PEMETAAN WILAYAH POTENSI RAWAN BENCANA BANJIR BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS

Vicky Yanuar Iskhak, Mega Dharma Putra

Sari


Indonesia merupakan salah satu negara yang sering mengalami bencana banjir, terlebih saat musim penghujan dan di kawasan perkotaan. Surabaya merupakan salah satu kota terbesar di Indonesia yang sering menjadi langganan banjir ketika memasuki musim penghujan. Kerentanan bencana banjir dipengaruhi oleh 4 faktor utama, yaitu kemiringan lereng, curah hujan, penggunaan lahan dan jenis tanah. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tingkat kerawanan bencana banjir di Kota Surabaya serta faktor dominan yang menyebabkan terjadinya banjir. Penelitian ini menggunakan metode overlay dengan scoring antara parameter-parameter yang ada, dimana setiap parameter dilakukan proses scoring dengan pemberian bobot dan nilai yang sesuai dengan pengklasifikasiannya masing-masing serta kemudian dilakukan overlay menggunakan software ArcGIS 10.3. Penggunaan software ini memanfaatkan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang dapat menjelaskan dan mempresentasikan objek daerah rawan banjir dalam bentuk digital. Dari hasil analisis diperoleh tingkat kerawanan bajir di Kota Surabaya menghasilkan 4 kelas tingkatan yaitu tingkat kerawanan rendah, tingkat kerawanan sedang, tingkat kerawanan cukup tinggi dan tingkat kerawanan tinggi. Hampir seluruh Kota Surabaya memiliki tingkat kerawanan cukup tinggi dengan total luas 20.113,2 Ha atau sekitar 57,4% dari luas Kota Surabaya, wilayah Surabaya Timur merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan banjir paling tinggi

Referensi


Astuti, Sri. 2009. Reklamasi Tipologi Bangunan dan Kawasan Akibat Pengaruh Kenaikan Muka Air Laut di Kota Pantai Semarang. Departmene Kim Praswil: Bandung

Hendi, Hamdani, et al., 2014. Analisis Daerah Rawan Banjir Menggunakan Aplikasi Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Pulau Bangka). Jurnal Konstruksi, Sekolah Tinggi Teknologi Garut

Matondang, J.P. 2013. Analisis Zonasi Daerah Rentan Banjir Dengan Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus: Kota Kendal dan Sekitarnya) .Skripsi. Program Studi Teknik Geodesi Universitas Diponegoro; Semarang.

Pratomo, A. J. 2008. Analisis Kerentanan Banjir di Daerah Aliran Sungai Sengkarang Kabupaten Pekalongan Provinsi Jawa Tengah dengan Bantuan Sistem Informasi Geografis. Skripsi. Fakultas Geografi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Surakarta.

Primayuda, Aris, Pemetaan Daerah Rawan dan Resiko Banjir Menggunakan Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kabupaten Trenggalek, Provinsi Jawa Timur. Skripsi, Institut Pertanian Bogor, 2006

Purnama, Asep, Pemetaan Kawasan Rawan Banjir Di Daerah Aliran Sungai Cisadane Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Skripsi, Institute Pertanian Bogor, 2008

Santosa, W. W., A. Suprayogi., B. Sudarsono. 2015. Kajian Pemetaan Tingkat Kerawanan Banjie dengan Menggunakan Sistem Informasi Gegrafis. (Studi Kasus: DAS Beringin, Kota Semarang). Jurnal Geodesi. Vol 4. (2)

Suherlan, E. 2001. Zonasi Tingkat Kerentanan Banjir Kabupaten Bandung menggunakan sistem informasi geografis. repository.ipb.ac.id , UT - Geophysics and Meteorology, diakses pada tanggal 12 Agustus 2018


Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.