah Dan Hukum Diktum, 15(2), 247–260.

Nasional, D. P. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Saastomoinen, J. (1972). Atmospheric correction for the troposphere and stratosphere in radio ranging of satellites. In M. W. Henriksen, A. Mancini, & B. Chovitz (Eds.), The Use of Artificial Satellites for Geodesy, Geophys. Monogr. Ser., vol. 15. Washington, D. C.: AGU.

Saksono, T., Fulazzaky, M. A., & Sari, Z. (2018). Geodetic Analysis of Disputed Accurate Qibla Direction. J.Appl. Geodesy, 1–9.

Tanjung, D. (2017). Urgensi Kalibrasi Arah Kiblat Dalam Penyempurnaan Ibadah Shalat. Jurnal Kajian Hukum Isalam Al-Manahij, 10(1), 113–132.

Tseng, W., Guo, J., & Liu, C. (2013). A comparison of great circle, great ellipse, and geodesic sailing. Journal of Marine Science and Technology, 21(3), 287–299.

Vincenty, T. (1975). Direct and inverse solutions of geodesic on the ellipsoid with application of nested equation. Survey Review, 23(176), 88–93.

Xu, G. (2007). GPS Theory, Algorithms and Application. Berlin: Springer.




DOI: http://dx.doi.org/10.24895/JIG.2019.25-2.974

Article Metrics

Abstract view : 0 times
PDF - 0 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 GEOMATIKA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Geomatika Indexed by:

 

Copyright of Geomatika