PEMETAAN SUHU PERMUKAAN LAUT (SPL) PERAIRAN SELATAN JAWA TAHUN 2016-2017 MENGGUNAKAN CITRA AQUA MODIS LEVEL 3

Felixtha Robertus Ginting, Mega Dharma Putra

Sari


Suhu Permukaan Laut (SPL) merupakan salah satu parameter oseanografi yang sangat mempengaruhi berbagai fenomena didalam perairan laut. Penelitian ini menggunakan data dari citra Aqua MODIS Level 3. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabilitas suhu permukaan laut yang terjadi di perairan Selatan Jawa tahun 2017. Analisis data yang digunakan adalah Analisa deskriptif melupi Analisa grafik dan peta suhu permukaan laut. Hasil penelitian menunjukan rata-rat suhu permukaan laut perairan Selatan Jawa tahun 2017 sebesar 26oC–29oC. Nilai maksimum suhu permukaan laut   di perairan Selatan Jawa yang ditemukan sebesar 31,3oC yaitu pada bulan September dan terendah sebesar 0oC yaitu pada bulan Agustus dan bulan November. Suhu permukaan laut di perairan Selatan Jawa tampak sangat bervariasi dari bulan Januari sampai Desember. Variabilitas suhu permukaan laut perairan Selatan Jawa dipengaruhi oleh musim. Pada penelitian ini musim barat tampak memiliki rata-rata suhu permukaan laut dan pola persebaran yang lebih besar dari musim-musim lainnya.

Referensi


Lumban Gaol, J., R.E. Arhatin, M.M. Ling. (2014). Pemetaan Suhu Permukaan Laut Dari Satelit Di Perairan Indonesia Untuk Mendukung “One Map Policy”. Seminar Nasional Penginderaan Jauh,433-442.

Purba M. (2007). Dinamika perairan selatan Pulau Jawa-Pulau Sumbawa saat muson tenggara. Torani. 17 (2): 140-150.

Zulkhasyni. (2015). Pengaruh Suhu Permukaan Laut Terhadap Hasil Tangkapan Ikan Cakalang Di Perairan Kota Bengkulu. JURNAL AGROQUA. 13(2). 68-73

Arianto, Bagus Yuli., S. Subiyanto, Hani’ah. (2014). Analisis Hubungan Produktivitas Ikan Lemuru dengan Suhu Permukaan Laut Dan Klorofil-A Menggunakan Citra Satelit Aqua Modis Studi Kasus: Selat Bali. Geodesi Undip. 3(4). ISSN: 2337-845X.

Soegiarto A., Birowo S, dan Sukarno. (1976). Atlas Oseanografi Perikanan Indonesia dan Sekitarnya. Lembaga Oseanologi Nasional-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Buku No.3. 327 Hlm.

Hasyim, Bidawi., S. Sulma, M. Hartuti. (2010). Kajian Dinamika Suhu Permukaan Laut Global Menggunakan Data Penginderaan Jauh Microwave. Majalah Sains dan Teknologi Dirgantara. 5(4). 130-143.

Carton, J. A., Cao, X., Giese, B. S., & da Silva, A. M. (1996). Decadal and Interannual SST Variability in The Tropical Atlantic Ocean. Journal of Physical Oceanography, 26, 11651175.

Habibie, Muhammad N., T.A. Nuraini. (2014). Karakteristik Dan Tren Perubahan Suhu Permukaan Laut di Indonesia Periode 1982-2009. Jurnal Meteorologi Dan Geofisika. 15(1). 37-49.

Kurnianingsih, Theresia Niken., B. Sasmito, Y. Prasetyo, A. Wirasatriya. (2017). Analisis Sebaran Suhu Permukaan Laut, Klorofil-A, Dan Angin Terhadap Fenomena Upwelling di Perairan Pulau Buru Dan Seram. Teknik Geodesi Univesitas Diponegoro. 6(1). ISSN: 2337-845X.

Fadika, Ulha., A. Rifai, B. Rochaddi. (2014). Arah Dan Kecepatan Angin Musiman Serta Kaitannya Dengan Sebaran Suhu Permukaan Laut Di Selatan Pangandaran Jawa Barat. Jurnal Oseanografi.3(3). 429 – 437.

Hamuna, Baigo., Yunus P. P., L. Dimara. (2015). Kajian Suhu Permukaan Laut Mengunakan Data Satelit Aqua-MODIS Di Perairan Jayapura, Papua. Depik, 4(3): 160-167. ISSN 2089-7790.

Kushardono, D. (2003). Penginderaan Jauh untuk Wilayah Pesisir dan Kelautan. Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional, Jakarta, 16 hlm


Article Metrics

Sari view : 23 times

Refbacks

  • Saat ini tidak ada refbacks.